Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Renungan Harian, 31 Maret 2012

ROH yang Mengubahkan Hidup 1 Samuel 10:1-27; Kisah Para Rasul 1:8 “Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain” (1 Samuel 10:6) Roh TUHAN, Roh Allah, ataupun Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Oleh Roh itu kehidupan setiap orang percaya terus diubahkan sejalan dengan kehendak Allah, sebab Roh itu berasal dari Allah dan Roh itu adalah Allah. Dalam Perjanjian Lama, Roh Allah bekerja dan berkuasa atas orang-orang pilihan-Nya. Ketika Roh itu berkuasa atas seseorang, maka orang tersebut Allah pakai dengan luar biasa. Roh itu mengubahkan seseorang menjadi pribadi yang berbeda, bernubuat menyampaikan kebenaran Allah, menjadi pribadi yang berani dan siap untuk diutus Allah (Yes 6:6-8; Yer 1:6-9). Dalam Perjanjian Baru, Yesus sendiri berbicara akan datangnya Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang membimbing dan mengajar setiap orang percaya akan setiap kebenaran firman Allah (Yoh 14:26). Roh...

Renungan Harian, 30 Maret 2012

Menghormati Hadirat Allah  1 Samuel 6:1-21; Kisah Para Rasul 19:13-16 “Dan ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dasyatnya” (1 Samuel 6:19) Allah adalah Pribagi yang sangat konsisten dengan kekudusan. Itulah sebabnya, ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah mengusir manusia dari taman Eden, sebab gambaran kekudusan Allah pada manusia saat manusia jatuh dalam dosa telah rusak. Manusia, tidak dapat lagi dengan leluasa berhubungan dengan Allah. Ada serangkaian syarat dan pra-syarat yang harus dipenuhi sehingga berkenan kepada Allah. Dalam dunia Perjanjian Lama, ada satu suku yang dikhususkan dari bangsa Israel yang dapat melayani Allah, sebagai imam dan membawa Tabut Perjanjian. Selain suku Lewi, suku lain tidak diperkenankan untuk mendekat pada Tabut tersebut, jika dilanggar maka mereka akan memperoleh penghukuman d...

Renungan Harian, 29 Maret 2012

Bertekun dalam Doa 1 Samuel 1:1-28; Roma 12:12 “dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. … . Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada TUHAN” (1 Samuel 1:10, 20) Hana adalah sosok wanita yang luar biasa. Ia adalah wanita yang tegar dalam menghadapi permasalahan di dalam kehidupannya. Walaupun ia diperlakukan secara kurang adil oleh suaminya (1 Sam 1:4-5), dan selalu disakiti oleh madunya (ayat 6) ia tetap tegar dan sabar, serta menaruh semua permasalahan yang ia hadapi dan berserah sepenuhnya pada Allah. Pada suatu kesempatan, Hana berdoa dengan sungguh-sungguh dengan hati yang pedih ia membawa segala perkaranya kehadapan Allah. Allah melihat kesungguhan hati Hana dan akhirnya memberikan keturunan pada Hana. Hal yang luar biasa yang dilakukan oleh Hana, ketika dia telah mendapatkan keturunan, ia selalu ingat akan janji dan na...

Renungan Harian, 28 Maret 2012

Kasih Persaudaraan  Hakim-hakim 21:1-25; Yohanes 13:34-35 “Orang-orang Israel merasa kasihan terhadap suku Benyamin, saudaranya itu, maka kata mereka: “Hari ini ada satu suku terputus dari orang Israel” (Hakim-hakim 21:6) Perlulah disadari oleh setiap orang percaya, bahwa inti dari pengajaran seluruh kebenaran firman Tuhan, berbicara tentang “kasih”. Sebab kasih adalah sifat, karakter dan kepribadian Allah (1 Yoh 4:8, 16). Kasih itu menjadi sangat nyata melalui Pribadi Kristus. Ketika Ia datang ke dunia, Ia bukan sekedar bermaksud untuk menunjukkan Kuasa-Nya, tetapi untuk menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang percaya kepada-Nya (Yoh 3:16). Itulah sebabnya juga, Allah mau supaya setiap orang percaya – yang telah menerima kasih Allah melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib, sehingga diselamatkan – hidup di dalam kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia. Sejak dari semula iblis tidak suka melihat hubungan yang harmonis antara Allah dan manusia serta manusi...

Renungan Harian, 27 Maret 2012

Jangan Tergoda Hakim-hakim 16:1-31; Efesus 6:11 “Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: “Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain” (Hakim-hakim 16:17) Kisah Simson bukanlah cerita yang asing ditelinga setiap orang percaya. Kisah tersebut menceritakan tentang seorang nazir Allah, yang Allah pakai sebagai Hakim atas bangsa Israel. Jika Superman merupakan manusia yang kuat, namun hanya sebuah cerita fiksi dan bukanlah suatu kenyataan, maka Simson adalah superman yang sebenarnya. Kekuatan yang ia miliki bukanlah hasil dari berlatih, tetapi kekuatan yang melimpah tersebut ia miliki karena Roh Allah berkuasa atas dirinya (Hak 15:14). Walaupun Simson merupakan manusia yang kuat dan pahlawan Israel yang perkasa, namun ia adaalh pribadi yang mudah jatuh dalam rayuan wanita. Suatu ...

Renungan Harian, 26 Maret 2012

Memenuhi Nazar Hakim-hakim 11:1-40; Kisah Para Rasul 18:18 “Demi dilihatnya dia, dikoyakkanlah bajunya, sambil berkata: “Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada Tuhan, dan tidak dapat aku mundur” (Hakim-hakim 11:35) Saat ini kita belajar dari pribadi yang luar biasa. Pribadi itu adalah Yefta, seorang pahlawan Israel yang luar biasa (Hak 11:1). Ia menjadi Hakim atas Israel, melalui dia Allah mengaruniakan kemenangan yang luar biasa atas bani Amon (Hak 11:32-33). Sebagai seorang pemimpin dan pahlawan bagi bangsa Israel, Yefta memiliki karakter yang luar biasa. Ia adalah pribadi yang selalu konsisten dengan apa yang dilakukan dan diucapkannya. Ia selalu menepati segala sesuatu yang ia ucapakan. Sebelum ia berangkat berperang melawan bani Amon, ia mengucapkan suatu nazar kepada Allah, bahwa jika ia menang dalam peperangan, yang pertama kali keluar dari pintu rumahnya akan dikorbankan bagi ...

Renungan Harian, 25 Maret 2012

Persembahan Sulung Nehemia 10:1-39; Roma 12:1-2 “Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon. Pun kami akan membawa ke rumah Allah kami, yakni kepada para imam yang menyelenggarakan kebaktian di rumah Allah kami, anak-anak sulung kami dan anak-anak sulung ternak kami seperti tertulis dalam kitab Taurat, juga anak-anak sulung lembu kami dan kambing domba kami.” (Nehemia 10:35-36) Dalam pasal yang kita baca hari ini, diceritakan bagaimana Nehemia mengikat suatu perjanjian dengan orang Israel untuk hidup berkenan kepada Allah sebagai tanda penyesalan dan pertobatan mereka. Dalam perjanjian tersebut juga disinggung tentang persembahan, baik perpuluhan maupun persembahan sulung. Melalui firman Tuhan yang kita baca hari ini salah satu point-nya adalah membawa persembahan yang sulung kehadapan Allah. Memang benar di dalam Perjanjian Lama hal tersebut masih tampak samar dari belum jelas kenapa harus yang s...

Renungan Harian, 24 Maret 2012

Disertai oleh Allah Nehemia 2:1-20; Markus 6:50 “Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.”  (Nehemia 2:18) Nehemia adalah seorang yang sehari-hari berhadapan dengan raja. Hal itu dikarenakan dia adalah seorang juru minum bagi raja. Sebagai seorang juru minum raja ia harus meracik dan menyediakan minuman bagi raja. Pekerjaannya adalah sebuah pekerjaan yang sangat beresiko. Jika dia salah meracik minuman yang mengakibatkan raja sakit saja ia bisa kehilangan nyawanya. Bukan itu saja, ketika ia menyajikan minuman di hadapan raja, ia harus menyajikan dengan sukacita dan tidak boloeh sedih atau cemberut sekalipun, sebab itu bisa dianggap mencurigakan dan penghinaan terhadap raja, dan akibatkan dia bisa mendapat hukuman mati. Pada cerita yang kita baca hari ini, ...

Renungan Harian, 23 Maret 2012

Menunaikan Tugas Panggilan Ezra 7:1-28; Titus 3:1 “Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku.”  (Ezra 7:28b) Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani Dia dan menjadi berkat bagi orang disekelilingnya dan memuliakan nama Allah dalam segala aspek kehidupan orang percaya. Termasuk juga kita harus juga menjadi berkat bagi negera kita. Seringkali kita lebih mudah mengkritik kesalahan dari bangsa kita daripada ambil bagian dalam pemulihan negara kita. Kita sering kali menempatkan diri kita sebagai seorang komentator sebuah pertandingan sepak bola. Kita begitu gencar dan semangat ketika mengomentari setiap pemain sepak bola ketika mereka menendang bola, mengumpan, memasukkan goal, bahkan ketika mereka melakukan sebuah kesalahan. Kita bahkan menyalahkan pemain tersebut, dan mengatakan bahwa seharusnya tidak demikian harusnya memakai po...

Renungan Harian, 22 Maret 2012

Sebuah Tantangan Ezra 4:1-24; Matius 10:16-33 “Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun. Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka.”  (Ezra 4:4-5) Terkadang dalam menghadapi kehidupan ini, kita sering kali menghadapi dan mendapati kerikil-kerikil tajam dalam kehidupan kita, yang menghalangi kita untuk bisa berjalan dan berlari dengan cepat. Hal itu pulalah yang dihadapi oleh bangsa Israel pada kisah yang kita baca hari ini. Saat mereka sedang membangun kembali tembok-tembok Yerusalem yang sudah rusak berat akibat perang, orang-orang disekeliling mereka memperolok mereka. Bahkan bukan itu saja. Tidak puas memperolok, mereka menyebarkan gosip yang jelas tidak benar pada setiap orang dan gosip tersebut sampai ditelinga raja Artahsasta yang mengakibatkan ...

Renungan Harian, 21 Maret 2012

Pemulihan Ezra 1:1-11; 1 Yohanes 1:9 “Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.." (Ezra 1:3) Setiap orang pastilah pernah berbuat suatu kesalahan dihadapan Tuhan. Tetapi sebesar apapun kesalahan seseorang tersebut jika kita mengaku dihadapan Tuhan, Tuhan pastilah memulihkan kehidupan umat-Nya. Cerita yang kita baca hari ini adalah merupakan awal pemulihan bangsa Israel, dimana mereka mulai diijinkan kembali ke negerinya, setelah mengalami pembuangan selama tujuh puluh tahun. Dari cerita ini, kita tahu bahwa Allah adalah benar-benar Allah yang setia dan selalu menepati janji-Nya. Ia tidak pernah lupa, apalagi mengingkari janji yang telah diberikan kepada umat-Nya. Sekali Ia berfirman, maka firman-Nya itu adalah ya dan amin. Demikian pula dengan janji pemulihan yang Allah berikan kepada umat-Nya. Hal t...

Renungan Harian, 20 Maret 2012

Jangan ragukan ALLAH ! Ayub 24:1-25; Galatia 6:7 “Mengapa Yang Mahakuasa tidak mencadangkan masa penghukuman dan mereka yang mengenal Dia tidak melihat hari pengadilan-Nya?” (Ayub 24:1) Dalam pasal yang kita baca. Lagi-lagi Ayub menunjukkan keterguncangan imannya, seolah-olah ia adalah seseorang yang tidak pernah mengenal Allah sebelumnya. Dalam pasal tersebut Ayub menyampaikan keluh kesahnya dan mempertanyakan keadialan Allah dengan membandingkan kehidupan orang yang takut akan Tuhan dengan orang bebal. Ia mempertanyakan dimanakan keadilan Tuhan, mengapa orang bebal yang selalu berbuat kejahatan, seolah-olah Allah biarkan berbuat semena-mena dan mereka justru berhasil dalam setiap pekerjaannya dan Allah tidak menghukum mereka, sedangkan orang benar dan takut akan Allah yang tertindas yang senantiasa berdoa, tetapi seolah-olah Allah tidak mendengarkan (Ayb 24:12). Setiap kita pasti juga pernah mengalami situasi yang sama. Ada kalanya kita dalam kondisi lemah dan terteka...

Renungan Harian, 19 Maret 2012

Penolong SEJATI Ayub 16:1-22; Ibrani 13:6 “Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua!”  (Ayub 16:2) Setiap orang pasti pernah mengalami permasalahan yang membuat orang tersebut mencapai titik terendah dalam imannya yang membuat ia berada dalam sebuah persimpangan apakah ia akan terus beriman pada Kristus atau memiliki untuk menjadi murtad. Apa yang Ayub ungkapkan dalam pasal ini adalah bentuk dari tertekannya batin Ayub ditambah dengan perkataan sahabat-sahabatnya yang membuat ia emosi dan semakin lemah imannya. Hal yang sama bisa jadi juga terjadi dalam kehidupan setiap orang percaya, saat apa permasalahan orang terdekat bukannya menghibur dan menguatkan tetapi justru memperolok dan mempertanyakan iman. Hal tersebut bisa membuat iman down dan marah. Dalam situasi yang demikian firman Tuhan menasihatkan setiap orang percaya agar menguasai diri dan menjadi tenang (1 Pet 4:7). Menyerahkan segala perkara ke dalam tangan yang tepat yaitu Ye...

Renungan Harian, 18 Maret 2012

Kemuliaan yang lebih Berharga Ayub 8:1-22; Filipi 3:7 “Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia.”  (Ayub 8:7) Ketika seseorang mau percaya dan mengikut Kristus, pada awal mulanya tidak sedikit yang beranggapan bahwa setelah seseorang menjadi percaya mereka akan bebas dari segala permasalahan hidup dan kehidupan mereka akan senantiasa damai. Namun pada kenyataannya setelah mereka percaya Yesus, tidak sedikit yang menjadi kecewa, karena yang mereka hadapi justru permasalahan hidup bukan hilang, tetapi setelah mengikut Kristus tantangan yang harus mereka hadapi semakin banyak dan berat menurut ukuran manusia. Memang Allah tidak pernah menjanjikan ketika seseorang percaya pada-Nya akan bebas dari segala permasalahan hidup, yang Ia janjikan adalah Allah akan menyertai dan mereka yang percaya pada akhirnya ditentukan menjadi pemenang. Jangan pernah sekalipun meragukan penyertaan Kristus dalam kehidupan ...

Renungan Harian, 17 Maret 2012

Tetaplah Kuat Ayub 3:1-26; Matius 5:10-12 “Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.”  (Ayub 3:26) Ayub siapa sih yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini? Sejak kita masih kecil dan ikut ibadah sekolah minggu kita sudah familiar dengan tokoh ini, sebab tokoh ini paling sering menjadi bahan cerita guru-guru sekolah minggu. Dia adalah seorang yang kaya raya dan takut Tuhan, sampai suatu hari Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi dalam kehidupannya. Dalam waktu yang sangat singkat ia kehilangan segala sesuatu yang berharga dalam hidupnya – harta kekayaan, anak dan istrinya meninggalkan dia – yang membuat dia goyah. Ayub pasal 3 yang kita baca hari ini menceritakan ungkapan isi hati dari Ayub melalui keluh kesahnya, yang menunjukkan begitu tertekan dan kagetnya ia menghadapi suatu kejadian beruntun yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Setiap kita pun sedikit banyak pernah mengalami situasi ya...

Renungan Harian, 16 Maret 2012

Upah Takut akan Allah Ester 10:1-3; Matius 5:13-16 “Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya. " (Ezra 1:3) Siapa sih yang tidak kenal Ratu Ester yang luar biasa, tetapi siapakah Mordekhai yang ada dalam kitab Ester, apakah jasanya sehingga ia tercatat pada bagian penutup dalam kitab ini dan sangat dihormati. Namun dibalik Ratu Ester yang luar biasa ada orang biasa yang membuat dia diangkat sebagai ratu. Orang sederhana tersebut adalah Mordekhai paman dari Ester. Karena nasehat dari Mordekhailah Ester bisa diangkat menjadi menjadi Ratu dari Ahasyweros. Suatu hari salah seorang pejabat dari Raja Ahasyweros, yaitu Haman beriktiar (memiliki rencana) untuk memusnahkan bangsa Yahudi dan Mordekhai memberitahukan hal tersebut kepada Ester dan seluruh bangsa Yah...

Renungan Harian, 15 Maret 2012

Melayani dari Masa Muda 2 Tawarikh 3 4 :1- 33 ; 1 Timotius 4:12 “Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan. ” (2 Tawarikh 3 0 : 9 ) Satu lagi pahlawan Allah yang luar biasa. Namanya adalah Yosia dan dia adalah raja atas Yehuda. Yang luar biasanya dia duduk memerintah sebagai raja sejak usianya masih tergolong anak-anak, yaitu delapan tahun. Saat usianya menginjak enam belas tahun, yaitu di tahun kedepalan dalam masa pemerintahannya ia sungguh-sungguh mencari Tuhan dan di tahun keduabelas, ia mengadakan suatu pembaharuan atas negerinya. Sama seperti yang dilakukan oleh Hizkia, ia mengadakan terobosan rohani yang luar biasa. Yosia tidak merasa canggung walaupun pada waktu itu usianya masih muda, dia tetap melakukan apa yang benar ...

Renungan Harian, 14 Maret 2012

Terobosan Rohani 2 Tawarikh 3 0 :1- 2 7; Kisah Para Rasul 3 :19 -20 “Karena bilamana kamu kembali kepada TUHAN, maka saudara-saudaramu dan anak-anakmu akan mendapat belas kasihan dari orang-orang yang menawan mereka, sehingga mereka kembali ke negeri ini. Sebab TUHAN, Allahmu, pengasih dan penyayang: Ia tidak akan memalingkan wajah-Nya dari pada kamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya!”            (2 Tawarikh 3 0 : 9 ) Bacaan firman Tuhan hari ini berisi kisah tentang cerita Hizkia raja Yehuda. Ia adalah seorang raja yang hidup berkenan dihadapan Allah . Ia bukan hanya orang yang takut akan Allah, tetapi ia juga adalah seorang pemimpin dan hamba Allah yang baik. Semasa hidupnya, ia membuat seruan pertobatan bagi bangsanya dan merayakan Paskah sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan. Bahkan apa yang mereka lakukan sudah lama tidak dilakukan semenjak jaman Salomo (ayat 26). Hizkia melakukan suatu terobosan rohani bagi bang...

Renungan Harian, 13 Maret 2012

Tinggi Hati 2 Tawarikh 26:1-23; 1 Timotius 6:17-19 “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.” (2 Tawarikh 26:16) Penulis kitab Amsal mengatakan, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” (Amsal 16:18). Nampaknya hal itulah yang terjadi pada raja Uzia. Pada masa mudanya, saat pertama kali ia menjabat sebagai raja, ia adalah seseorang yang didapati benar dihadapan Allah, ia mencari Allah selama hidup Zakharia (ayat 5). Dalam peperangan ia senantiasa menang dan kerajaannya semakin kokoh dan kuat. Ia mendirikan menara, memiliki pasukan yang kuat dan persenjataan yang lengkap. Itu semuanya ia peroleh karena ia adalah seorang raja yang berkenan kepada Allah. Namun setelah kerajaannya semakin kuat, raja Uzia menjadi tinggi hati dan menjadi sombong. Ia tidak lagi bertanya pada Tu...

Renungan Harian, 12 Maret 2012

Campur Tangan Allah 2 Tawarikh 22:1-46; Yohanes 8:2-11 “Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, --ia adalah saudara perempuan Ahazia--menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh Atalya.” (2 Tawarikh 22:11) Kita sadari atau tidak, Allah senantiasa memperhatikan kehidupan anak-anakNya. Mata-Nya tidak pernah lelah untuk senantiasa memperhatikan setiap orang percaya (1 Pet 3:12). Ia selalu mengawasi anak-anakNya. Disaat terlemah dalam kehidupan kita sekalipun, sekali-kali Ia tidak pernah meninggalkan kita berjuang sendirian. Namun demikian banyak sekali orang percaya tidak menyadari akan hal tersebut. Yang terjadi sering kali ketika mereka merasa ada beban permasalah yang terjadi dan menimpa kehidupan mereka, pada awalnya mereka ...

Renungan Harian, 11 Maret 2012

Matematika Allah 2 Tawarikh 13:1- 22; Matius 14: 13-21 “dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda." (2 Tawarikh 13:15) Kita sebagai manusia senantiasa memperhitungkan segala sesuatunya. Besar – kecil, banyak – sedikit tidak pernah lepas dari pengamatan kita sebagai manusia. Bagi kita sesuatu yang besar pasti lebih kuat dan yang lebih kecil jumlahnya tidak mungkin menang dalam melawan jumlah yang lebih besar. Bagi kita itu adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi tahukan saudara bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bagi Dia segala sesuatunya mungkin dan bisa terjadi. Bacaan firman Tuhan kita hari ini sekali lagi menunjukkan hal tersebut. Pada waktu Abia menjadi raja atas Yehuda ia hanya memimpin empat ratus ribu orang pasukan sedangkan Yerobeam memimpin delapan ratus ribu orang – jumlah tersebut dua kali lipat dari pasukan yang ...