Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 14 Maret 2012

Terobosan Rohani

2 Tawarikh 30:1-27; Kisah Para Rasul 3:19-20
“Karena bilamana kamu kembali kepada TUHAN, maka saudara-saudaramu dan anak-anakmu akan mendapat belas kasihan dari orang-orang yang menawan mereka, sehingga mereka kembali ke negeri ini. Sebab TUHAN, Allahmu, pengasih dan penyayang: Ia tidak akan memalingkan wajah-Nya dari pada kamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya!”           (2 Tawarikh 30:9)

Bacaan firman Tuhan hari ini berisi kisah tentang cerita Hizkia raja Yehuda. Ia adalah seorang raja yang hidup berkenan dihadapan Allah. Ia bukan hanya orang yang takut akan Allah, tetapi ia juga adalah seorang pemimpin dan hamba Allah yang baik.
Semasa hidupnya, ia membuat seruan pertobatan bagi bangsanya dan merayakan Paskah sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan. Bahkan apa yang mereka lakukan sudah lama tidak dilakukan semenjak jaman Salomo (ayat 26).
Hizkia melakukan suatu terobosan rohani bagi bangsanya. Dan apa yang ia lakukan bagi bangsanya sangatlah menyenangkan hati Allah. Ia tahu benar tugas dan tanggung jawabnya sebagai raja Yehuda pada waktu itu, yaitu untuk membawa kembali bangsanya kepada penyembahan yang benar kepada Allah yang hidup.
Keberadaan kita sebagai orang percaya hendaknya sama seperti Hizkia. Menjadi berkat dan membawa dampak bagi orang-orang yang berada disekeliling kita. Sebab kita adalah terang dan garam bagi Kristus (Mat 5:13-16), yang harus senantiasa memancarkan kemuliaan Allah dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dimanapun kita berada, kita harus menjadi dampak dan membawa terobosan rohani bagi sekeliling kita. Kita bukan digarami, tetapi menggarami dunia dengan kasih Allah yang telah kita terima, melalui pengorbanan Kristus di kayu salib.
Sebagai anak-anak Tuhan kita harus membuat perubahan bagi sekeliling kita dan membuat sekeliling kita menjadi sesuatu yang berkenan kepada Allah, sama seperti yang dilakukan oleh Hizkia pada bangsanya.
Sama seperti Petrus juga, sebelumnya dia adalah pribadi yang penakut, tetapi setelah ia dipenuhi oleh Roh Kudus, ia menjadi pribadi yang luar biasa dan bersaksi dihadapan banyak orang dan atas kesaksiannya lebih dari tiga ribu orang bertobat. Kita pun juga bisa melakukan hal yang sama.

Renungan :
Biarlah melalui firman Tuhan hari ini roh saudara dibakar dan dikobarkan kembali. Bawa perubahan dan jadilah terang bagi sekelilingmu dan biarlah nama Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan saudara.

Biarlah terangmu bercahaya dan dilihat oleh semua orang!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...

Renungan Harian, 8 Pebruari 2012

Tidak Memandang Muka 1 Tawarikh 8:1- 40; 1 Timotius 4:12 “Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin." (1 Tawarikh 8:40) Kita sebagai manusia seringkali ketika berteman atau pun membantu seseorang selalu memandang rupa. Dan hal tersebut juga berlaku ketika kita menilai seseorang. Namun seringkali karena kita salah dalam hal ini. Kita sebagai manusia patutnya mengucap syukur karena ketika Allah memilih kita, Ia bukanlah Allah yang memandang muka. Bagi Dia siapa saja layak untuk jadi umat-Nya dan melayani Dia. Saat kita membaca Firman Tuhan hari ini, semuanya menunjukkan pada keturunan bani Benyamin. Benyamin adalah anak bungsu dari Yakub (Israel). Namun demikian, melalui pembacaan firman Tuhan hari ini kita tahu, bahwa walaupun bani Benyamin merupakan bani yang paling muda, tetapi Allah memakai mereka dengan luar...