Langsung ke konten utama

Yusuf anak Yakub

YUSUF
Tokoh pertama dalam Alkitab yang akan kita pelajari adalah Yusuf. Ia adalah sosok yang luar biasa dan memiliki karakter yang baik dan patut dicontoh oleh setiap orang percaya.
Hal itu bukan berarti Yusuf tidak penah memiliki masalah dalam hidupnya. Semenjak dia masih kanak-kanak, ia sudah dibenci oleh saudara-saudaranya. Mereka membenci Yusuf karena merasa Yusuf mendapatkan perlakuan yang khusus dari orang tuanya.
1.      Yusuf menjadi anak kesayangan orang tuanya (Kejadian 37:3)
“Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.” (Kejadian 37:3).
Yusuf mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari ayahnya Yakub/Israel karena Yusuf lahir pada masa tuanya. Selain itu Yusuf juga merupakan anak pertama dari istri yang paling dicintai oleh Yakub yaitu Rahel (Kejadian 29:30 dan 30:22-24).
2.      Yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya (Kejadian 37:4)
“Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.” (Kejadian 37:4).
Karena perlakuan istimewa yang diberikan oleh ayahnya kepada Yusuf, saudara-saudara Yusuf menjadi iri kepadanya. Terlebih lagi setelah Yusuf mendapatkan mimpi dari Allah (Kejadian 37:5, 9), dan menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya, mereka semakin marah dan semakin benci terhadap Yusuf. Hal itu karena dalam mimpi Yusuf diceritakan semua saudara Yusuf sujud menyembah dia.
Yusuf tidak hanya mengalami tekanan batin dari saudara-saudaranya, bahkan ia diancam dibunuh oleh saudaranya (Kejadian 37:20), namun pada akhirnya saudara-saudaranya membuang ke sumur atas usul dari Ruben saudara tertua Yusuf (Kejadin 37:21-22).
Saat ada saudagar Midian lewat dekat dengan sumur tempat Yusuf di buang maka seluruh saudaranya sepakat untuk menjual Yusuf kepada saudagar yang sedang lewat dan menuju ke Mesir (Kejadian 37:27-30).
Kisah Yusuf tidak berhenti, sebab setelah sampai di Mesir, para saudagar yang membeli Yusuf dari saudaranya menjualnya kembali kepada orang Mesir yang bernama Potifar (Kejadian 37:36).
3.      Yusuf di rumah Potifar
“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” (Kejadian 39:2).
Yusuf tidak tenggelam dalam kesedihan atas perbuatan saudara-saudaranya, dia tetap semangat. Saat ia dijual pada Potifar ia tidak sedih. Di rumah Potifar ia (Yusuf) bekerja dengan rajin dan mendapat kepercayaan dari tuannya untuk menjadi kepala atas rumah tuannya (Kejadian 39:1-6). Namun demikian itu semua bukan berarti Yusuf sudah bebas dari segala masalah, sebab masalah berikutnya sedang menunggu dia.
Istri Potifat tertarik dengan ketampanan Yusuf dan selalu menggoda Yusuf. Namun karena Yusuf adalah orang yang setia dan bertanggung jawab ia tidak menyalahgunakan kepercayaan tuannya. Sampai akhirnya istri Potifar menjebak Yusuf dan membuat Potifar salah sangka hingga memasukkan Yusuf ke dalam penjara (Kejadian 39:11-20).
4.      Yusuf di penjara
“Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.” (Kejadian 39:21).
Hal yang luar biasa dari Yusuf adalah dimanapun dia berada dan ditempatkan dia selalu bisa membuat orang tertarik dan terkagum dengan dia. Saat Yusuf berada di dalam penjara mendapat kepercayaan dari kepala penjara untuk mengurusi narapidana/tahanan yang lain.
Dipenjara pulalah Yusuf bertemu dengan juru minum dan juru roti raja serta mengartikan mimpi mereka dengan tepat (Kejadian 40). Dimana juru minum raja dikembalikan pada tempatnya semula sedangkan juru roti digantung di tiang gantungan.
5.      Yusuf jadi penguasa di Mesir
“Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.” (Kejadian 41:25).
Suatu hari raja Mesir Firaun bermimpi yang cukup aneh dan tidak mengerti arti dari mimpinya. Semua orang yang berbakat dipanggil tetapi tidak satupun dari mereka yang bisa mengartikan mimpi dari Firaun. Saat itulah juru minum raja ingat akan Yusuf yang pernah mengartikan mimpinya dengan tepat.
Juru minum tersebut menghadap raja dan  mengatakan bahwa ada satu orang yang bisa mengartikan mimpi raja, yaitu Yusuf.
Akhirnya Yusuf dipanggil menghadap Firaun dan mengartikan seluruh mimpi Firaun dengan tepat sesuai dengan yang Tuhan  sampaikan kepada Yusuf. Arti dari mimpi itu ada tujuh tahun kelimpahan atas bangsa Mesir (Kejadian 41:29)  dimana orang Mesir harus membangun kota perbekalan dan setelah itu disusul dengan tujuh  tahun kelaparan yang luar biasa di seluruh negeri (Kejadian 41:30).
Karena hikmat yang dimiliki oleh Yusuf, ia diangkat menjadi orang kepercayaan Firaun :
“Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu. Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."” (Kejadian 41:40-41).
6.      Sikap Yusuf pada saudara-saudaranya
“Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” (Kejadian 45:5).
Saat Yusuf menjadi penguasa di Mesir dan menjadi orang nomer dua di sana, hal itu sama sekali tidak membuat Yusuf menjadi pribadi yang berbeda. Ia adalah tetap Yusuf yang sama rendah hati, tidak sombong serta tidak menyimpan kepahitan sedikitpun dalam hatinya.
Saat saudaranya datang ke Mesir dia tidak bertindak sewenang-wenang, namun secara perlahan dan pasti dia justru menunjukkan kebaikkannya kepada saudara-saudaranya. Bahkan karena kasih Yusuf kepada keluarganya ia menempatkan keluarganya di tanah terbaik di Mesir yaitu daerah Gosyen.
Untuk menghilangkan rasa takut saudara akan dirinya Yusuf berkata :
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20).
Setelah melihat dan  mempelajari sejarah kehidupan Yusuf, tiba saatnya untuk belajar dari sikap, sifat dan kharakter yang dimiliki oleh Yusuf yang patut dicontoh oleh setiap orang percaya dan  diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini beberapa sifat/kharakter Yusuf yang  patut dicontoh oleh setiap orang percaya :
1.      Tulus (ketulusan)
Yusuf adalah seseorang yang tulus dan tidak pernah memiliki rancangan yang jahat dalam setiap hal yang dia kerjakan. Saat dia menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya itupun dia lakukan dengan tulus bukan dengan maksud sombong dan supaya disegani oleh saudara-saudaranya.
2.      Orang yang giat dan pekerja keras
Salah satu kunci mengapa Yusuf disenangi oleh banyak orang karena ia adalah seseorang yang suka bekerja, giat dan tidak pernah menunda suatu pekerjaan. Ia selalu mengerjakan segala sesuatunya sesuai dengan apa yang diperintahkan pada dirinya dan mampu menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.
3.      Tidak mudah tersinggung dan mudah memaafkan/mengampuni
Hal luar biasa lainnya yang dimiliki oleh Yusuf adalah, dia seorang yang tidak pernah kepaitan atau dendam dengan orang-orang yang pernah menyakiti dirinya. Saat dia memiliki kedudukan yang cukup tinggi dia tidak memanfaatkannya untuk balas dendam tetapi justru mengampuni orang yang bersalah kepada dia.
4.      Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Selain giat, Yusuf juga seseorang yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya oleh orang-orang  yang memberi tugas penting kepada dirinya. Saat Potifar dan kepala penjara memberi kepercayaan pada dirinya, Yusuf selalu melaksanakan tugasnya dengan baik.
5.      Dekat dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam hidupnya
Yusuf adalah seseorang yang senantiasa mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Itulah sebabnya saat ada masalah dia tidak pernah mengandalkan dirinya sendiri. Saat Firaun mendapat mimpi Yusuf tidak mengartikan mimpi sang raja dengan hikmatnya sendiri, tetapi mengandalkan Tuhan, dan menyampaikan arti sesuai yang diberikan oleh Tuhan kepada dirinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...