Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan Januari 2012

Renungan Harian, 31 Maret 2012

ROH yang Mengubahkan Hidup 1 Samuel 10:1-27; Kisah Para Rasul 1:8 “Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain” (1 Samuel 10:6) Roh TUHAN, Roh Allah, ataupun Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Oleh Roh itu kehidupan setiap orang percaya terus diubahkan sejalan dengan kehendak Allah, sebab Roh itu berasal dari Allah dan Roh itu adalah Allah. Dalam Perjanjian Lama, Roh Allah bekerja dan berkuasa atas orang-orang pilihan-Nya. Ketika Roh itu berkuasa atas seseorang, maka orang tersebut Allah pakai dengan luar biasa. Roh itu mengubahkan seseorang menjadi pribadi yang berbeda, bernubuat menyampaikan kebenaran Allah, menjadi pribadi yang berani dan siap untuk diutus Allah (Yes 6:6-8; Yer 1:6-9). Dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri berbicara akan datangnya Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang membimbing dan mengajar setiap orang percaya akan setiap kebenaran firman Allah (Yoh 14:26). Roh...

Renungan Harian, 30 Maret 2012

Menghormati Hadirat Allah  1 Samuel 6:1-21; Kisah Para Rasul 19:13-16 “Dan ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dasyatnya” (1 Samuel 6:19) Allah adalah Pribagi yang sangat konsisten dengan kekudusan. Itulah sebabnya, ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah mengusir manusia dari taman Eden, sebab gambaran kekudusan Allah pada manusia saat manusia jatuh dalam dosa telah rusak. Manusia, tidak dapat lagi dengan leluasa berhubungan dengan Allah. Ada serangkaian syarat dan pra-syarat yang harus dipenuhi sehingga berkenan kepada Allah. Dalam dunia Perjanjian Lama, ada satu suku yang dikhususkan dari bangsa Israel yang dapat melayani Allah, sebagai imam dan membawa Tabut Perjanjian. Selain suku Lewi, suku lain tidak diperkenankan untuk mendekat pada Tabut tersebut, jika dilanggar maka mereka akan memperoleh penghukuman d...

Renungan Harian, 31 Januari 2012

Kasih yang Nyata 2 Samuel 9:1-13; Lukas 6:35 “Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.” (2 Samuel 9:7) Hari ini kita belajar dari satu tokoh dalam kebenaran firman. Tokoh itu adalah raja Daud. Dia adalah seorang raja yang luar biasa yang sangat dikasihi oleh Allah. Ia begitu dikasihi oleh Allah, karena sikap dan kararternya yang luar biasa. Raja Daud walaupun di masa lalunya sangatlah dibenci oleh Saul, bukan karena raja Daud berbuat suatu kesalahan, tetapi karena iri hati, ia sampai dikejar-kejar oleh raja Saul dan menjadi buronan kerajaan, bahkan Saul beriktiar untuk membunuh Daud. Namun dalam beberapa kesempatan emas dimana Daud bisa dengan leluasa untuk membalas dan membunuh Saul, namun ia tidak melakukan hal tersebut. Hal itu dikarenakan, selain Saul adalah mertuany...

Renungan Harian, 30 Januari 2012

Hal Menghakimi 2 Samuel 4:1-12; 2 Tesalonika 1:5 “Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: "Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan atas Saul dan atas keturunannya.” (2 Samuel 4:8) Semenjak manusia jatuh dalam dosa, tabiat dosa mulai masuk dalam kehidupan manusia. Manusia mulai kehilangan tanggung jawabnya sebab gambaran Allah dalam diri manusia telah rusak. Manusia mulai saling mempersalahkan satu sama lain. Hal semacam itu sudah muncul ketika Allah datang mendekat kepada manusia (Adam dan Hawa) di taman Eden setelah manusia memakan buah pengetahuan dan jatuh dalam dosa. Ketika Allah bertanya kepada Adam tentang keberadaannya sekarang, Adam mulai menyalahkan Hawa, demikiannya halnya dengan Hawa ketika ditanyai oleh Allah ia menyalahkan ular (Kej 3:9-13). Perbuatan itu berlanjut pada keturunannya Kain yang membunuh adiknya Habe...

Renungan Harian, 29 Januari 2012

Jaga Lidah 2 Samuel 1:1-27; Yakobus 3:1-12 “Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN.” (2 Samuel 1:16) Jika mendengar tetang lidah, tidak seorang pun yang asing dengan kata ini. Sebab setiap orang pastilah memiliki lidah. Lidah adalah bagian dari tubuh yang walaupun kecil tetapi memiliki arti penting. Kehilangan lidah berarti ada banyak hal yang tidak bisa orang lakukan. Orang kalau mau makan, untuk menelan makanan yang telah dikunyah pastilah membutuhkan bantuan dari lidah. Terlebih lagi dalam lidah terdapat enzim yang membantu dalam proses pencernaan. Kemudian seseorang juga tidak bisa bicara jika orang tersebut tidak memiliki lidah. Walaupun lidah adalah bagian tubuh yang kecil, tetapi ia memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan kita, terutama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Itulah sebabnya firman Tuhan juga menaruh perhatian ter...

Renungan Harian, 28 Januari 2012

Jadilah Terang 1 Samuel 22:1-23; Matius 5:13-16 “Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang” (1 Samuel 22:2) Selama manusia hidup di dunia ini, Allah tidak pernah menjanjikan pada manusia untuk lepas dari permasalahan hidup. Hal tersebut juga berlaku bagi setiap orang percaya. Hal itu berarti selama orang percaya tinggal dan hidup di dunia ini tantangan dan permasalah hidup itu pasti menjadi hal keseharian. Walaupun demikian, bukan berarti kita akhirnya memiliki alasan untuk tidak menerapkan hidup dalam kasih di dalam kehidupan kita, sebab kita sendiri masih banyak permasalahan yang perlu untuk diselesaikan. Ketika Allah memanggil setiap orang percaya menjadi milik-Nya, hal itu juga berarti setiap orang percaya telah menjadi anggota dari kerajaan Allah. Sebagai anggota dari kerajaan Allah, maka setiap...

Renungan Harian, 27 Januari 2012

Kaca Mata Allah 1 Samuel 16:1-23; Lukas 5:22 “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7) Kita sebagai manusia senang sekali menilai seseorang dari tampak luarnya, walaupun kita belum benar-benar mengenal orang tersebut kita sudah mengambil suatu kesimpulan orang itu baik dan orang yang ini jahat. Sebagai suatu illustrasi, jika kita berjalan-jalan ke Mall dan bertemu dengan dua orang yang berbeda, yang satu pakaiannya kayak preman, berkumis tebal, wajah menyeramkan, dan yang seorang lagi berpakaian rapi, berdasi dan membawa tas koper. Semua orang, termasuk kita jika bertemu dengan orang yang demikian pasti mengambil kesimpulan bahwa orang yang berpakaian preman dan berwajah seram tadi adalah orang yang jahat dan sama sekali tidak ramah, dan kita harus berhati-hati te...

Renungan Harian, 26 Januari 2012

Dipanggil dan Diperlengkapi Keluaran 3:1-22; Kisah Para Rasul 1:8 “Lalu firman-Nya : “Bukankah Aku akan menyertai engkau ? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau : apabila engkau telah membawa bangsa ini keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini” (Keluaran 3:12). Reaksi Musa pada waktu pertama kali Tuhan panggil, merupakan gambaran dari reaksi setiap kita pada  waktu permulaan Tuhan panggil kita untuk melayani Dia. Seringkali ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani Dia, selalu timbul alasan “siapa aku” dan “apa yang harus aku katakan.” Alasan yang sama dipakai oleh Musa, ketika Allah memanggil dia (ayat 11 dan 13). Selain Musa, ada beberapa tokoh lain dalam Alkitab, ketika Allah memanggil mereka, mereka merasa tidak layak. Yesaya, ketika Tuhan memanggil dia untuk berbicara kepada bangsa Israel, ia berkata “celaka aku” (Yesaya 6:5). Yeremia, ketika Tuhan memanggil, dia beralasan “aku ini masih muda” (Yeremia 1:6). Seringkali ketika T...

Renungan Harian, 25 Januari 2012

Bapa Terbaik Kejadian 49:1-33; Ibrani 10:34 “Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata : “Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari” (Kejadian 49:1). Yakub merupakan contoh dari figur seorang bapa yang baik. Sebagai bapa yang baik, ia senantiasa perhatian kepada anak-anaknya. Ia tahu apa yang diperlukan oleh anak-anaknya dan memenuhi keperluan anaknya tersebut. Hal itu pula yang membuat Yakub di masa tuanya, sebelum ia meninggal, memanggil dan mengumpulkan anak-anaknya untuk memberkati dan memberi harta waris kepada anak-anaknya. Demikian halnya juga kita, sebagai bapa di dunia ini. Kita pasti rindu untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Makanan yang terbaik dan paling bergizi, sekolah yang terbaik dan semua kebutuhan anak pasti kita berikan yang terbaik. Terlebih lagi Bapa kita yang di sorga, Ia adalah Bapa yang terbaik dari yang terbaik dan tidak ada yang lebih baik dari Bapa kita. Sebagai Bapa yang terbaik, ...

Renungan Harian, 24 Januari 2012

Berserah pada Allah Kejadian 43:1-34; Yakobus 1:2-4 “Allah Yang Mahakuasa kiranya membuat orang itu menaruh belas kasihan kepadamu, supaya ia membiarkan saudaramu yang lain itu beserta Benyamin kembali. Mengenai aku ini, jika terpaksa aku kehilangan anak-anakku, biarlah juga kehilangan !” (Kejadian 43:14). Sebagai orang percaya, tentunya kita hidup oleh percaya dan bukannya dengan melihat. Hidup yang kita jalani adalah kehidupan oleh iman percaya kita kepada Yesus Kristus sebagai pengharapan kita, penolong dan penyelamat kita. Terkadang dalam menjalani kehidupan kita sebagai orang percaya, ada hal yang tidak kita duga datang dalam kehidupan kita. Ada masalah yang datang dalam kehidupan kita tanpa kita ketahui sebabnya. Memang ada masalah yang timbu oleh karena kesalahan kita. Jika memang demikian, tentunya kita harus segera sadar dan bertobat serta minta pemulihan dari Allah. Tetapi ada kalanya masalah itu timbul tanpa kita ketahui alasannya. Di saat seperti itulah kita harus bersa...

Renungan Harian, 23 Januari 2012

Sadar dan Bertobat Kejadian 38:1-30; 1 Yohanes 1:9 “Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu” (Kejadian 38:26). Kehidupan kekristenan merupakan kehidupan yang dinamis dan terus bertumbuh. Proses pertumbuhan tersebut terus berlangsung sampai mencapai taraf kerohanian yang sejati dan merupakan proses seumur hidup. Sebab selama kita masih hidup, proses itu terus berlangsung dan membawa kita semakin tumbuh dewasa dalam pengenalan akan Allah. Proses pertumbuhan rohani tidak selalu berjalan dengan mulus. Terkadang di tengah-tengah proses tersebut kita dapati kerikil yang licin dan dapat membuat kita jatuh terpeleset. Yesus sendiri mengajarkan kepada kita bahwa jalan yang benar yang harus kita lalui adalah jalan yang melalui pintu yang sesak dan jalan yang sempit, bukan pintu yang luas dan jalan yang lebar (Matius 7:13; Lu...

Renungan Harian, 22 Januari 2012

Sebuah Peringatan Wahyu 2:1-7; Ibrani 12:5-8 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4) Firman yang terdapat dalam Wahyu 2:1-7, merupakan penglihatan jemaat yang pertama yang Tuhan perlihatkan kepada Yohanes diantara ketujuh jemaat yang ada. Pada mulanya, melalui penglihatan yang diterima oleh Yohanes, Allah bangga dengan jemaat di Efesus. Allah bangga dengan jerih lelah dan ketekunan mereka (ayat 2). Allah bahkan sangat bangga kepada mereka, karena mereka sabar menghadapi pendusta dan penyesat, membenci mereka dan bahkan mereka rela menderita karena nama Tuhan (ayat 3, 6). Dari semua penyataan yang ada sebenernya jemaat di Efesus bukanlah jemaat yang tersesat, atau bahkan berdosa kepada Allah. Akan tetapi kemudian Allah menegor dengan keras sebab mereka telah meninggalkan kasih mereka yang semula (ayat 4). Dikatakan dalam ayat tersebut bahwa Allah “mencela” mereka. Hal tersebut merupakan sebuah peringatan dan teguran dari ...

Renungan Harian, 21 Januari 2012

Rahasia Hidup Bahagia Wahyu 1:1-3; Matius 5:6 “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” (Wahyu 1:3) Hari-hari ini dunia mengalami depresi yang cukup berat. Sebagai akibat resesi dunia dan krisis moneter global semuanya serba tidak menentu. Krisis kali ini tidak hanya berdampak pada masyarakat kelas bawah, tetapi sudah mencakup seluruh lapisan masyarakat. Bahkan perusahaan-perusahaan besar tidak sedikit yang kolaps gara-gara krisis tersebut. Di Amerika perusahaan otomotif raksasa seperti GM dan Ford sangatlah terpengaruh dan terancam tutup. Di Jepang sebuah perusahaan elektronik besar seperti Sony yang tidak pernah mengalami kerugian dilaporkan akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009 mereka mengalami kerugian. Demikian halnyua dengan anak-anak Tuhan. Jika anak-anak Tuhan menaruh pengharapan dan kehidupannya pada harta di dunia ini, pastilah akan mengalami kekecewa...

Renungan Harian, 20 Januari 2012

Tahan Uji Roma 5:1-11; 1 Korintus 3:14 “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”  (Roma 5:3-4) Setiap orang yang telah percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang telah dibenarkan dihadapan Allah. Dan sebagai orang yang telah dibenarkan, Allah menghendaki setiap orang percaya hidup dalam kebenaran tersebut, sebab kebenaran bukanlah sebuah norma atau nilai tetapi Pribadi (Yoh 14:6), yaitu Kristus sendiri. Allah tidak pernah menjanjikan ketika orang percaya hidup dalam kebenaran, maka kehidupannya akan senantiasa berjalan mulus tanpa ada tantangan sedikitpun. Dalam kehidupan mengikut Kristus tantangan, ujian dan permasalahan itu tetap masih ada. Tetapi dalam hal ini Allah ada dipihak orang percaya, menyertai dan memberikan kemenangan. Di dalam kehidupan kekristenan ada saat-saat dimana pengujian itu datang....

Renungan Harian, 19 Januari 2012

Mau Dibentuk Roma 12:1-8 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. " (Ezra 1:3) Setiap orang percaya pasti tidak asing dengan kata dibentuk. Kata ini digunakan untuk membentuk sesuatu dari yang tidak ada bentuknya sama sekali menjadi sebuah bentuk yang indah dan dapat dikenal. Dalam Alkitab kata ini digunakan untuk seorang penjunan yang sedang membentuk tanah liat menjadi sebuah bejana dan benda-benda lain yang berharga. Proses tersebut dimulai dari pemilihan tanah, pembersihan tanah dari kotoran, diproses dengan air, dibentuk dan diselesaikan. Kehidupan kita orang percaya adalah seperti tanah liat di tangan Allah. DIA adalah sang Maestro yang menghasilkan karya-karya yang terbaik bahkan tidak satu pun dari seniman di dunia ini yang dapat menyamai karya-Nya. Ditangan DIA kita akan dibentuk menjadi sesuatu yang sanga...

Renungan Harian, 18 Januari 2012

SINGKIRKAN KEDAGINGAN Kejadian 21: 1-34; Galatia 4:21-31                 “Berkatalah Sara kepada Abraham :”Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak” (Kejadian 21:10). Kita tahu bahwa Ishak adalah anak perjanjian yang Allah berikan kepada Abraham. Sedangkan Ismael adalah anak Abraham dengan gundiknya Hagar. Dengan demikian sangatlah wajar jika Ishak menjadi ahli waris Abraham, sedangkan Ismael tidak. Itulah sebabnya mengapa Allah tidak menyalahkan tindakan Sara (Kejadian 21:12). Secara rohani anak yang dilahirkan oleh Sara adalah anak yang diperanakkan menurut Roh, sedangkan anak yang dilahirkan oleh Hagar adalah anak yang diperanakkan dalam daging (Galatia 4:23). Kita sebagai orang percaya adalah anak yang dilahirkan dalam Roh, sehingga kita dilayakkan sebagai ahli waris dari Allah, yaitu warisan kehidupan yang kekal dalam ...

Renungan Harian, 17 Januari 2012

Mintalah Petunjuk dari Allah Kejadian 24:1-67; Matius 7:7-11                 “Lalu berkatalah ia :”TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham” (Kejadian 24:12). Kehidupan merupakan sebuah mister i . Tidak seorang pun tahu akan apa yang akan terjadi di depan. Tahun 2008 telah berlalu dan telah lewat. Sebelumnya para pakar ekonomi sebelum memasuki tahun tersebut berkeyakinan bahwa tahun 2008 perekonomian dunia bertumbuh dengan baik dan menggembirakan. T et a p i ketika memasuki bulan September mulai terasa gejolak ekonomi dan bulan November terjadi krisis keuangan dunia yang luar biasa. Hari-hari ini dunia semakin tidak menentu dan bergejolak, tidak seorang pun dapat menduga apa yang akan terjadi di depan. Dampak dari krisis bukan saja mempengaruhi orang dunia, kita sebagai orang percaya pun merasakan dampak dari krisis terseb...

Renungan Harian, 16 Januari 2012

Dipanggil sebagai Imam Imamat 8:1-36; 1 Petrus 2:9 “Maka Harun dan anak-anaknya melakukan segala firman yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa” (Imamat 8:36). Imamat 8, secara khusus menceritakan tentang pentahbisan Harun serta anak-anaknya sebagai imam yang melayani di kemah suci. Serangkaian acara disusun dan dilakukan sesuai perintah TUHAN. Mulai dari memakai seluruh perlengkapan imam, pencurahan korban penghapus dosa, korban bakaran sebagai korban api-apian yang menyenangkan TUHAN, barulah pentahbisan Harun dan anak-anaknya serta pengutusannya dilakukan. Dalam prosesi pentahbisan tersebut harus ada korban darah, dimana darah tersebut dioleskan pada cuping telinga kanan, ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanan sebagai lambing pengudusan. Kemudian diperciki minyak urapan pada Harun dan anak-anaknya serta pada pakaian mereka, barulah mereka melakukan tugas keimaman dan melakukan perintah TUHAN, sebab keimaman mereka telah sah dihadapan TUHAN. Setiap orang percaya meru...

Renungan Harian, 15 Januari 2012

Korban Sejati Imamat 6:1-30; Ibrani 9:13-14 “Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, sehingga ia menerima pengampunan atas perkara apa pun yang diperbuatnya sehinggan ia bersalah” (Imamat 6:7). Di dalam Perjanjian Lama, setiap orang yang berbuat salah dan berbuat dosa, haruslah mereka datang ke rumah Allah untuk mempersembahkan korban sebagai ganti untuk menebus kesalahan mereka. Korban tersebut diserahkan pada imam, dan para imamlah yang mengolah korban tersebut serta megnadakan pendamaian bagi orang yang membawa korban tersebut dihadapan Allah. Bisa dibayangkan, betapa sibuknya para imam dengan sejumlah korban yang banyak, sebab jumlah orang Israel pada waktu itu pun juga cukup banyak. Apalagi jika pola demikian diterapkan pada zaman sekarang, pasti luar biasa sibuknya. Pada waktu itu, setiap orang melakukan kesalahan atau dosa, ia harus memberikan korban penghapus salah berupa domba, kambing, lembu dan hewan korban lainnya. Jika orang tersebut melakukan ke...

Renungan Harian, 14 Januari 2012

Sesuai Instruksi Keluaran 39:1-43; Matius 24:46 “…, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa….. Dan Musa melihat segala pekerjaan itu, dan sesungguhnyalah, mereka telah melakukannya seperti yang diperintahkan TUHAN, demikianlah mereka melakukannya. Lalu Musa memberkati mereka” (Keluaran 39:1, 43). Kalimat “seperti yang diperintahkan TUHAN” merupakan pokok yang sangat penting dalam Keluaran 39. Oleh sebab itu, di kedua perokop yang ada dalam pasal ini, kalimat tersebut sering diulang. Pada perikop pertama ada 7 kali kalimat itu disebut dan pada perikop kedua ada 3 kali kalimat itu disebut, sehingga total secara keseluruhan dalam Keluaran 39 ada 10 kali kalimat “seperti yang diperintahkan TUHAN” itu disebutkan. Suatu kalimat, jika sering diulang-ulang, apalagi sampai 10 kali, pastilah bukan karena iseng atau kekurangan kalimat, tetapi kalimat tersebut mengandung sesuatu yang penting bahkan maha penting, yang perlu mendapat perhatian extra. Dalam hal ini berkaitan dengan “perintah TU...