Sabtu, 21 Januari 2012

Ester

ESTER

Ester adalah salah satu dari sedikit wanita yang pernah tercatat dalam sejarah Alkitab. Namanya tercatat dalam Alkitab karena dia (Ester) memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidup bangsa Israel. Oleh karena dialah seluruh bangsa Israel di pembuangan tidak jadi dimusnahkan dan tetap hidup serta bisa beranak cucu sampai mereka bisa kembali ke negeri mereka.
1.      Kejatuhan ratu Wasti
“Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.” (Ester 1:12).
peta


Saat orang Israel ditawan di Persia yang berkuasa di negeri itu adalah raja Ahasyweros (Xerxes). Dia adalah seorang raja yang membawahi 127 (seratus dua puluh tujuh) daerah, mulai India sampai Etiopia.
raja Ahasyweros memiliki istri, yaitu ratu Wasti. Sang ratu juga suka mengadakan pesta, sampai-sampai karena terlalu menikmati pestanya, saat sang raja memanggil dia, sang ratu menolak untuk datang. Hal tersebut membuat raja murka dan mencabut jabatan ratu Wasti serta mengusir dia dari kerajaan.
2.      Ester diangkat menjadi ratu menggantikan ratu Wasti
“Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.” (Ester 2:17).
Setelah ratu Wasti diturunkan dari jabatannya, seluruh negeri mengadakan pemilihan ratu yang baru untuk menggantikan Wasti. Maka seluruh wanita di negeri itu yang cantik parasnya dikumpulkan untuk mendapatkan perawatan sampai mereka layak menghadap raja.
Di antara gadis-gadis tersebut terdapat seseorang yang bernama Ester. Ia adalah keponakan dari Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kush seorang Yahudi dari suku Benyamin.
Secara bergiliran gadis-gadis yang sudah mendapatkan perawatan selama beberapa waktu, tepatnya yaitu selama dua belas bulan barulah mereka menghadap raja pada malam hari dan pagi harinya barulah raja memberikan keputusan apakah gadis tersebut layak menjadi Ratu menggantikan Wasti atau tidak.
Setiap gadis mendapatkan pertanyaan yang sama, tetapi tidak satupun dari mereka yang berhasil mendapatkan perhatian dari raja. Saat tiba saatnya giliran bagi Ester untuk menghadap raja, dia juga mendapatkan pertanyaan yang sama dari raja. Dia bebas meminta apa saja yang dia kehendaki. Namun atas nasihat pamannya ia tidak meminta apa-apa. Hal itu membuat hati raja mengasihi dan menyayangi Ester dan menobatkan dia sebagai ratu baru menggantikan Wasti.
3.      Ester menyelamatkan nyawa Ahasyweros
“Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyala kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.” (Ester 2:22).
Saat raja Ahasyweros memerintah, ternyata ada orang yang tidak senang dan memiliki maksud untuk membunuh sang raja, orang tersebut adalah Bigtan dan Teresh. Namun Mordekhai mengetahui maksud tersebut dan memberitahu Ester. Ester memberitahu raja dan akhirnya dua orang tersebut dihukum gantung.
4.      Haman VS Ester
a.      Muslihat Haman untuk memusnahkan orang Yahudi
“Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja.” (Ester 3:9).
Dalam kerajaan Ahasyweros ada seorang pejabat yang memiliki pangkat/kedudukan tinggi, sombong dan minta penghormatan dari orang lain. Orang tersebut adalah Haman bin Hamedata orang Agag. Semua orang mau sujud menyembah kepada dia saat dia lewat di jalan, namun ada satu orang yaitu Mordekhai yang tidak mau menyembah Haman, sebab dia adalah orang Yahudi dan hanya kepada Allah saja ia menyembah.
Karena peristiwa tersebut, Haman sakit hati dan mencari cara untuk memusnahkan seluruh orang Yahudi. Ia menghadap raja dan mengarang cerita yang membuat raja terbujuk dan menyerahkan cincin materai kepada Haman dan menyerahkan kepada Haman apa yang akan dia lakukan kepada bangsa Yahudi.
b.      Usaha Mordekhai dan Ester menyelamatkan bangsanya
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” (Ester 4:16).
Saat Mordekhai (paman Ester) mengetahui perihal rencana Haman untuk memusnahkan bangsa Israel, dia mengoyakkan pakaiannya dan semua orang Yahudi berpuasa. Ester yang mengetahui hal tersebut memerintahkan kepada dayang-dayangnya untuk mencari tahu apa yang membuat bangsanya begitu tertekan.
Setelah Ester mengetahui masalah yang sebenarnya, dia meminta seluruh orang Yahudi untuk berpuasa selama tiga hari dan ia sendiripun juga melakukannya. Pada hari ketiga Ester memberanikan diri untuk menghadap raja tanpa dipanggil, walaupun hal itu bertentangan dengan peraturan kerajaaan dan Ester bisa dihukum mati, tetapi dia tetap mengambil resiko tersebut.
Saat raja melihat Ester, karena kasih karunia Allah dia tidak marah kepada Ester tetapi justru memanggil dia dan berkenan untuk mengabulkan semua keinginan Ester. Ester tidak meminta harta, tetapi dia hanya meminta raja mengundang Haman dalam perjamuan yang akan diadakan oleh Ester.
c.       Kondisi berbalik, Haman dihukum mati
“Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: "Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya." Lalu titah raja: "Sulakan dia pada tiang itu." Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.” (Ester 7:9-10).
Ketika tiba waktunya perjamuan yang diadakan oleh Ester diadakan, maka raja dan Haman datang ke perjamuan tersebut. Saat raja bertanya kepada Ester apa yang dia inginkan dan raja akan mengabulkannya, maka Ester menceritakan semua yang akan terjadi pada bangsanya (orang Yahudi). Mendengar hal itu raja marah dan bertanya siapa orang yang mau melakukannya.
Ester mengatakan kepada raja bahwa orang yang mau berbuat jahat kepada bangsanya adalah Haman. Mendengar hal itu raja marah dan pada akhirnya menghukum Haman di tiang gantungan yang Haman persiapkan bagi Mordekhai.
d.      Orang Yahudi diselamatkan
“yang isinya: raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh atau membinasakan segala tentara, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, dari bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka, dan untuk merampas harta miliknya,” (Ester 8:11).
Pada hari yang sama raja memerintahkan menghukum Haman, raja juga memberikan kebebasan bagi bangsa Yahudi untuk hidup dan mempertahankan nyawa mereka terhadap orang-orang yang berusaha untuk memusnahkan mereka. Dan hari dimana orang Yahudi diberi kebebasan ditetampan menjadi salah satu dari hari perayaan Yahudi yang sebut dengan hari Purim, yaitu hari ke empat belas dan lima belas bulan Adar.
Setelah belajar sejarah kehidupan Ester yang luar biasa dan menyelamatkan bangsanya dari mau dan kepunahan. Tiba saat untuk mempelajari kharakter dari Ester yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa kharakter dari Ester yang patut dicontoh oleh setiap orang percaya :
1.      Seorang yang taat
Ester adalah orang yang taat. Hal itu dapat dilihat bagaimana Ester mentaati pamannya saat diperintahkan untuk tidak menyebutkan asalnya, dia pun tidak memberitahukan asalnya dari mana. Saat pamannya minta bantuan perihal bangsa Israel, Ester langsung menolong.
2.      Seorang yang berani
Ester bukan hanya orang yang memiliki ketaatan, tetapi dia juga seorang yang berani dan tidak takut dalam menanggung resiko. Hal itu ditunjukkan saat dia memberanikan dirinya menghadap raja Ahasyweros walaupun tidak dipanggil, yang membuat dia bisa dihukum mati oleh raja jika raja tidak berkenan sama dia.
3.      Seorang yang penuh kasih dan perduli akan bangsanya (memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi)
Saat Ester diangkat menjadi ratu, hal itu tidak membuat dirinya tinggi hati dan sombong serta lupa akan asal-usulnya. Dia tetap mengasihi bangsanya dan perduli akan nasib dari bangsanya. Saat bangsanya diancam untuk dimusnahkan, dia memberanikan diri untuk menanggung segala resiko dan mencari jalan keluar, sampai akhirnya bangsanya beroleh hak hidup yang bebas.
4.      Percaya dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya
Saat dia mengetahui masalah besar yang mengancam kelangsung hidup bangsanya, Ester tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Sebelum dia melakukan suatu tindakan, terlebih dahulu dia menyerahkan semua masalah yang dihadapi ketangan Tuhan dan berserah penuh kepada-Nya. Hal itu dia tunjukkan saat dia beserta seluruh bangsa Israel merendahkan diri dihadapan Tuhan dengan berdoa dan berpuasa selama tiga hari sebelum menghadap raja Ahasyweros.

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer