Menjadi Lampu Kecil Tuhan

Menjadi Lampu Kecil Tuhan

Bacaan Alkitab: Efesus 5:8 "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang."

Mati Lampu dan Ruangan yang Gelap

Pernahkah kamu mengalami mati lampu di rumah saat malam hari?

Bayangkan suasana ini: kamu sedang asyik bermain lego, menggambar, atau menonton kartun kesukaanmu di ruang tamu. Tiba-tiba… KLEK! Suara sakelar terdengar, dan seluruh rumah langsung berubah menjadi gelap gulita.

Kamu tidak bisa melihat ujung jarimu sendiri. Layar televisi mati, lampu gantung padam, dan bayangan benda-benda di sekitar kelihatan menakutkan. Langkah kaki yang tadinya cepat berubah jadi pelan-pelan karena takut menabrak meja atau tersandung mainan yang berserakan di lantai. Suasana terasa sepi, sedikit menyeramkan, dan membuat hati berdebar-debar.

Lalu, apa yang biasanya dilakukan Mama atau Papa?

Mama akan berjalan perlahan mengambil sebuah lilin kecil atau menghidupkan senter dari telepon genggamnya. Saat korek api dinyalakan—CESS!—sebuah nyala api kecil muncul di ujung lilin.

Coba perhatikan hal ajaib yang terjadi saat api kecil itu menyala. Ruangan yang tadinya gelap gulita perlahan-lahan mulai kelihatan lagi. Kamu bisa melihat kembali meja, kursi, dan mainanmu. Rasa takut yang tadinya membuat hatimu berdebar-debar mendadak hilang. Ruangan menjadi hangat dan aman kembali.

Padahal, jika dibandingkan dengan luasnya ruang tamu, ukuran lilin itu sangat kecil, bukan? Tapi kenapa cahaya yang begitu kecil bisa mengalahkan kegelapan yang sangat besar? Karena itulah sifat asli dari cahaya atau terang: terang selalu menang atas kegelapan. Kegelapan tidak pernah bisa mengusir terang, tetapi terang yang sangat kecil sekalipun sanggup mengusir kegelapan yang paling pekat.

Kegelapan di Dalam Hati

Di dalam Alkitab, Tuhan menceritakan sesuatu yang sangat penting tentang hidup kita. Firman Tuhan di surat Efesus 5:8 berkata bahwa dulu kita adalah kegelapan.

Apa sih maksudnya "dulu kita adalah kegelapan"? Apakah dulu tubuh kita berwarna hitam seperti bayangan? Tentu saja bukan!

Maksud kegelapan di sini adalah suasana di dalam hati dan pikiran manusia sebelum mengenal dan menerima Tuhan Yesus. Ketika hati seseorang berada di dalam kegelapan, hal-hal buruk mudah sekali terjadi.

Sama seperti saat kamu berjalan di kamar yang gelap dan sering tersandung, hati yang gelap juga membuat orang mudah tersandung ke dalam dosa. Contohnya seperti apa?

  • Hati yang gelap membuat seseorang mudah marah dan membentak orang tua.
  • Hati yang gelap membuat anak suka berbohong karena takut dimarahi.
  • Hati yang gelap membuat kita merasa iri saat melihat teman punya mainan baru.
  • Hati yang gelap membuat kita malas berbagi dan ingin menang sendiri.

Saat melakukan hal-hal buruk itu, hati kita rasanya tidak tenang. Ada rasa bersalah, rasa takut, dan rasa sedih. Itu karena kegelapan sedang bekerja di dalam hati kita. Hidup di dalam kegelapan membuat kita tidak bisa melihat betapa bahagianya hidup yang dipenuhi oleh kasih Tuhan.

Yesus Datang Membawa Terang

Tapi, ada kabar yang sangat indah untuk kita semua! Tuhan tidak membiarkan kita terus-menerus tinggal di dalam kamar yang gelap itu.

Tuhan Yesus datang ke dunia sebagai Terang Ajaib. Ketika Tuhan Yesus masuk dan tinggal di dalam hati kita saat kita percaya kepada-Nya, Dia membawa "senter raksasa" kasih-Nya. Kegelapan yang tadinya membuat hati kita takut dan suka berbuat dosa langsung diusir keluar.

Sekarang, hatimu tidak lagi gelap. Hatimu sudah dipenuhi oleh cahaya terang dari Tuhan Yesus!

Rasul Paulus menulis dalam surat Efesus, "Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang."

Pernahkah kamu berpikir, seperti apa sih rasanya menjadi "Anak Terang"? Anak terang bukanlah anak yang punya kekuatan super seperti pahlawan bertopeng di film kartun yang bisa mengeluarkan sinar laser dari matanya. Anak terang adalah anak-anak biasa—seperti kamu—yang hatinya menyimpan cahaya kasih Yesus, sehingga perbuatannya sehari-hari memancarkan kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya.

Bagaimana Cara Menjadi Lampu Kecil di Rumah dan Sekolah?

Mungkin kamu bertanya, "Bagaimana caranya aku bisa memancarkan terang Tuhan Yesus? Aku kan masih kecil!"

Jangan berkecil hati! Seperti lilin kecil yang ada di meja ruang tamu saat mati lampu, kamu tidak perlu menunggu menjadi dewasa untuk bisa bercahaya. Kamu bisa mulai menjadi lampu kecil Tuhan hari ini juga lewat perbuatan-perbuatan sederhana di bawah ini:

1. Menjadi Terang Lewat Senyuman dan Kata-Kata yang Manis
Anak terang tidak suka menggunakan kata-kata yang kasar atau nada suara yang membentak. Saat kamu menyapa Papa dan Mama di pagi hari dengan senyuman hangat, atau mengucapkan "terima kasih" saat dibantu, kamu sedang menyalakan lampu kecil di rumahmu. Kata-kata yang lembut dan penuh kasih bisa membuat hati orang lain yang sedang sedih atau lelah menjadi gembira kembali.

2. Menjadi Terang Lewat Perbuatan Mau Berbagi
Saat di sekolah atau tempat bermain, pernahkah kamu melihat teman yang lupa membawa pensil warna atau tidak membawa bekal makanan? Anak terang tidak akan pura-pura tidak tahu. Anak terang akan dengan senang hati meminjamkan pensil warnanya atau membagi kue bekalnya. Tindakan berbagi ini adalah cahaya indah yang membuat temanmu merasakan kasih Tuhan Yesus melalui dirimu.

3. Menjadi Terang Lewat Sikap Taat dan Jujur
Ketika Mama memintamu untuk merapikan mainan atau mematikan gadget untuk belajar, bagaimana responmu? Anak terang akan mendengarkan dan taat tanpa harus marah-marah atau menggerutu. Selain itu, saat kamu tidak sengaja merusakan barang atau berbuat salah, anak terang akan berani berkata jujur dan meminta maaf. Kejujuran adalah cahaya yang sangat berkilau di mata Tuhan.

4. Menjadi Terang Lewat Memaafkan Teman
Kadang-kadang, ada teman yang tidak sengaja merusak mainan kita atau mengucapkan kata yang membuat kita kesal. Anak kegelapan akan membalas dengan cara marah, memukul, atau memusuhi teman itu. Tapi anak terang memilih hal yang berbeda: mengampuni dan memaafkan. Saat kamu memaafkan, kamu sedang memadamkan api permusuhan dan menyalakan cahaya kedamaian.

Kisah Senter Kecil milik Budi

Untuk membantumu makin paham, coba dengarkan cerita tentang Budi ini.

Suatu hari di sekolah, Budi dan teman-teman sekelasnya sedang mewarnai gambar bersama di meja kelompok. Tiba-tiba, Doni—teman di sebelah Budi—tidak sengaja menyenggol cangkir air hingga tumpah dan membasahi kertas gambar milik Budi. Gambar Budi yang sudah diwarnai dengan rapi menjadi basah dan luntur.

Doni sangat kaget dan ketakutan. Dia berpikir Budi akan marah besar dan melaporkannya kepada Guru. Doni menundukkan kepala, bersiap-siap mendengarkan omelan Budi.

Tapi apa yang dilakukan Budi?

Hati Budi sempat merasa sedih karena gambarnya rusak. Namun, Budi ingat pelajaran Sekolah Minggu tentang menjadi Anak Terang. Budi menarik napas dalam-dalam, mengambil kain lap, dan berkata dengan lembut, "Tidak apa-apa, Doni. Aku tahu kamu tidak sengaja. Yuk, kita keringkan mejanya sama-sama."

Doni terperanjat. Dia menatap Budi dengan mata berbinar-binar. Rasa takut di hati Doni mendadak hilang, berganti dengan rasa kagum dan terima kasih yang sangat besar. Hari itu, perbuatan Budi yang sabar dan mau memaafkan telah menjadi lampu terang yang mengusir rasa takut di hati Doni. Teman-teman lain yang melihat kejadian itu juga belajar bahwa memaafkan adalah perbuatan yang sangat indah.

Jangan Sembunyikan Cahayamu!

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, lampu tidak pernah berguna jika setelah dinyalakan malah ditutupi dengan ember atau ditaruh di dalam lemari yang tertutup rapat. Lampu harus diletakkan di atas meja yang tinggi agar cahayanya bisa menerangi seluruh ruangan.

Sama seperti lampu itu, Tuhan Yesus memberikan terang-Nya kepadamu bukan untuk disembunyikan. Tuhan ingin kamu menunjukkan terang itu di mana pun kamu berada:

  • Di rumah saat bersama Papa, Mama, Kakak, atau Adik.
  • Di sekolah saat bersama Guru dan teman-teman sekelas.
  • Di tempat bermain bersama tetangga di sekitar rumahmu.

Mungkin dunia di sekitar kita kadang terasa gelap karena banyak orang yang suka marah, berbohong, atau berkelahi. Tapi ingatlah, semakin gelap sebuah ruangan, semakin bersinar terang cahaya lilin kecilmu! Kamu tidak perlu takut pada kegelapan, karena Yesus yang ada di dalam hatimu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di dunia ini.

Doa Hari Ini:

"Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah hadir di dalam hatiku dan mengusir semua kegelapan dosa. Terima kasih sudah menjadikanku sebagai anak-anak terang.

Tuhan, tolong bimbing aku setiap hari agar aku bisa memancarkan kasih-Mu. Ajar aku untuk menjadi anak yang jujur, ramah, suka berbagi, dan mau mendengarkan orang tua. Saat aku merasa sulit untuk berbuat baik, berikan aku keberanian dan kekuatan.

Biarlah lewat hidupku, Papa, Mama, guru, dan teman-temanku bisa melihat betapa indahnya kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan bersyukur. Amin."

Aktivitas Kreatif Hari Ini: Jurnal Lampu Kecilku
  1. Ambil selembar kertas putih dan beberapa pensil warna.
  2. Gambarlah sebuah lilin kecil atau sebuah lampu senter di tengah kertas tersebut.
  3. Tuliskan nama panjangmu di dalam gambar lilin atau senter itu.
  4. Di sekeliling gambar lilin, tuliskan 3 perbuatan baik yang ingin kamu lakukan hari ini.
  5. Tempelkan kertas gambarmu di pintu kamar atau di pintu kulkas agar kamu selalu ingat bahwa hari ini kamu adalah Lampu Kecil Tuhan!
Lebih baru Lebih lama