Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Renungan Harian, 28 Pebruari 2012

Melayani dari Masa Muda 2 Tawarikh 3 4 :1- 33 ; 1 Timotius 4:12 “Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan. ” (2 Tawarikh 3 0 : 9 ) Satu lagi pahlawan Allah yang luar biasa. Namanya adalah Yosia dan dia adalah raja atas Yehuda. Yang luar biasanya dia duduk memerintah sebagai raja sejak usianya masih tergolong anak-anak, yaitu delapan tahun. Saat usianya menginjak enam belas tahun, yaitu di tahun kedepalan dalam masa pemerintahannya ia sungguh-sungguh mencari Tuhan dan di tahun keduabelas, ia mengadakan suatu pembaharuan atas negerinya. Sama seperti yang dilakukan oleh Hizkia, ia mengadakan terobosan rohani yang luar biasa. Yosia tidak merasa canggung walaupun pada waktu itu usianya masih muda, dia tetap melakukan apa yang benar ...

Renungan Harian, 27 Pebruari 2012

Terobosan Rohani 2 Tawarikh 3 0 :1- 2 7; Kisah Para Rasul 3 :19 -20 “Karena bilamana kamu kembali kepada TUHAN, maka saudara-saudaramu dan anak-anakmu akan mendapat belas kasihan dari orang-orang yang menawan mereka, sehingga mereka kembali ke negeri ini. Sebab TUHAN, Allahmu, pengasih dan penyayang: Ia tidak akan memalingkan wajah-Nya dari pada kamu, bilamana kamu kembali kepada-Nya!”            (2 Tawarikh 3 0 : 9 ) Bacaan firman Tuhan hari ini berisi kisah tentang cerita Hizkia raja Yehuda. Ia adalah seorang raja yang hidup berkenan dihadapan Allah . Ia bukan hanya orang yang takut akan Allah, tetapi ia juga adalah seorang pemimpin dan hamba Allah yang baik. Semasa hidupnya, ia membuat seruan pertobatan bagi bangsanya dan merayakan Paskah sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan. Bahkan apa yang mereka lakukan sudah lama tidak dilakukan semenjak jaman Salomo (ayat 26). Hizkia melakukan suatu terobosan rohani bagi bang...

Renungan Harian, 26 Pebruari 2012

Tinggi Hati 2 Tawarikh 26:1-23; 1 Timotius 6:17-19 “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.” (2 Tawarikh 26:16) Penulis kitab Amsal mengatakan, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” (Amsal 16:18). Nampaknya hal itulah yang terjadi pada raja Uzia. Pada masa mudanya, saat pertama kali ia menjabat sebagai raja, ia adalah seseorang yang didapati benar dihadapan Allah, ia mencari Allah selama hidup Zakharia (ayat 5). Dalam peperangan ia senantiasa menang dan kerajaannya semakin kokoh dan kuat. Ia mendirikan menara, memiliki pasukan yang kuat dan persenjataan yang lengkap. Itu semuanya ia peroleh karena ia adalah seorang raja yang berkenan kepada Allah. Namun setelah kerajaannya semakin kuat, raja Uzia menjadi tinggi hati dan menjadi sombong. Ia tidak lagi bertanya pada Tu...

Renungan Harian, 25 Pebruari 2012

Campur Tangan Allah 2 Tawarikh 22:1-46; Yohanes 8:2-11 “Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, --ia adalah saudara perempuan Ahazia--menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh Atalya.” (2 Tawarikh 22:11) Kita sadari atau tidak, Allah senantiasa memperhatikan kehidupan anak-anakNya. Mata-Nya tidak pernah lelah untuk senantiasa memperhatikan setiap orang percaya (1 Pet 3:12). Ia selalu mengawasi anak-anakNya. Disaat terlemah dalam kehidupan kita sekalipun, sekali-kali Ia tidak pernah meninggalkan kita berjuang sendirian. Namun demikian banyak sekali orang percaya tidak menyadari akan hal tersebut. Yang terjadi sering kali ketika mereka merasa ada beban permasalah yang terjadi dan menimpa kehidupan mereka, pada awalnya mereka ...

Renungan Harian, 24 Pebruari 2012

Matematika Allah 2 Tawarikh 13:1- 22; Matius 14: 13-21 “dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda." (2 Tawarikh 13:15) Kita sebagai manusia senantiasa memperhitungkan segala sesuatunya. Besar – kecil, banyak – sedikit tidak pernah lepas dari pengamatan kita sebagai manusia. Bagi kita sesuatu yang besar pasti lebih kuat dan yang lebih kecil jumlahnya tidak mungkin menang dalam melawan jumlah yang lebih besar. Bagi kita itu adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi tahukan saudara bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bagi Dia segala sesuatunya mungkin dan bisa terjadi. Bacaan firman Tuhan kita hari ini sekali lagi menunjukkan hal tersebut. Pada waktu Abia menjadi raja atas Yehuda ia hanya memimpin empat ratus ribu orang pasukan sedangkan Yerobeam memimpin delapan ratus ribu orang – jumlah tersebut dua kali lipat dari pasukan yang ...

Renungan Harian, 23 Pebruari 2012

Dipakai Allah 1 Raja-raja 18:1-46; Yakobus 5:17 “Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali. Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.” (1 Raja-raja 18:37-38) Ketika kita membaca kisah ini, mungkin kita sudah terbiasa dengan kisah Elia dan apa yang telah dilakukannya di atas gunung Karmel. Ketika itu ia menantang empat ratus lima puluh nabi baal, untuk mendatangkan api, dan setelah Allah menjawab doa dari Elia, ia menyuruh untuk menangkap semua nabi baal tersebut dan kemudian Elia menyembelih seluruhnya di sungai Kison. Kisah ini sungguh luar biasa dan hampir kebanyakan orang sudah mengetahui kisah ini semenjak masih berada di sekolah minggu. Hal itu Elia lakukan bukan karena Elia yang memiliki kekuatan yang luar biasa dan bukan karena ia adalah seorang peguasa. Elia ada...

Renungan Harian, 22 Pebruari 2012

Tetap Stabil 1 Raja-raja 14:1-31; 1 Timotius 4:7-10 “Tetapi orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka menimbulkan cemburu-Nya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka.” (2 Samuel 9:7) Jika kita memiliki komputer dirumah, tentunya kita mau agar komputer kita tersebut tidak pernah mengalami permasalahan. Kita mau agar komputer kita tersebut memiliki performa yang baik dan selalu stabil ketika kita pakai untuk bekerja. Coba, bayangkan jika komputer yang kita miliki itu memang memiliki performa yang baik, tetapi berjalan secara tidak stabil, terkadang berjalan dengan baik, tetapi terkadang seringkali ngadat dan tidak bisa digunakan. Kita pasti sebagai pemiliknya pastilah jengkel. Allah kita, juga menginginkan hal yang sama dari kehidupan kita orang percaya. Allah mau kehidupan kekristenan kita menjadi stabil dan terus bertumbuh. Bukannya kadang-kadang baik, kadang-kadang buruk. Kita saja sebagai orang ...

Renungan Harian, 21 Pebruari 2012

Memuliakan Allah 1 Raja-raja 10:1-29; Yohanes 15:8 “Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.” (2 Samuel 4:8) Hari ini, kita belajar lagi dari pribadi raja Salomo, seorang raja yang memiliki hikmat yang luar biasa yang diberikan oleh Allah. Oleh karena hikmat yang ia miliki bahkan Alkitab mencatat bahwa Salomo melebihi segala raja di bumi dalam hal hikmat dan kekayaan (1 Rj 10:23). Hal yang luar biasa. Berkaitan dengan pertumbuhan rohani seseorang maka sikap dan karakternya semakin lama semakin bertumbuh dan itu semakin nampak dari sikap dan tingkah laku dan hal itu dapat dilihat dan memberkati semua orang yang ada disekelingnya. Sama halnya dengan Salomo yang bisa menjadi berkat bagi Ratu Syeba yang datang ke kerajaannya dan akhirnya Ratu itu ...

Renungan Harian, 20 Pebruari 2012

Anugrah Allah 1 Raja-raja 4: 1:1-27; 2 Tesalonika 2:16-17 “Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut, 4:30 sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir.” (1 Raja-raja 4:29-30) Setelah Raja Daud meninggal, tahtanya digantikan oleh Salomo anaknya dengan Batsyeba. Dalam pasal sebelumnya dalam doa Salomo, ketika ia menghadap kepada Allah ia memohon kepada Allah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan bahkan mungkin bagi kebanyakan orang tidak masuk dalam daftar permohonan doa, tetapi Salomo meminta sesuatu yang sederhana dan justru hal tersebut menyenangkan hati Allah. Salomo dalam doanya ia meminta hikmat dari Allah, dan ia pun akhir mendapatkan apa yang ia doakan kepada Allah. Bahkan jika dilihat dalam pasal yang kita baca hari ini dapatlah kita ketahui bahwa ketika Allah memberikan hikmat, bukan segala hikmat, tetapi hikmat yang melebihi ...

