Jumat, 24 Februari 2012

Renungan Harian, 12 Pebruari 2012

Hidup Menjadi Berkat

2 Raja-raja 3:1-27; 1 Tesalonika 5:5
“Berkatalah Elisa: "Demi TUHAN semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu." (2 Raja-raja 3:14)

Kehidupan anak-anak Tuhan adalah seperti ikan di dalam aquarium. Dapat dilihat oleh siapapun yang lewat dan melihat aquarium tersebut. Demikianlah kehidupan kita, selalu menjadi sorotan bagi banyak orang. Bahkan seringkali orang berusaha untuk mencari-cari kesalahan kita supaya dapat menjatuhkan kita.
Cerita yang kita baca hari ini sungguhlah suatu cerita yang luar biasa. Di dalam firman Tuhan yang kita baca hari ini kita belajar dari seorang tokoh namanya adalah Yosafat – ia adalah raja dari Yehuda. Allah mengasihi Yosafat karena ia hidup takut akan Allah sama seperti Daud bapa leluhurnya.
Ketika terjadi suatu permasalahan di bangsa Israel dan Yehuda dan kemudian ketika mereka mencari hamba Tuhan untuk menanyakan apakah yang harus mereka lakukan. Ada hal yang menarik dari jawaban yang disampaikan oleh nabi Allah tersebut (Elisa). Nabi Allah tersebut mau menjawab karena memandang Yosafat, raja Yehuda yang takut akan Allah.
Yosafat dalam hal ini menjadi penyelamat atas bangsanya. Jika bukan karena dia, nabi Allah tersebut tidak mau menolong. Yosafat dipandang karena dia adalah benar-benar orang yang takut akan Allah dan hidup seturut dengan kebenaran firman Allah.
Kita adalah anak-anak terang dan kita adalah terang dunia (Mat 5:14). Karena kita adalah terang maka kita harus senantiasa memancarkan kemuliaan Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Kita hendaknya menjadi pendoa bagi bangsa dan negara kita. Biarlah Allah memandang kita dan berbelas kasihan serta memulihkan bangsa kita. Itulah peran kita sebagai sebagai anak-anak terang.
Biarlah setiap kita orang percaya menyadari tentang keberadaan diri kita sebagai terang dunia. Dan kita benar-benar berfungsi sebagai terang dunia dan keberadaan kita benar-benar menjadi berkat bagi orang-orang yang berada di sekeliling kita. Sama seperti Yosafat raja Yehuda, ia menjadi berkat bagi bangsanya sebab ia adalah benar-benar orang yang takut akan Allah.

Renungan :
Hari ini jadikan kisah Yosafat sebagai sebuah cermin dalam kehidupan saudara. Sudahkan saudara benar-benar berfungsi sebagai terang dan memancarkan kemuliaan Allah atau tidak. Biarlah kehidupan kita benar-benar menjadi berkat bagi orang-orang disekitar kita.

Biarlah terang-mu bersinar memancarkan kemuliaan Allah

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer