Langsung ke konten utama

Paulus

PAULUS

Tokoh yang satu ini memang layak untuk dipelajari. Dari seluruh kitab dalam Perjanjian Baru separuhnya ditulis oleh Paulus. Dia lahir dalam keluarga mapan dan terdidik, dia lahir ki kota Tarsus, yaitu kota perdagangan dan kota dimana penduduknya sangat suka sekali dengan ilmu pengetahuan.
Penduduk yang tinggal di kota Tarsus bukan hanya satu suku bangsa, tetapi terdiri dari berbagai-bagai bangsa yang berbeda, itu sebabnya tidaklah mengherankan jika Paulus memiliki dua kewarganegaraan, yaitu sebagai orang Yahudi juga terdaftar sebagai warga negera Romawi.
Paulus termasuk sosok yang cukup cerdas, itu sebabnya ketika dia dikirim oleh keluarganya ke Yerusalem untuk belajar di sekolah kerabian, dia mendapat kesempatan untuk secara langsung dididik oleh Gamaliel guru besar dalam sekolah tersebut dan dari situlah dia menjadi seorang Farisi yang terkemuka dan dikenal oleh banyak orang.
Berikut ini rincian perjalanan hidup Paulus :
1.      Kisah pertobatan Paulus
“Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.” (Kisah Para Rasul 9:3-5).
Pada awalnya Paulus tidak percaya akan ke-Tuhanan Yesus, bahkan dia sangat setuju sekali terhadap penganiayaan terhadap orang percaya pada waktu itu. Dia melihat sendiri bagaimana Stefanus mati dirajam dengan batu dan dia setuju atas tindakan tersebut. Bahkan dia secara khusus menghadap ke Mahkamah Agama untuk meminta surat ijin untuk membunuh setiap orang yang percaya pada Yesus.
Dalam perjalannya ke Damsyik tiba-tiba ada cahaya mengelilingi dia dan membuat dia terjatuh. Ditengah cahaya tersebut ada suara “Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku”, setelah dia bangun dia sadari bahwa dia telah buta. Hal itu terjadi selama tiga hari, dan tiga hari pula dia tidak makan dan minum.
Seseorang diutus oleh Kristus, yaitu Ananias untuk datang kepada Paulus untuk memberitakan kabar tentang Kristus kepada Paulus, ketika itu juga terbukalah kedua mata Paulus dan dia memberikan dirinya untuk dibaptis.
2.      Perjalanan pelayanan Paulus
“Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.” (Kisah Para Rasul 9:20).
Setelah bertobat Saulus yang juga disebut sebagai Paulus langsung memulai Pelayanannya. Di kota Damsyik dia pergi ke rumah-rumah ibadat dan mulai memberitakan sebuah kebenaran bahwa Yesus adalah Anak Allah. Untuk sesaat hal tersebut membuat orang heran, tapi kemudian dia membawa pengaruh bagi banyak orang sebab dia benar-benar membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias.
Dari Damsyik dia menuju ke Yerusalem untuk bergabung dengan orang percaya lainnya. Walaupun pertama kalinya kedatangan Paulus sempat membuat setiap orang percaya takut, namun akhirnya mereka menerimanya karena sudah mengetahui bahwa Paulus datang bukan untuk menganiaya mereka tetapi untuk berkumpul dan bersekutu bersama-sama sebagai sesama orang percaya.
Setelah beberapa lama Paulus belajar dan memperdalam pengenalannya akan Yesus dia memulai misi pelayanannya. Tercatat dalam Alkitab, Paulus memiliki tiga misi pelayanan.
Berikut ini detail misi pelayanan Paulus :
a.    Dalam misi pelayanannya yang pertama, Paulus mengunjungi beberapa kota dimulai dari Antiokhia dilanjutkan ke Asia Kecil kemudian ke Listra dan beberapa daerah lainnya kemudian kembali lagi ke Antiokhia
b.    Dalam misi pelayanannya yang kedua Paulus menuju kota Filipi, Tesalonika, Berea, Athena dan Korintus
c.    Dalam misi pelayanan terakhirnya Paulus mengunjungi Asia (Efesus), Makedonia dan kembali ke Yerusalem
Setelah kembali ke Yerusalem Paulus menghadapi permasalahan.
Setelah mengetahui kisah pertobatan dan perjalanan pelayanan Paulus, tidak ada salahnya kalau setiap orang percaya juga mempelajari sikap dan karakter dari Paulus yang membuat dia begitu giat dalam memberitakan Injil Kristus dan tidak membiarkan masalah menghalangi pemberitaan Injil.
Berikut ini beberapa karakter Paulus yang patut dicontoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam mengiring Kristus :
1.      Pribadi yang pemberani
Paulus adalah pribadi yang pemberani. Hal itu terlihat dari sikap yang ditunjukkan oleh Paulus ketika dia harus menghadapi permasalahan, dia tidak menjadi gentar tetapi dia dengan berani menghadapi setiap masalah tersebut dan mencari penyelesaian dari setiap masalah yang dia hadapi.
2.      Memiliki motivasi yang tinggi dalam pelayanan
Motivasi yang tinggi dari Paulus dalam pelayanan, terlihat dari sikapnya. Saat menghadapi masalah, dia tidak membiarkan masalah tersebut menghalangi dia dalam melayani. Bahkan ketika dipenjara sekalipun, walaupun secara pribadi dia tidak bisa mengunjungi orang percaya, dia menuliskan surat kepada jemaat tersebut.
3.      Pribadi yang ramah dan perduli pada sesamanya
Paulus adalah sosok yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Saat dia melihat ada saudara seiman yang menghadapi masalah dia langsung tanggap, memberi nasihat dan mencarikan solusi bagi saudara seiman tersebut. Keramahan Paulus juga terlihat dari tulisannya yang mau menyapa orang-orang yang bahkan dia belum kenal sebelumnya.
4.      Seorang motivator
Ketegasan dan sosok pemimpin begitu terlihat dalam kepribadian Paulus. Dia adalah seorang mentor dan motivator bagi saudara-saudara seiman yang lainnya. Hal itu terlihat jelas dari setiap surat yang Paulus tuliskan, terlebih lagi sangat terlihat pada tulisannya pada Timotius, bagaimana dia memberi motivasi pada Timotius agar tidak merasa rendah diri dalam pelayanan walaupun usianya masih muda.
5.      Hidupnya bagi Kristus
Saat Paulus bertemu dengan Yesus, hal itu benar-benar merubahkan kehidupannya. Fokus hidupnya tidak lagi mencari kepopuleran dan pengakuan dari orang lain, tetapi hanya bagi Kristus. Hal itu terlihat dari moto hidup atau slogan yang dimiliki oleh Paulus. Bagi dia hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah suatu keuntungan, jadi baik hidup maupun mati fokus dia adalah Kristus. Saat hidup dia segiat-giatnya bekerja dan menghasilkan buah untuk kemuliaan Kristus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...