Renungan Harian, 19 Pebruari 2012

Semuanya Karena Allah 2 Samuel 23:1-39; Kisah Para Rasul 9:31 “Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?” (2 Samuel 23:5) Satu lagi cerita tentang Raja Daud, yang membuat dia demikian dikasihi oleh Allah. Sampai kepada akhir masa hidupnya Daud terus memuji Allah dan mengakui bahwa dia bukanlah apa-apa dan tanpa Allah dia tidak dapat berbuat apa-apa. Itulah yang Raja Daud katakan pada perkataan terakhirnya (2 Sam 23:5), suatu perkataan yang luar biasa dari seorang raja yang sangat dikasihi oleh Allah. Sebagai orang percaya demikianlah hendaknya kehidupan kita. Sering kali orang berbangga akan prestasi yang diraih dalam kehidupannya. Selalu menganggap bahwa semuanya itu diraih karena kemampuannya dan kepandaiannya, tanpa menyadari bahwa itu sebenarnya atas seijin Allah. Biarlah setiap orang...

Renungan Harian, 18 Pebruari 2012

Kehidupan yang Diubahkan 2 Samuel 18:1-33; Lukas 6:27, 35 “Dan raja memerintahkan kepada Yoab, Abisai dan Itai, demikian: "Perlakukanlah Absalom, orang muda itu dengan lunak karena aku." Dan seluruh tentara mendengar, ketika raja memberi perintah itu kepada semua kepala pasukan mengenai Absalom." (2 Samuel 18:5) Daud adalah seorang raja yang luar biasa dan sangatlah dikasihi oleh Allah. Jika dibandingkan antara kesalahan Daud dan Saul raja terdahulu bisa dikatakan kesalahan Daud sebenarnya lebih besar dibandingkan dengan kesalahan yang dilakukan oleh Saul. Saul melakukan dua kesalahan sehingga dia ditolak oleh Allah untuk mengokohkan kerajaannya. Ketika Saul berperang dengan orang Filistin di Mikmas Allah Saul tidak sabar menunggu Samuel dan dia mempersembahkan sendiri korban bakaran (1 Sam 13), kesalahan yang kedua, ketika Allah perintahkan Saul untuk menumpas habis orang Amalek dia tidak melakukannya (1 Sam 15). Sedangkan Daud juga melakukan suatu kesalah...

Renungan Harian, 17 Pebruari 2012

DOA 1 Tawarikh 4:1-43; Yakobus 5:16 “Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.” (1 Tawarikh 4:10) Saat ini kita akan belajar dari pribadi Yabes. Jika seseorang mendengar kata Yabes, mungkin sudah sangat hafal dengan ayat ini, sampai-sampai ada sebuah buku yang membahas secara khusus doa Yabes. Nama Yabes sendiri sebenarnya memiliki arti yang kurang baik. Kata itu mengandung makna kesengsaraan. Nama Yabes diberikan, karena ketika ibu Yabes melahirkan dia, ibunya tersebut mengalami kesakitan yang luar biasa melebihi kesakitan yang biasa (1 Taw 4:9). Karena latar belakang nama tersebutlah Yabes berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah supaya Allah menghindarkan dia dari sekala kutuk yang mencelakakan dan dari segala malapetaka. Dan ...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 15 Pebruari 2012

Menyenangkan hati Allah 2 Raja-raja 23:1-37; Efesus 5:1-21 “Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu” (2 Raja-raja 23:3) Hari ini kita akan belajar dari pribadi seorang raja yang menyenangkan hati Allah. Raja tersebut adalah raja Yosia. Ia hidup menurut firman Tuhan sama seperti Daud bapa leluhurnya (2 Rj 22:2). Sebagai pribadi yang hidup seturut kehendak Allah, ia senantiasa melakukan apa yang berkenan kepada Allah. Sebagai bukti bahwa ia hidup berkenan kepada Allah, ia menyingkirkan segala bentuk penyembahan berhala dan segala hal yang dapat menajiskan dan tidak berkenan kepada Allah. Bahkan para imam yang melayani di kuil-kuil dewa asing semuanya dipecat dan diberhentikan (2 Rj 23:5)....

Renungan Harian, 14 Pebruari 2012

Kasih setia Allah 2 Raja-raja 13:1-25; 1 Yohanes 4:16-20 “Tetapi TUHAN mengasihani serta menyayangi mereka, dan Ia berpaling kepada mereka oleh karena perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub, jadi Ia tidak mau memusnahkan mereka dan belum membuang mereka pada waktu itu dari hadapan-Nya.” (2 Raja-raja 13:23) Hari ini kita akan belajar tentang kasih Allah. Kita tahu bahwa Allah adalah Pribadi yang penuh kasih, dan kasih-Nya itu sungguh-sungguh Ia nyatakan di dalam kehidupan setiap umat-Nya. Kasih adalah karakter Allah yang tidak mungkin terpisah dari kepribadian Allah (1 Yoh 4:16). Sebagai Allah yang penuh dengan kasih, Ia selalu memperhatikan dan mengasihi umat-Nya setiap kita orang percaya. Ketika Allah menjanjikan suatu hal pada umat-Nya Ia sebagai Allah yang setia tidak pernah menarik kembali janji-Nya tersebut, tetapi Dia dengan setia pasti akan memenuhi setiap janji-Nya. Itulah yang Allah kerjakan dalam firman Tuhan yang kita baca hari ini. Kita tahu bahwa Alla...

