Kamis, 19 Januari 2012

Renungan Harian, 17 Januari 2012

Mintalah Petunjuk dari Allah

Kejadian 24:1-67; Matius 7:7-11
                “Lalu berkatalah ia :”TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham” (Kejadian 24:12).

Kehidupan merupakan sebuah misteri. Tidak seorang pun tahu akan apa yang akan terjadi di depan. Tahun 2008 telah berlalu dan telah lewat. Sebelumnya para pakar ekonomi sebelum memasuki tahun tersebut berkeyakinan bahwa tahun 2008 perekonomian dunia bertumbuh dengan baik dan menggembirakan. Tetapi ketika memasuki bulan September mulai terasa gejolak ekonomi dan bulan November terjadi krisis keuangan dunia yang luar biasa.
Hari-hari ini dunia semakin tidak menentu dan bergejolak, tidak seorang pun dapat menduga apa yang akan terjadi di depan. Dampak dari krisis bukan saja mempengaruhi orang dunia, kita sebagai orang percaya pun merasakan dampak dari krisis tersebut.
Sebagai orang percaya kita tidak perlu kuatir dan takut dalam menghadapi situasi yang ada. Yang perlu kita lakukan adalah berdoa, bersandar pada Allah dan percaya. Sebab Tuhan sendiri berjanji bahwa ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan percaya, maka Ia akan memberikannya pada kita (Markus 11:24).
Jangan pernah mengandalkan kekuatan kita sendiri ketika kita menjalani kehidupan, tetapi hendaklah kita senantiasa berharap dan bersandar pada Allah serta minta pimpinan Roh Kudus. Sebab Roh itu membantu kita berdoa kepada Allah untuk menyampaikan hal-hal yang tidak terkatakan (Roma 8:26).
Kita tidak perlu kuatir dan cemas akan apa pun yang terjadi dan yang kita lihat. Sebagai orang percaya, kita tidak hidup dengan melihat situasi dan kondisi yang ada, tetapi hidup kita hendaknya kehidupan yang bersandar, beriman dan percaya pada Allah (2 Korintus 5:7).
Tetapi Tuhan juga memperingatkan kita agar ketika kita berdoa kepada Allah, kita harus sepenuhnya beriman dan percaya akan kuasa pertolongan Allah yang sanggup menuntun hidup kita. Jangan pernah biarkan kebimbangan dan keraguan itu meruntuhkan iman kita dan menjadi penghalang atas doa-doa kita. Yakobus menuliskan agar kita minta dalam iman dan tidak bimbang. Ketika kita bimbang kita tidak akan pernah menerima jawaban dari doa kita (Yakobus 1:6-7). Sebab ketika kita bimbang, ragu dan kuatir, secara tidak langsung kita menyangkali iman kita sendiri dan meragukan kuasa Allah yang sanggup menolong dan menuntun kita.
Ketika kita berdoa, kita harus benar-benar yakin dan percaya akan kuasa Allah yang sanggup mengubahkan hidup kita. Sebab seperti orang tua, ketika anaknya datang dan meminta pertolongan, pasti orang tua tersebut memberikan pertolongan pada anaknya. Terlebih lagi Bapa kita yang di sorga, ketika kita meminta kepada-Nya dengan sungguh-sungguh dan percaya, Ia pasti memberikan yang terbaik pada kita.

Renungan :
Jika hari-hari ini saudara bimbang dan cemas, hanya ada satu jalan, datanglah  pada Yesus dalam doa dan permohonan. Ia berjanji akan memberikan kelegaan dan jalan keluar. Jangan ragu, percaya saja.

Doa adalah kunci untuk membuka pintu kemustahilan.

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer