Kamis, 15 Maret 2012

Renungan Harian, 25 Maret 2012

Persembahan Sulung

Nehemia 10:1-39; Roma 12:1-2
“Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon. Pun kami akan membawa ke rumah Allah kami, yakni kepada para imam yang menyelenggarakan kebaktian di rumah Allah kami, anak-anak sulung kami dan anak-anak sulung ternak kami seperti tertulis dalam kitab Taurat, juga anak-anak sulung lembu kami dan kambing domba kami.” (Nehemia 10:35-36)

Dalam pasal yang kita baca hari ini, diceritakan bagaimana Nehemia mengikat suatu perjanjian dengan orang Israel untuk hidup berkenan kepada Allah sebagai tanda penyesalan dan pertobatan mereka. Dalam perjanjian tersebut juga disinggung tentang persembahan, baik perpuluhan maupun persembahan sulung.
Melalui firman Tuhan yang kita baca hari ini salah satu point-nya adalah membawa persembahan yang sulung kehadapan Allah. Memang benar di dalam Perjanjian Lama hal tersebut masih tampak samar dari belum jelas kenapa harus yang sulung.
 Tetapi ketika kita melihat ke dalam Perjanjian Baru, barulah kita mengetahui bahwa sebenarnya korban sulung dan persembahan sulung merupakan sebuah gambaran dari pengorbanan Yesus. Sebab Ia disebut sebagai yang “SULUNG” dari Allah. Kata sulung sendiri memiliki arti utama dan yang terbaik. Itu sebabnya dalam adat Israel anak sulung mendapatkan berkat lebih besar dari anak yang lainnya, dan itu juga yang menjadi alasan mengapa hak kesulungan demikian penting.
Yesus sebagai persembahan sulung yang sejati telah mati dan menebus setiap orang yang percaya menjadi orang yang hidup berkemenangan. Sekarang adalah bagian kita orang percaya.
Korban Kristus itu akan berfungsi dalam kehidupan kita, jika kita benar-benar mau mengosongkan diri kita sepenuhnya dan menyerahkan pada Kristus dan membiarkan Ia bertahta dalam kehidupan kita.
 Tanpa adanya penundukan diri kepada Kristus dan menyerahkan seluruh hidup kita sebagai persembahan sejati pada Kristus, maka kita tidak bisa menerima sebagai Tuhan kita. Itulah sebabnya Tuhan menghendaki setiap kita orang percaya mempersembahkan buah sulung kita, yaitu kehidupan kita sendiri, dengan demikian Kristus benar-benar bertahta dalam kehidupan kita dan kita beroleh keselamatan yang sempurna.

Renungan :
Melalui firman Tuhan hari ini saudara diingatkan untuk memberikan diri saudara sepenuhnya pada Kristus. Tanpa itu maka saudara tidak bisa menerima keselamatan yang sejati, jangan tunda lagi berikanlah dirimu sepenuhnya pada Kristus dan biarkan Dia berkarya dalam kehidupan saudara.

Hidup kita adalah persembahan sulung yang sejati bagi Kristus

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer