Jumat, 24 Februari 2012

Renungan Harian, 11 Pebruari 2012

Bait Allah

2 Tawarikh 3:1-17; 1 Korintus 6:19
“Kemudian ia membuat ruang maha kudus; panjangnya dua puluh hasta, menurut lebar rumah itu, dan lebarnya dua puluh hasta juga. Lalu ia menyaputnya dengan emas tua seberat enam ratus talenta;” (2 Tawarikh 3:8)

Firman Tuhan hari ini berisikan cerita saat Raja Salomo mulai membangun bait Allah, sebab saat itu bait Allah adalah berupa sebuah bangunan, dan harus dibangun dengan megah dan dari bahan yang terbaik untuk memuliakan Allah.
Saat ini bait Allah bukanlah lagi berupa sebuah bangunan fisik, tetapi berupa sebuah bangunan rohani. Memang benar secara bangunan saat ini ada gedung gereja, tetapi bait Allah yang sejati bukanlah gedung gereja dimana kita beribadah bersama dengan saudara seiman lainnya. Bait Allah yang sejati adalah diri kita sendiri (1 Kor 6:19).
Sebagai bait Allah, maka kerohanian kita harus dibangun semegah mungkin untuk memuliakan Allah. Bukan dibangun dengan batu bata, emas, perak atau benda-benda berharga lainnya, tetapi dibangun di atas dasar yang teguh dan kokoh, yaitu di dalam Yesus Kristus sendiri. Sebab Dialah satu-satunya dasar yang tidak dapat digoncangkan oleh apapun juga.
Untuk bisa membangun bait Allah rohani yang memuliakan nama-Nya maka kita harus juga senantiasa melekat kepada Kristus sebagai sumber kekuatan sejati (Yoh 15:1-8). Sehingga kita beroleh nutrisi yang terbaik bagi perkembangan pembanguan tubuh Kristus sebagai bait Allah yang sejati.
Sebagai manusia Kristus tentunya setiap orang percaya haruslah senantiasa hidup kudus, sebab sebagai bait Allah kekudusan itu sangatlah penting bagi kehidupan orang percaya. Bait Allah identik dengan kehadiran Allah, itu sebabnya ada ruang Mahakudus, dimana Allah hadir secara pribadi, orang percaya harus hidup kudus supaya hadirat Allah benar-benar hadir di dalam kehidupan orang percaya. Jika kehidupan kita tidak kudus (cemar dan penuh dosa) maka kita tidak akan pernah merasakan kehadiran Tuhan secara pribadi di dalam kehidupan kita.

Renungan :
Biarlah melalui firman Tuhan hari ini saudara diingatkan, bahwa sebagai orang percaya saudara adalah bait rohani bagi Allah. Sebagai bait rohani bagi Allah saudara haruslah benar-benar menjaga kekudusan saudara, sehingga Allah senantiasa hadir dan membimbing kehidupan kerohanian saudara.

Orang percaya adalah bait Allah rohani yang dibangun di atas KRISTUS

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer