Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Renungan Harian, 31 Mei 2012

Hidup dan Ketaatan Sejati Bacaan hari ini: 1 Petrus 1:13- 16 “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,”(1 Petrus 1:14) Tahukah saudara bahwa seorang prajurit harus memiliki ketaatan yang sempurna kepada atasnya. Hal itu sangat mereka butuhkan terutama ketika mereka sedang dalam medan pertempuran. Sebab pada waktu itu seorang prajurit harus benar-benar mendengarkan instruksi dari atasnya supaya bisa berkoordinasi dengan baik dan memenangkan pertempuran. Hal itu akan nampak jelas di jaman sebelum ada peralatan canggih. Koordinasi yang baik dan pembentukan formasi pasukan sangatlah menentukan kemenangan pasukan. Dan untuk itu diperlukan sebuah kata yang harus dituruti oleh setiap prajurit yaitu “KETAATAN” kepada atasan mereka,  supaya formasi mereka sempurna dan dapat memenangkan sebuah pertempuran. Dari gambaran di atas kita bisa mengetahui tentang pentingnya ketaatan di dalam jiwa seorang prajurit....

Renungan Harian, 30 Mei 2012

Bangkit dari Kematian Rohani Wahyu 3:1-6; 1 Yohanes 1:9 “Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.” (Wahyu 3:2) Segabai orang percaya, kita sangatlah  patut mengucap syukur karena Allah begitu mengasihi kita. Bagaimana tidak ? Dia Allah yang Maha segalanya, sampai rela mati demi untuk menebus setiap orang yang mau beriman dan percaya kepada-Nya (Yohanes 3:16). Sebagai Allah yang penuh kasih. Ketika Ia mendapati anak-anak-Nya berbuat kesalahan, Allah tidak serta-merta langsung memberikan penghukuman tanpa teguran dan peringatan (Ibrani 12:5-6). Sebagai Allah yang penuh kasih, Ia senantiasa memperingatkan setiap kita dan menegor ketika kita mulai jauh dari Tuhan. Bahkan ketika kita mau sadar, berbalik pada Tuhan dan bertobat Allah senantiasa setia dan mau memberikan pengampunan-Nya pada kita (1 Yohanes 1:9). Hari ini kita ditegor akan sikap hidup kita sebaga...

Renungan Harian, 29 Mei 2012

Sebuah Peringatan Wahyu 2:1-7; Ibrani 12:5-8 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4) Firman yang terdapat dalam Wahyu 2:1-7, merupakan penglihatan jemaat yang pertama yang Tuhan perlihatkan kepada Yohanes diantara ketujuh jemaat yang ada. Pada mulanya, melalui penglihatan yang diterima oleh Yohanes, Allah bangga dengan jemaat di Efesus. Allah bangga dengan jerih lelah dan ketekunan mereka (ayat 2). Allah bahkan sangat bangga kepada mereka, karena mereka sabar menghadapi pendusta dan penyesat, membenci mereka dan bahkan mereka rela menderita karena nama Tuhan (ayat 3, 6). Dari semua penyataan yang ada sebenernya jemaat di Efesus bukanlah jemaat yang tersesat, atau bahkan berdosa kepada Allah. Akan tetapi kemudian Allah menegor dengan keras sebab mereka telah meninggalkan kasih mereka yang semula (ayat 4). Dikatakan dalam ayat tersebut bahwa Allah “mencela” mereka. Hal tersebut merupakan sebuah peringatan ...

Renungan Harian, 28 Mei 2012

Rahasia Hidup Bahagia Wahyu 1:1-3; Matius 5:6 “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” (Wahyu 1:3) Hari-hari ini dunia mengalami depresi yang cukup berat. Sebagai akibat resesi dunia dan krisis moneter global semuanya serba tidak menentu. Krisis kali ini tidak hanya berdampak pada masyarakat kelas bawah, tetapi sudah mencakup seluruh lapisan masyarakat. Bahkan perusahaan-perusahaan besar tidak sedikit yang kolaps gara-gara krisis tersebut. Di Amerika perusahaan otomotif raksasa seperti GM dan Ford sangatlah terpengaruh dan terancam tutup. Di Jepang sebuah perusahaan elektronik besar seperti Sony yang tidak pernah mengalami kerugian dilaporkan akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009 mereka mengalami kerugian. Demikian halnyua dengan anak-anak Tuhan. Jika anak-anak Tuhan menaruh pengharapan dan kehidupannya pada harta di dunia ini, pastilah akan men...

Renungan Harian, 27 Mei 2012

Tahan Uji Roma 5:1-11; 1 Korintus 3:14 “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”  (Roma 5:3-4) Setiap orang yang telah percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang telah dibenarkan dihadapan Allah. Dan sebagai orang yang telah dibenarkan, Allah menghendaki setiap orang percaya hidup dalam kebenaran tersebut, sebab kebenaran bukanlah sebuah norma atau nilai tetapi Pribadi (Yoh 14:6), yaitu Kristus sendiri. Allah tidak pernah menjanjikan ketika orang percaya hidup dalam kebenaran, maka kehidupannya akan senantiasa berjalan mulus tanpa ada tantangan sedikitpun. Dalam kehidupan mengikut Kristus tantangan, ujian dan permasalahan itu tetap masih ada. Tetapi dalam hal ini Allah ada dipihak orang percaya, menyertai dan memberikan kemenangan. Di dalam kehidupan kekristenan ada saat-saat dimana pengujian...

Renungan Harian, 26 Mei 2012

Mau Dibentuk Roma 12:1-8 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. " (Ezra 1:3) Setiap orang percaya pasti tidak asing dengan kata dibentuk. Kata ini digunakan untuk membentuk sesuatu dari yang tidak ada bentuknya sama sekali menjadi sebuah bentuk yang indah dan dapat dikenal. Dalam Alkitab kata ini digunakan untuk seorang penjunan yang sedang membentuk tanah liat menjadi sebuah bejana dan benda-benda lain yang berharga. Proses tersebut dimulai dari pemilihan tanah, pembersihan tanah dari kotoran, diproses dengan air, dibentuk dan diselesaikan. Kehidupan kita orang percaya adalah seperti tanah liat di tangan Allah. DIA adalah sang Maestro yang menghasilkan karya-karya yang terbaik bahkan tidak satu pun dari seniman di dunia ini yang dapat menyamai karya-Nya. Ditangan DIA kita akan dibentuk menjadi sesuat...

Renungan Harian, 25 Mei 2012

Petunjuk TUHAN Bilangan 36:1-13; Filipi 4:6-7 “Inilah firman yang diperintahkan TUHAN mengenai anak-anak perempuan Zelafehad, bunyinya : Mereka boleh kawin dengan siapa saja yang suka kepada mereka, asal mereka kawin di lingkungan salah satu kaum dari suku ayah mereka” (Bilangan 36:6). Dalam menjalani kehidupan kita sebagai orang percaya, terkadang Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi di dalam kehidupan kita, tanpa kita tahu bagaimana jalan keluarnya. Demikian halnya yang terjadi atas salah satu kaum dari suku Israel yang diceritakan pada bacaan firman hari ini. Ada salah satu kaum dari suku Manasye yang tidak memiliki anak laki-laki sama sekali, sehingga harta waris jatuh ke anak perempuan. Yang menjadi permasalahan, ketika mereka menikah, maka milik pusaka mereka akan jatuh pada suku lain dengan siapa mereka menikah, sehingga milik pusaka suku Manasye bisa berkurang. Suatu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah ini, bahwa ketika mereka menghadapi permasalahan ta...

Renungan Harian, 24 Mei 2012

Tidak Mementingkan Diri Sendiri Bilangan 32:1-42; Kisah Para Rasul 4:34-35 “Kami tidak akan pulang ke rumah kami, sampai setiap orang Israel memperoleh milik pusakanya” (Bilangan 32:18). Dalam Bilangan pasal 32 dikisahkan bagaimana suku Ruben, Gad dan setengah dari suku Manasye meminta milik pusaka mereka sebelum menyeberangi sungai Yordan. Setelah berdiskusi dengan Musa, akhirnya Musa mengijinkan mereka, dengan satu syarat, agar mereka menepati janji mereka untuk tidak menduduki milik pusaka mereka dulu sebelum seluruh orang Israel memperoleh miliki pusaka mereka. Cerita dalam pasal ini, mengajarkan setiap kita orang percaya untuk tidak bersikap egois dan mementingkan diri sendiri. Melalui firman Tuhan hari ini kita diajarkan bagaimana kita harus memiliki kasih satu sama lain sebagai saudara seiman. Yesus sendiri mengajarkan pada setiap kita agar kita hidup dalam kasih, supaya nyata bahwa setiap kita adalah murid Kristus. Bahkan Kristus sendiri telah memberikan teladan...

Renungan Harian, 23 Mei 2012

Terdaftar di Sorga Bilangan 26:1-65; Lukas 10:20 “Kepada suku-suku itulah harus dibagikan tanah itu menjadi milik pusaka menurut nama-nama yang dicatat;” (Bilangan 26:53). Dalam pasal ini, TUHAN memerintahkan Musa dan Eleazar anak imam Harun untuk menghitung seluruh bangsa Israel dari setiap suku dan kaum mereka. Ini adalah kali kedua seluruh bangsa Israel dihitung. Namun penghitungan kali ini berbeda dengan penghitungan yang pertama. Dalam penghitungan yang pertama ada pengangkatan pemimpin setiap suku dan jumlah orang dewasa setiap suku. Sedangkan dalam penghitungan yang kedua, tidak ada lagi pengangkatan pemimpin, namun dari setiap suku, kaum-kaum yang ada disebutkan namanya. Itu semua Tuhan perintahkan bukan tanpa maksud. Jika melihat pada ayat 53 sampai 56, maka nampak jelas bahwa maksud dari penyebutan nama kaum adalah untuk pembagian milik pusaka sesuai dengan nama kaum mereka, pada waktu mereka memasuki tanah Kanaan. Kita sebagai orang percaya merupakan milik Kris...

Renungan Harian, 22 Mei 2012

Baptisan Pertobatan Bilangan 19:1-22; Kisah Para Rasul 2:38-40 “Maka seorang yang tahir haruslah mengumpulkan abu lembu itu dan menaruhnya pada suatu tempat yang tahir di luar tempat perkemahan, supaya semuanya itu tinggal tersimpan bagi umat Israel untuk membuat air pentahiran; itulah penghapus dosa” (Bilangan 19:9). Setiap orang percaya pastilah sepakat bahwa keselamatan itu tidak bisa diperoleh dengan usaha sendiri sebagai manusia. Keselamatan hanya bisa diperoleh oleh karena iman percaya kita kepada Kristus, sebab Kristus telah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa setiap kita. Tetapi, tahukah kita kalau keselamatan menyangkut dua aspek? Aspek pertama, yaitu dari pihak Allah yang memberi keselamatan. Allah telah memberikan Anak-Nya yang Tunggal sebagai korban yang sempurna dan menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Aspek kedua, yaitu dari pihak manusia yang menerima keselamatan. Keselamatan itu dapat kita terima, jika kita mau mengakui pengorbanan Kris...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...