Rabu, 18 Januari 2012

Renungan Harian, 14 Januari 2012

Sesuai Instruksi
Keluaran 39:1-43; Matius 24:46
“…, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa….. Dan Musa melihat segala pekerjaan itu, dan sesungguhnyalah, mereka telah melakukannya seperti yang diperintahkan TUHAN, demikianlah mereka melakukannya. Lalu Musa memberkati mereka” (Keluaran 39:1, 43).
Kalimat “seperti yang diperintahkan TUHAN” merupakan pokok yang sangat penting dalam Keluaran 39. Oleh sebab itu, di kedua perokop yang ada dalam pasal ini, kalimat tersebut sering diulang. Pada perikop pertama ada 7 kali kalimat itu disebut dan pada perikop kedua ada 3 kali kalimat itu disebut, sehingga total secara keseluruhan dalam Keluaran 39 ada 10 kali kalimat “seperti yang diperintahkan TUHAN” itu disebutkan.
Suatu kalimat, jika sering diulang-ulang, apalagi sampai 10 kali, pastilah bukan karena iseng atau kekurangan kalimat, tetapi kalimat tersebut mengandung sesuatu yang penting bahkan maha penting, yang perlu mendapat perhatian extra. Dalam hal ini berkaitan dengan “perintah TUHAN”.
Hal yang perlu dipahami dan dimengerti oleh setiap orang percaya, bahwa memang setiap orang percaya adalah anak-anak Allah, tetapi orang percaya juga merupakan hamba-hamba Allah. Tentunya sebagai seorang hamba, setiap orang percaya harus dengar-dengaran dan melaksanakan semua instruksi atau perintah Allah dengan sebaik-baiknya, sehingga kita dapat berkenan kepada Allah sebagai Tuan dan TUHAN kita.
Saat kita bekerja di dunia ini, kita pun memiliki atasan. Sebagai bawahan tentunya kita dituntut untuk mengikuti semua peraturan dan perintah dari atasan kita , dimana kita bekerja. Jika kita coba-coba untuk menghindar atau melanggar peraturan tersebut, pastilah kita mendapatkan SP (Surat Peringatan). Jika kesalahan itu tidak diperbaiki, tentunya pelanggaran tersebut berujung pada pemecatan. Hal itu dilakukan, bukan karena atasan yang kejam, tetapi dilakukan atas dasar ketegasan terhadap kesalahan kita, sehingga menjadi peringatan bagi karyawan yang lain agar mereka mengikuti peraturan perusahaan dan perintah atasan.
TUHAN adalah Allah yang baik, yang penuh dengan kasih. Tetapi Ia juga Pribagi yang tegas yang menghendaki kita, setiap orang percaya menjadi hamba yang baik, yang patuh dan dengar-dengaran akan firman dan perintah-NYa.
Yesus sendir menegaskan hal tersebut. Untuk membuat setiap kita mengerti akan tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang hamba, maka Ia memberikan perumpamaan tentang hamba yang baik dan tentang talenta. Dalam perumpamaan tersebut, Yesus dengan tegas menjelaskan, bahwa hamba yang baik, yang setia dan melakukan tugasnya, disebut sebagai hamba yang “berbahagia”, diberi tanggung jawab yang lebih besar dan berhak masuk dalam kebahagiaan Tuannya (Matius 24:46; 25:21, 23). Sedangkan bagi hamba yang tidak setia dan tidak dengar-dengaran akan perintah Tuannya, pastilah mendapatkan penghukuman (Matius 24:51; 25:30).
Oleh sebab itu, biarlah setiap kita menjadi hamba yang baik, sehingga kita berkenan pada TUHAN. Saat kita menjadi hamba yang baik maka pastilah TUHAN mencuarahkan berkat-Nya atas kita, tanpa menahan-nahannya. Hanya jadilah hamba yang baik, yang setia dan menuruti perintah TUHAN  kita!

Renungan:
Sudahkah kita menjadi hamba yang baik bagi TUHAN Allah kita. sadarlah bahwa yang Allah kehendaki dari kehidupan kita adalah kesetiaan kita dan ketaatan kita dalam menjalani setaip perintah yang Allah berikan melalui firman-Nya.

Hamba yang baik adalah hamba yang melakukan perintah Tuannya

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer