Jumat, 16 Maret 2012

Renungan Harian, 28 Maret 2012

Kasih Persaudaraan 

Hakim-hakim 21:1-25; Yohanes 13:34-35
“Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: “Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel” (Hakim-hakim 21:6)

Perlulah disadari oleh setiap orang percaya, bahwa inti dari pengajaran seluruh kebenaran firman Tuhan, berbicara tentang “kasih”. Sebab kasih adalah sifat, karakter dan kepribadian Allah (1 Yoh 4:8, 16). Kasih itu menjadi sangat nyata melalui Pribadi Kristus. Ketika Ia datang ke dunia, Ia bukan sekedar bermaksud untuk menunjukkan Kuasa-Nya, tetapi untuk menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang percaya kepada-Nya (Yoh 3:16).
Itulah sebabnya juga, Allah mau supaya setiap orang percaya – yang telah menerima kasih Allah melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib, sehingga diselamatkan – hidup di dalam kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia.
Sejak dari semula iblis tidak suka melihat hubungan yang harmonis antara Allah dan manusia serta manusia dengan sesamanya. Sehingga ia menggoda manusia yang pertama sampai jatuh dalam dosa, kehilangan kemuliaan Allah serta jauh daripada Allah. Kemudian dalam Kejadian 4, tercatat perselisihan yang pertama antar sesama manusia sampai mengakibatkan kematian Habel adik Kain. Kasus Esau dan Yakub serta Yusuf dan saudara-saudaranya, semua perselisihan itu adalah akibat dosa dari kejatuhan manusia setelah tergoda oleh tipu muslihat iblis.
Sebagai orang percaya, kita harus sadar bahwa Allah menuntut kita untuk senantiasa hidup di dalam kasih (Mat 22?:37-40). Di pihak lain, ada pribadi yang terus berusaha untuk memecah-belah kehidupan setiap orang percaya, supaya tidak ada keharmonisan diantara setiap orang percaya, dan pihak lain itu adalah iblis (Rm 16:17; Yud 19).
Kasih adalah hal yang penting bagi kehidupan orang percaya. Oleh kasih kita telah diselamatkan, itulah sebabnya kita juga dituntut untuk hidup saling mengasihi. Sebab tidak mungkin kita bisa berkata kita mengasihi Allah yang tidak kelihatan, jika kita tidak mengasihi sesama kita yang kelihatan (1 Yoh 4:19-21).
Yesus sendiri menegaskan bahwa hidup dalam kasih adalah ciri orang percaya sebagai murid-murid Kristus yang sejati (Yoh 13:34-35). Jadi tidaklah mungkin kita mengaku sebagai murid Kristus, jika tidak ada kasih dalam kehidupan kita.
Paulus juga mengingatkan bahwa setiap orang percaya adalah bagian dari anggota tubuh Kristus yang harus senantiasa saling menguatkan, menopang dan menghiburkan satu sama lain (1 Kor 1:10; 12:25-27).

Renungan :
Biarlah saudara saat ini diingatkan pentingnya hidup dalam kasih. Kasih adalah identitas orang percaya sebagai murid Kristus. Oleh sebab itu biarlah kasih bukan sekedar slogan, tetapi menjadi gaya hidup dalam kehidupan saudara !

Kasih adalah tali pengikat yang erat dalam tubuh Kristus

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer