Selasa, 24 Januari 2012

Petrus

PETRUS

Tokoh pertama dalam Perjanjian Baru yang akan dipelajari adalah Petrus. Tokoh ini memiliki peranan yang penting dalam kehidupan kekristenan, kisah kehidupannyapun juga cukup menarik untuk dipelajari.
Nama Petrus memiliki arti batu karang, nama panggilan lainnya adalah Simon dan memiliki arti mendengarkan. Ia berasal dari kota Betsaida daerah Golan yang terletak di tepi danau Galilea, itulah sebabnya aktifitas atau pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai nelayan dan menangkap ikan.
Berikut ini adalah rincian perjalanan hidup Petrus :
1.      Penjala ikan menjadi penjala manusia
“Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."” (Matius 4:18-19).
Sebagai seseorang yang dilahirkan dilingkungan nelayan, tidaklah mengherankan jika setelah dewasa Petrus menjadi nelayan dan menjala ikan di danau Galilea bersama dengan saudaranya Andreas.
Saat sedang asik-asiknya Petrus mencari ikan dan mulai menebar jalanya, Yesus yang sedang lewat dan melihat dua bersaudara tersebut memanggilnya, bukan untuk minta ikan atau membeli ikan tetapi untuk maksud dan tujuan yang tidak pernah diduga oleh Petrus sebelumnya.
Saat Yesus melihat Petrus dan saudaranya Andreas, DIA memanggil mereka berdua untuk mengikuti Yesus. Mendengar ajakan Yesus mereka berdua secara spontan langsung meninggalkan jala mereka dan kemudian mengikuti Yesus untuk memberitakan Injil (kabar keselamatan).
2.      Berjalan di atas air
“Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."  Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.” (Matius 14:28-29).
Di dalam pelayanan Yesus banyak sekali orang yang ingin mendengarkan pengajaran-Nya. Bahkan saat Dia melayani, orang banyak yang datang pada Yesus tidak memperdulikan walau hari sudah gelap. Yesus yang penuh kasih pun mengadakan mujizat di tempat itu dan memberi mereka makan lebih dari lima ribu orang laki-laki banyaknya, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Setelah peristiwa tersebut Yesus memerintahkan pada kedua belas murid-Nya untuk mendahului Dia naik perahu dan menyeberang, sementara Yesus sendiri naik ke atas bukit untuk berdoa.
Saat malam tiba, perahu murid Yesus di terjang ombak dan angin sakal, yang membuat kapal mereka terombang-ambing. Pada pukul tiga pagi Yesus menghampiri mereka dengan berjalan di atas air. Melihat hal tersebut, para murid Yesus berteriak ketakutan sebab mereka mengira ada hantu yang mendekati mereka.
Yesus yang melihat para muridnya sedang ketakutan kemudian berkata “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Matius 14:27). Petrus yang mendengar hal itu langsung bereaksi dan ingin memastikan apakah sosok yang dilihatnya tersebut benar-benar Yesus gurunya. Ia meminta pada Yesus untuk memanggilnya dan berjalan di atas air.
Yesus mengundang Petrus dan akhirnya Petrus berjalan di atas air, tetapi karena hembusan angin sakal yang keras ia mulai bimbang dan ragu kemudian mulai tenggelam. Yesus yang mengetahui kejadian tersebut langsung memegang tangan Petrus dan mengangkatnya serta membawanya naik ke perahu serta berkata “Hai orang yang kurang percaya mengapa engkau bimbang?” (Matius 14:31)
3.      Ditinggikan kemudian direndahkan
“Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 16:16-17).
“Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."” (Matius 16:23).
Suatu hari setelah pulang pelayanan dan tiba di kota Kaisarea Filipi, Yesus bertanya pada murid-murid-Nya tentang pendapat mereka akan identitas Yesus. Petrus yang terkenal pemberani kemudian langsung menjawab pertanyaan Yesus tersebut dan mengatakan kepada-Nya bahwa IA adalah Mesias Anak Allah yang hidup. Mendengar jawaban dari Petrus, Yesus langsung memuji dia. Namun kemudian Yesus meminta kepada murid-murid-Nya agar tidak memberitahukan hal tersebut kepada siapapun juga.
Setelah peristiwa tersebut Yesus kemudian memberitakan tentang penderitaan yang akan dialami oleh Diri-Nya, disiksa, mati dan pada hari yang ketiga akan bangkit. Mendengar hal itu, Petrus yang tadi mengemukakan tentang identitas Yesus langsung menarik Yesus dan berkata bahwa sekali-kali itu tidak akan pernah terjadi pada diri Yesus.
Saat mendengar apa yang Petrus katakan, bukanlah pujian atau sanjungan yang Yesus berikan, tetapi justru Yesus marah dan berkata “Enyahlah Iblis”, Petrus yang tadinya dipuji sekarang justru dimarahi bahkan ditegor dengan keras karena kesombongan dan ketidakpekaannya akan perkataan Yesus.
Kemudian Yesus mengatakan kepada semua murid-Nya, bahwa barangsiapa mau mengiring Yesus, dia harus menyangkal dirinya memikul salib dan mengiring Yesus.
4.      Penyangkalan kepada Yesus
“Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.” (Matius 26:75).
Dalam perjamuan terakhir sebelum penangkapan diri-Nya, Yesus memberitahukan kepada Petrus bahwa dia akan menyangkal diri-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok. Namun Petrus yang keras kepala langsung menjawab bahwa sekali-kali hal itu tidak akan dia lakukan pada Yesus, bahkan dia berkata bahwa sampai matipun tidak akan menyangkal Yesus.
Setelah perjamuan berakhir Yesus menuju ke taman Getsemani bersama dengan beberapa murid-Nya untuk berdoa. Pada pagi harinya Yudas yang menghianati Yesus membawa sekelompok orang untuk menangkap Yesus, dan akhirnya Yesus dibawa ke Mahkamah Agama untuk diinterogasi.
Secara diam-diam Petrus mengikuti Yesus dari belakang dan  duduk diluar halaman. Ketika ada orang yang lewat, mereka bertanya dan mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari murid Yesus. Saat Petrus mengetahui hal itu dia langsung berkata bahwa dia tidak mengenal Yesus, dan hal tersebut terjadi sebanyak tiga kali tepat seperti yang dikatakan oleh Yesus sebelumnya.
Saat ayam berkokok teringatlah Petrus akan apa yang pernah dikatakan oleh Yesus bahwa dia akan menyangkal Yesus sebanyak tiga kali, setelah itu dia pergi menangis dan menyesali apa yang telah dia lakukan kepada Yesus.
5.      Pemulihan
“Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (Yohanes 21:17).
Setelah Yesus bangkit dan menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya, Dia juga datang saat murid-murid-Nya menjala ikan di danau Tiberias dan sarapan bersama-sama dengan mereka di sana.
Setelah selesai makan kemudian Yesus secara khusus mengajak Petrus untuk berbicara dan bertanya kepada Petrus apakah dia mengasihi Yesus sungguh-sungguh? Hal itu Yesus tanyakan sampai tiga kali dan membuat Petrus sedih sebab dia tahu bahwa dia telah menyangkal Yesus sebanyak tiga kali sebelumnya.
Yesus berkata dengan penuh kasih agar Petrus menggembalakan domba-domba Yesus, yaitu para orang percaya. Saat itulah terjadi rekonsiliasi atau pemulihan kembali hubungan Petrus dengan Yesus, sehingga Petrus tidak lagi dibayangi dengan rasa bersalah kepada Yesus karena penyangkalannya kepada Yesus sebelumnya.
Setelah mengetahui secara terperinci mengenai kisah kehidupan Petrus, bagaimana dia pertama kalinya dipanggil, penyangkalanya kepada Yesus sampai panggilan agungnya untuk menggembalakan domba Kristus, tidak salahnya juga jika mempelajari karakter Petrus yang cukup unik dan bisa dijadikan sebagai sebuah pelajaran berharga bagi setiap orang percaya.
Berikut ini adalah beberapa karakter yang dimiliki oleh Petrus yang bisa dijadikan sebagai sebuah pelajaran bagi setiap orang percaya :
1.      Seseorang yang bisa membangun hubungan dengan baik
Petrus adalah tipe seseorang yang bisa membangun hubungan baik dengan orang lain. Hal tersebut ditunjukkan oleh dia saat dia menjalin hubungan dengan gurunya yaitu Yesus. Dia mendapat perhatian yang luar biasa dari Yesus bahkan pernah suatu kali dipuji oleh Yesus. Karena kemampuannya untuk bisa menjalin hubungan yang baik, membuat dia menjadi salah satu dari tiga murid yang paling dikasihi oleh Yesus, yaitu Yohanes, Yakobus dan Petrus.
2.      Memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat
Walaupun Petrus adalah seorang nelayan pada mulanya, hal itu tidak membuatnya minder dan merasa rendah diri. Dia adalah seseorang yang sangat terbuka dan tidak menutupi sesuatu, ketika dia ingin mengetahui sesuatu dia langsung menyampaikannya.
3.      Memiliki inisiatif yang tinggi
Inisiatif yang tinggi ditunjukkan oleh Petrus saat dia seringkali menjadi orang yang pertama kali bertindak atau menjawab saat ada pertanyaan dari Yesus. Saat Yesus berjalan di atas air dia satu-satunya murid yang memberanikan dirinya untuk mendatangi Yesus dan berjalan di atas air.

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer