Jumat, 02 Maret 2012

Renungan Harian, 12 Maret 2012

Campur Tangan Allah

2 Tawarikh 22:1-46; Yohanes 8:2-11
“Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, --ia adalah saudara perempuan Ahazia--menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh Atalya.” (2 Tawarikh 22:11)

Kita sadari atau tidak, Allah senantiasa memperhatikan kehidupan anak-anakNya. Mata-Nya tidak pernah lelah untuk senantiasa memperhatikan setiap orang percaya (1 Pet 3:12). Ia selalu mengawasi anak-anakNya.
Disaat terlemah dalam kehidupan kita sekalipun, sekali-kali Ia tidak pernah meninggalkan kita berjuang sendirian. Namun demikian banyak sekali orang percaya tidak menyadari akan hal tersebut. Yang terjadi sering kali ketika mereka merasa ada beban permasalah yang terjadi dan menimpa kehidupan mereka, pada awalnya mereka berdoa, tetapi ketika jawaban doa itu tidak kunjung datang yang mereka lakukan mulai mengeluh dan mempertanyakan Tuhan, apakah Dia tidak mendengar?
Seringkali kita juga mengalami hal yang sama. Kita berada dalam posisi yang terjepit dan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun justru disitulah iman kita sedang diuji oleh Allah. Pada kondisi yang demikian kita berada dalam suatu persimpangan jalan, mengikuti keinginan kita atau bersandar pada Allah. Jika kita terjebak dan salah dalam mengambil keputusan dengan mengikuti keinginan kita maka kita justru menyusahkan diri kita sendiri pada akhirnya.
Sadarilah bahwa Allah kita bukanlah manusia yang sering kali lupa janji. Ia Allah yang setiap dan penyertaan-Nya adalah bersifat kekal. Janganlah, kuatir, takut dan cemas saat badai permasalah menerpa, tetaplah bersandar pada Allah maka Dia pastilah memberikan jalan keluar dalam kehidupan saudara.
Yang jadi permasalahan bukanlah Allah, tetapi kita. Sering kali kita memang ketika menghadapi permasalahan bersandar pada Allah pada mulanya, tetapi karena tidak sabar dalam menantikan pertolongan Tuhan, maka kita bertindak sendiri dan itu justru menggagalkan pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya kita harus terus bersandar pada Allah dan tidak menggunakan kekuatan kita sendiri apapun yang terjadi.

Renungan :
Biarlah melalui firman Tuhan hari ini saudara semakin diteguhkan dan dikuatkan. Ingatlah ketika saudara angkat tangan dan berserah sepenuhnya pada Allah, maka Ia akan turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan saudara.

Bila kita angkat tangan, maka DIA pasti turun tangan

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer