Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Paulus

PAULUS Tokoh yang satu ini memang layak untuk dipelajari. Dari seluruh kitab dalam Perjanjian Baru separuhnya ditulis oleh Paulus. Dia lahir dalam keluarga mapan dan terdidik, dia lahir ki kota Tarsus, yaitu kota perdagangan dan kota dimana penduduknya sangat suka sekali dengan ilmu pengetahuan. Penduduk yang tinggal di kota Tarsus bukan hanya satu suku bangsa, tetapi terdiri dari berbagai-bagai bangsa yang berbeda, itu sebabnya tidaklah mengherankan jika Paulus memiliki dua kewarganegaraan, yaitu sebagai orang Yahudi juga terdaftar sebagai warga negera Romawi. Paulus termasuk sosok yang cukup cerdas, itu sebabnya ketika dia dikirim oleh keluarganya ke Yerusalem untuk belajar di sekolah kerabian, dia mendapat kesempatan untuk secara langsung dididik oleh Gamaliel guru besar dalam sekolah tersebut dan dari situlah dia menjadi seorang Farisi yang terkemuka dan dikenal oleh banyak orang.

Petrus

PETRUS Tokoh pertama dalam Perjanjian Baru yang akan dipelajari adalah Petrus. Tokoh ini memiliki peranan yang penting dalam kehidupan kekristenan, kisah kehidupannyapun juga cukup menarik untuk dipelajari. Nama Petrus memiliki arti batu karang , nama panggilan lainnya adalah Simon dan memiliki arti mendengarkan . Ia berasal dari kota Betsaida daerah Golan yang terletak di tepi danau Galilea, itulah sebabnya aktifitas atau pekerjaannya sehari-hari adalah sebagai nelayan dan menangkap ikan. Berikut ini adalah rincian perjalanan hidup Petrus : 1.       Penjala ikan menjadi penjala manusia “Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."” ( Matius 4 : 18-19 ). Sebagai seseorang yang dilahirkan ...

Rut

RUT Tokoh yang satu ini sangatlah istimewa. Hal tersebut dikarenakan Rut sebenarnya bukanlah orang Yahudi, sebab dia adalah seorang perempuan Moab . Namanya tercatat dalam Alkitab, bahkan kisah kehidupannnya dibukukan dan menjadi salah satu bagian dari Alkitab, karena dari keturunannyalah nanti pada akhirnya Daud yang merupakan nenek moyang Yesus lahir. Berikut ini adalah rincian perjalanan hidup dari Rut : 1.       Pernikahan Rut pertama kalinya “Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.” (Rut 1:4). Rut sebenarnya adalah orang Moab. Kisah pernikahannya dengan orang Yahudi dimulai saat terjadi kelaparan di Israel dan ada satu keluarga Yahudi mengungsi ke daerah Moab dan menetap disana. Keluarga tersebut adalah Elimelekh dan Naomi dan kedua anak laki-laki mereka. Setelah Elimelekh meninggal kedua anak mereka menikah dengan perempuan Moab, yang per...

Daniel

DANIEL Dari semua tokoh yang ada di Alkitab, Daniel adalah salah satu tokoh yang istimewa dan patut untuk dipelajari perjalanan hidupnya. Ia adalah satu-satunya tokoh yang tercatat dalam Alkitab yang mengabdi pada empat penguasa yang berbeda , yaitu Nebukadnezar, Belsyazar, Darius dan Koresh. Pada masing-masing masa/penguasa Daniel memiliki kedudukan dan peranan penting dalam setiap kerajaan dimana dia bekerja dan mengabdikan dirinya. Berikut ini adalah rincian perjalanan hidup dari Daniel : 1.       Kehidupan Daniel saat pemerintahan raja Nebukadnezar a.       Daniel bekerja di istana Nebukadnezar “Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.” (Daniel 1:20).

Ester

ESTER Ester adalah salah satu dari sedikit wanita yang pernah tercatat dalam sejarah Alkitab. Namanya tercatat dalam Alkitab karena dia (Ester) memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidup bangsa Israel. Oleh karena dialah seluruh bangsa Israel di pembuangan tidak jadi dimusnahkan dan tetap hidup serta bisa beranak cucu sampai mereka bisa kembali ke negeri mereka. 1.       Kejatuhan ratu Wasti “Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.” (Ester 1:12).

Yusuf anak Yakub

YUSUF Tokoh pertama dalam Alkitab yang akan kita pelajari adalah Yusuf. Ia adalah sosok yang luar biasa dan memiliki karakter yang baik dan patut dicontoh oleh setiap orang percaya. Hal itu bukan berarti Yusuf tidak penah memiliki masalah dalam hidupnya. Semenjak dia masih kanak-kanak, ia sudah dibenci oleh saudara-saudaranya. Mereka membenci Yusuf karena merasa Yusuf mendapatkan perlakuan yang khusus dari orang tuanya. 1.       Yusuf menjadi anak kesayangan orang tuanya (Kejadian 37:3) “Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.” (Kejadian 37:3). Yusuf mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari ayahnya Yakub/Israel karena Yusuf lahir pada masa tuanya. Selain itu Yusuf juga merupakan anak pertama dari istri yang paling dicintai oleh Yakub yaitu Rahel (Kejadian 29:30 dan 30:22-24).

Renungan Harian, 31 Januari 2012

Kasih yang Nyata 2 Samuel 9:1-13; Lukas 6:35 “Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku.” (2 Samuel 9:7) Hari ini kita belajar dari satu tokoh dalam kebenaran firman. Tokoh itu adalah raja Daud. Dia adalah seorang raja yang luar biasa yang sangat dikasihi oleh Allah. Ia begitu dikasihi oleh Allah, karena sikap dan kararternya yang luar biasa. Raja Daud walaupun di masa lalunya sangatlah dibenci oleh Saul, bukan karena raja Daud berbuat suatu kesalahan, tetapi karena iri hati, ia sampai dikejar-kejar oleh raja Saul dan menjadi buronan kerajaan, bahkan Saul beriktiar untuk membunuh Daud. Namun dalam beberapa kesempatan emas dimana Daud bisa dengan leluasa untuk membalas dan membunuh Saul, namun ia tidak melakukan hal tersebut. Hal itu dikarenakan, selain Saul adalah mertuany...

Renungan Harian, 30 Januari 2012

Hal Menghakimi 2 Samuel 4:1-12; 2 Tesalonika 1:5 “Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: "Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan atas Saul dan atas keturunannya.” (2 Samuel 4:8) Semenjak manusia jatuh dalam dosa, tabiat dosa mulai masuk dalam kehidupan manusia. Manusia mulai kehilangan tanggung jawabnya sebab gambaran Allah dalam diri manusia telah rusak. Manusia mulai saling mempersalahkan satu sama lain. Hal semacam itu sudah muncul ketika Allah datang mendekat kepada manusia (Adam dan Hawa) di taman Eden setelah manusia memakan buah pengetahuan dan jatuh dalam dosa. Ketika Allah bertanya kepada Adam tentang keberadaannya sekarang, Adam mulai menyalahkan Hawa, demikiannya halnya dengan Hawa ketika ditanyai oleh Allah ia menyalahkan ular (Kej 3:9-13). Perbuatan itu berlanjut pada keturunannya Kain yang membunuh adiknya Habe...

Renungan Harian, 29 Januari 2012

Jaga Lidah 2 Samuel 1:1-27; Yakobus 3:1-12 “Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN.” (2 Samuel 1:16) Jika mendengar tetang lidah, tidak seorang pun yang asing dengan kata ini. Sebab setiap orang pastilah memiliki lidah. Lidah adalah bagian dari tubuh yang walaupun kecil tetapi memiliki arti penting. Kehilangan lidah berarti ada banyak hal yang tidak bisa orang lakukan. Orang kalau mau makan, untuk menelan makanan yang telah dikunyah pastilah membutuhkan bantuan dari lidah. Terlebih lagi dalam lidah terdapat enzim yang membantu dalam proses pencernaan. Kemudian seseorang juga tidak bisa bicara jika orang tersebut tidak memiliki lidah. Walaupun lidah adalah bagian tubuh yang kecil, tetapi ia memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan kita, terutama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Itulah sebabnya firman Tuhan juga menaruh perhatian ter...

Renungan Harian, 28 Januari 2012

Jadilah Terang 1 Samuel 22:1-23; Matius 5:13-16 “Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang” (1 Samuel 22:2) Selama manusia hidup di dunia ini, Allah tidak pernah menjanjikan pada manusia untuk lepas dari permasalahan hidup. Hal tersebut juga berlaku bagi setiap orang percaya. Hal itu berarti selama orang percaya tinggal dan hidup di dunia ini tantangan dan permasalah hidup itu pasti menjadi hal keseharian. Walaupun demikian, bukan berarti kita akhirnya memiliki alasan untuk tidak menerapkan hidup dalam kasih di dalam kehidupan kita, sebab kita sendiri masih banyak permasalahan yang perlu untuk diselesaikan. Ketika Allah memanggil setiap orang percaya menjadi milik-Nya, hal itu juga berarti setiap orang percaya telah menjadi anggota dari kerajaan Allah. Sebagai anggota dari kerajaan Allah, maka setiap...

Renungan Harian, 27 Januari 2012

Kaca Mata Allah 1 Samuel 16:1-23; Lukas 5:22 “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7) Kita sebagai manusia senang sekali menilai seseorang dari tampak luarnya, walaupun kita belum benar-benar mengenal orang tersebut kita sudah mengambil suatu kesimpulan orang itu baik dan orang yang ini jahat. Sebagai suatu illustrasi, jika kita berjalan-jalan ke Mall dan bertemu dengan dua orang yang berbeda, yang satu pakaiannya kayak preman, berkumis tebal, wajah menyeramkan, dan yang seorang lagi berpakaian rapi, berdasi dan membawa tas koper. Semua orang, termasuk kita jika bertemu dengan orang yang demikian pasti mengambil kesimpulan bahwa orang yang berpakaian preman dan berwajah seram tadi adalah orang yang jahat dan sama sekali tidak ramah, dan kita harus berhati-hati te...

Renungan Harian, 26 Januari 2012

Dipanggil dan Diperlengkapi Keluaran 3:1-22; Kisah Para Rasul 1:8 “Lalu firman-Nya : “Bukankah Aku akan menyertai engkau ? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau : apabila engkau telah membawa bangsa ini keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini” (Keluaran 3:12). Reaksi Musa pada waktu pertama kali Tuhan panggil, merupakan gambaran dari reaksi setiap kita pada  waktu permulaan Tuhan panggil kita untuk melayani Dia. Seringkali ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani Dia, selalu timbul alasan “siapa aku” dan “apa yang harus aku katakan.” Alasan yang sama dipakai oleh Musa, ketika Allah memanggil dia (ayat 11 dan 13). Selain Musa, ada beberapa tokoh lain dalam Alkitab, ketika Allah memanggil mereka, mereka merasa tidak layak. Yesaya, ketika Tuhan memanggil dia untuk berbicara kepada bangsa Israel, ia berkata “celaka aku” (Yesaya 6:5). Yeremia, ketika Tuhan memanggil, dia beralasan “aku ini masih muda” (Yeremia 1:6). Seringkali ketika T...

Renungan Harian, 25 Januari 2012

Bapa Terbaik Kejadian 49:1-33; Ibrani 10:34 “Kemudian Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata : “Datanglah berkumpul, supaya kuberitahukan kepadamu, apa yang akan kamu alami di kemudian hari” (Kejadian 49:1). Yakub merupakan contoh dari figur seorang bapa yang baik. Sebagai bapa yang baik, ia senantiasa perhatian kepada anak-anaknya. Ia tahu apa yang diperlukan oleh anak-anaknya dan memenuhi keperluan anaknya tersebut. Hal itu pula yang membuat Yakub di masa tuanya, sebelum ia meninggal, memanggil dan mengumpulkan anak-anaknya untuk memberkati dan memberi harta waris kepada anak-anaknya. Demikian halnya juga kita, sebagai bapa di dunia ini. Kita pasti rindu untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Makanan yang terbaik dan paling bergizi, sekolah yang terbaik dan semua kebutuhan anak pasti kita berikan yang terbaik. Terlebih lagi Bapa kita yang di sorga, Ia adalah Bapa yang terbaik dari yang terbaik dan tidak ada yang lebih baik dari Bapa kita. Sebagai Bapa yang terbaik, ...

Renungan Harian, 24 Januari 2012

Berserah pada Allah Kejadian 43:1-34; Yakobus 1:2-4 “Allah Yang Mahakuasa kiranya membuat orang itu menaruh belas kasihan kepadamu, supaya ia membiarkan saudaramu yang lain itu beserta Benyamin kembali. Mengenai aku ini, jika terpaksa aku kehilangan anak-anakku, biarlah juga kehilangan !” (Kejadian 43:14). Sebagai orang percaya, tentunya kita hidup oleh percaya dan bukannya dengan melihat. Hidup yang kita jalani adalah kehidupan oleh iman percaya kita kepada Yesus Kristus sebagai pengharapan kita, penolong dan penyelamat kita. Terkadang dalam menjalani kehidupan kita sebagai orang percaya, ada hal yang tidak kita duga datang dalam kehidupan kita. Ada masalah yang datang dalam kehidupan kita tanpa kita ketahui sebabnya. Memang ada masalah yang timbu oleh karena kesalahan kita. Jika memang demikian, tentunya kita harus segera sadar dan bertobat serta minta pemulihan dari Allah. Tetapi ada kalanya masalah itu timbul tanpa kita ketahui alasannya. Di saat seperti itulah kita harus bersa...

Renungan Harian, 23 Januari 2012

Sadar dan Bertobat Kejadian 38:1-30; 1 Yohanes 1:9 “Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.” Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu” (Kejadian 38:26). Kehidupan kekristenan merupakan kehidupan yang dinamis dan terus bertumbuh. Proses pertumbuhan tersebut terus berlangsung sampai mencapai taraf kerohanian yang sejati dan merupakan proses seumur hidup. Sebab selama kita masih hidup, proses itu terus berlangsung dan membawa kita semakin tumbuh dewasa dalam pengenalan akan Allah. Proses pertumbuhan rohani tidak selalu berjalan dengan mulus. Terkadang di tengah-tengah proses tersebut kita dapati kerikil yang licin dan dapat membuat kita jatuh terpeleset. Yesus sendiri mengajarkan kepada kita bahwa jalan yang benar yang harus kita lalui adalah jalan yang melalui pintu yang sesak dan jalan yang sempit, bukan pintu yang luas dan jalan yang lebar (Matius 7:13; Lu...

Renungan Harian, 22 Januari 2012

Sebuah Peringatan Wahyu 2:1-7; Ibrani 12:5-8 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4) Firman yang terdapat dalam Wahyu 2:1-7, merupakan penglihatan jemaat yang pertama yang Tuhan perlihatkan kepada Yohanes diantara ketujuh jemaat yang ada. Pada mulanya, melalui penglihatan yang diterima oleh Yohanes, Allah bangga dengan jemaat di Efesus. Allah bangga dengan jerih lelah dan ketekunan mereka (ayat 2). Allah bahkan sangat bangga kepada mereka, karena mereka sabar menghadapi pendusta dan penyesat, membenci mereka dan bahkan mereka rela menderita karena nama Tuhan (ayat 3, 6). Dari semua penyataan yang ada sebenernya jemaat di Efesus bukanlah jemaat yang tersesat, atau bahkan berdosa kepada Allah. Akan tetapi kemudian Allah menegor dengan keras sebab mereka telah meninggalkan kasih mereka yang semula (ayat 4). Dikatakan dalam ayat tersebut bahwa Allah “mencela” mereka. Hal tersebut merupakan sebuah peringatan dan teguran dari ...

Renungan Harian, 21 Januari 2012

Rahasia Hidup Bahagia Wahyu 1:1-3; Matius 5:6 “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” (Wahyu 1:3) Hari-hari ini dunia mengalami depresi yang cukup berat. Sebagai akibat resesi dunia dan krisis moneter global semuanya serba tidak menentu. Krisis kali ini tidak hanya berdampak pada masyarakat kelas bawah, tetapi sudah mencakup seluruh lapisan masyarakat. Bahkan perusahaan-perusahaan besar tidak sedikit yang kolaps gara-gara krisis tersebut. Di Amerika perusahaan otomotif raksasa seperti GM dan Ford sangatlah terpengaruh dan terancam tutup. Di Jepang sebuah perusahaan elektronik besar seperti Sony yang tidak pernah mengalami kerugian dilaporkan akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009 mereka mengalami kerugian. Demikian halnyua dengan anak-anak Tuhan. Jika anak-anak Tuhan menaruh pengharapan dan kehidupannya pada harta di dunia ini, pastilah akan mengalami kekecewa...

Renungan Harian, 20 Januari 2012

Tahan Uji Roma 5:1-11; 1 Korintus 3:14 “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”  (Roma 5:3-4) Setiap orang yang telah percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang telah dibenarkan dihadapan Allah. Dan sebagai orang yang telah dibenarkan, Allah menghendaki setiap orang percaya hidup dalam kebenaran tersebut, sebab kebenaran bukanlah sebuah norma atau nilai tetapi Pribadi (Yoh 14:6), yaitu Kristus sendiri. Allah tidak pernah menjanjikan ketika orang percaya hidup dalam kebenaran, maka kehidupannya akan senantiasa berjalan mulus tanpa ada tantangan sedikitpun. Dalam kehidupan mengikut Kristus tantangan, ujian dan permasalahan itu tetap masih ada. Tetapi dalam hal ini Allah ada dipihak orang percaya, menyertai dan memberikan kemenangan. Di dalam kehidupan kekristenan ada saat-saat dimana pengujian itu datang....

Renungan Harian, 19 Januari 2012

Mau Dibentuk Roma 12:1-8 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. " (Ezra 1:3) Setiap orang percaya pasti tidak asing dengan kata dibentuk. Kata ini digunakan untuk membentuk sesuatu dari yang tidak ada bentuknya sama sekali menjadi sebuah bentuk yang indah dan dapat dikenal. Dalam Alkitab kata ini digunakan untuk seorang penjunan yang sedang membentuk tanah liat menjadi sebuah bejana dan benda-benda lain yang berharga. Proses tersebut dimulai dari pemilihan tanah, pembersihan tanah dari kotoran, diproses dengan air, dibentuk dan diselesaikan. Kehidupan kita orang percaya adalah seperti tanah liat di tangan Allah. DIA adalah sang Maestro yang menghasilkan karya-karya yang terbaik bahkan tidak satu pun dari seniman di dunia ini yang dapat menyamai karya-Nya. Ditangan DIA kita akan dibentuk menjadi sesuatu yang sanga...

Renungan Harian, 18 Januari 2012

SINGKIRKAN KEDAGINGAN Kejadian 21: 1-34; Galatia 4:21-31                 “Berkatalah Sara kepada Abraham :”Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak” (Kejadian 21:10). Kita tahu bahwa Ishak adalah anak perjanjian yang Allah berikan kepada Abraham. Sedangkan Ismael adalah anak Abraham dengan gundiknya Hagar. Dengan demikian sangatlah wajar jika Ishak menjadi ahli waris Abraham, sedangkan Ismael tidak. Itulah sebabnya mengapa Allah tidak menyalahkan tindakan Sara (Kejadian 21:12). Secara rohani anak yang dilahirkan oleh Sara adalah anak yang diperanakkan menurut Roh, sedangkan anak yang dilahirkan oleh Hagar adalah anak yang diperanakkan dalam daging (Galatia 4:23). Kita sebagai orang percaya adalah anak yang dilahirkan dalam Roh, sehingga kita dilayakkan sebagai ahli waris dari Allah, yaitu warisan kehidupan yang kekal dalam ...

Renungan Harian, 17 Januari 2012

Mintalah Petunjuk dari Allah Kejadian 24:1-67; Matius 7:7-11                 “Lalu berkatalah ia :”TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham” (Kejadian 24:12). Kehidupan merupakan sebuah mister i . Tidak seorang pun tahu akan apa yang akan terjadi di depan. Tahun 2008 telah berlalu dan telah lewat. Sebelumnya para pakar ekonomi sebelum memasuki tahun tersebut berkeyakinan bahwa tahun 2008 perekonomian dunia bertumbuh dengan baik dan menggembirakan. T et a p i ketika memasuki bulan September mulai terasa gejolak ekonomi dan bulan November terjadi krisis keuangan dunia yang luar biasa. Hari-hari ini dunia semakin tidak menentu dan bergejolak, tidak seorang pun dapat menduga apa yang akan terjadi di depan. Dampak dari krisis bukan saja mempengaruhi orang dunia, kita sebagai orang percaya pun merasakan dampak dari krisis terseb...

Renungan Harian, 16 Januari 2012

Dipanggil sebagai Imam Imamat 8:1-36; 1 Petrus 2:9 “Maka Harun dan anak-anaknya melakukan segala firman yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa” (Imamat 8:36). Imamat 8, secara khusus menceritakan tentang pentahbisan Harun serta anak-anaknya sebagai imam yang melayani di kemah suci. Serangkaian acara disusun dan dilakukan sesuai perintah TUHAN. Mulai dari memakai seluruh perlengkapan imam, pencurahan korban penghapus dosa, korban bakaran sebagai korban api-apian yang menyenangkan TUHAN, barulah pentahbisan Harun dan anak-anaknya serta pengutusannya dilakukan. Dalam prosesi pentahbisan tersebut harus ada korban darah, dimana darah tersebut dioleskan pada cuping telinga kanan, ibu jari tangan kanan dan ibu jari kaki kanan sebagai lambing pengudusan. Kemudian diperciki minyak urapan pada Harun dan anak-anaknya serta pada pakaian mereka, barulah mereka melakukan tugas keimaman dan melakukan perintah TUHAN, sebab keimaman mereka telah sah dihadapan TUHAN. Setiap orang percaya meru...

Renungan Harian, 15 Januari 2012

Korban Sejati Imamat 6:1-30; Ibrani 9:13-14 “Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, sehingga ia menerima pengampunan atas perkara apa pun yang diperbuatnya sehinggan ia bersalah” (Imamat 6:7). Di dalam Perjanjian Lama, setiap orang yang berbuat salah dan berbuat dosa, haruslah mereka datang ke rumah Allah untuk mempersembahkan korban sebagai ganti untuk menebus kesalahan mereka. Korban tersebut diserahkan pada imam, dan para imamlah yang mengolah korban tersebut serta megnadakan pendamaian bagi orang yang membawa korban tersebut dihadapan Allah. Bisa dibayangkan, betapa sibuknya para imam dengan sejumlah korban yang banyak, sebab jumlah orang Israel pada waktu itu pun juga cukup banyak. Apalagi jika pola demikian diterapkan pada zaman sekarang, pasti luar biasa sibuknya. Pada waktu itu, setiap orang melakukan kesalahan atau dosa, ia harus memberikan korban penghapus salah berupa domba, kambing, lembu dan hewan korban lainnya. Jika orang tersebut melakukan ke...