Renungan Harian, 13 Pebruari 2012

Diperhatikan oleh Allah 2 Raja-raja 8:1-29; 1 Petrus 3:12 Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: "Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya.” (2 Raja-raja 8:1) Salah satu sifat manusia adalah suka diperhatikan. Siapapun orangnya jika orang tersebut diperhatikan, pastilah ia bersukacita dan bertambah semangatya. Jika kita adalah seorang anak pastilah kita sangat senang jika orang tua kita memperhatikan kita dan memenuhi kebutuhan kita. Jika kita sepasang suami – istri, pastilah kita sangat senang jika pasangan kita tersebut memperhatikan kita. Terlebih lagi kita sebagai anak-anak Tuhan, kita patutlah berbangga sebab Allah yang kita sembah adalah Pribadi yang senantiasa memperhatikan setiap kebutuhan anak-anak-Nya. Bagian firman Tuhan yang kita baca har...

Renungan Harian, 12 Pebruari 2012

Hidup Menjadi Berkat 2 Raja-raja 3:1-27; 1 Tesalonika 5:5 “Berkatalah Elisa: "Demi TUHAN semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu." (2 Raja-raja 3:14) Kehidupan anak-anak Tuhan adalah seperti ikan di dalam aquarium. Dapat dilihat oleh siapapun yang lewat dan melihat aquarium tersebut. Demikianlah kehidupan kita, selalu menjadi sorotan bagi banyak orang. Bahkan seringkali orang berusaha untuk mencari-cari kesalahan kita supaya dapat menjatuhkan kita. Cerita yang kita baca hari ini sungguhlah suatu cerita yang luar biasa. Di dalam firman Tuhan yang kita baca hari ini kita belajar dari seorang tokoh namanya adalah Yosafat – ia adalah raja dari Yehuda. Allah mengasihi Yosafat karena ia hidup takut akan Allah sama seperti Daud bapa leluhurnya. Ketika terjadi suatu permasalahan di bangsa Israel dan Yehuda dan kemudian ketika mereka me...

Renungan Harian, 11 Pebruari 2012

Bait Allah 2 Tawarikh 3:1-17; 1 Korintus 6:19 “Kemudian ia membuat ruang maha kudus; panjangnya dua puluh hasta, menurut lebar rumah itu, dan lebarnya dua puluh hasta juga. Lalu ia menyaputnya dengan emas tua seberat enam ratus talenta;” (2 Tawarikh 3:8) Firman Tuhan hari ini berisikan cerita saat Raja Salomo mulai membangun bait Allah, sebab saat itu bait Allah adalah berupa sebuah bangunan, dan harus dibangun dengan megah dan dari bahan yang terbaik untuk memuliakan Allah. Saat ini bait Allah bukanlah lagi berupa sebuah bangunan fisik, tetapi berupa sebuah bangunan rohani. Memang benar secara bangunan saat ini ada gedung gereja, tetapi bait Allah yang sejati bukanlah gedung gereja dimana kita beribadah bersama dengan saudara seiman lainnya. Bait Allah yang sejati adalah diri kita sendiri (1 Kor 6:19). Sebagai bait Allah, maka kerohanian kita harus dibangun semegah mungkin untuk memuliakan Allah. Bukan dibangun dengan batu bata, emas, perak atau benda-benda berharga la...

Renungan Harian, 10 Pebruari 2012

Jangan Gegabah 1 Tawarikh 21:1-30; Matius 16:13-23 “Lalu berkatalah Daud kepada Allah: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.” (1 Tawarikh 21:18) Jika mendengar nama Daud, saudara pasti sudah tahu siapakah tokoh tersebut di dalam Alkitab. Dia adalah seorang Raja yang diurapi oleh Allah dan sangat dikasihi oleh Allah. Namun dalam pembacaan firman Tuhan hari ini kita melihat firman Tuhan yang menceritakan tetang kesalahan yang dilakukan oleh Raja Daud, sehingga suatu yang buruk menimpa bangsanya. Hal tersebut menunjukkan walaupun raja Daud adalah orang yang diurapi oleh adalah dan dikasihi oleh Allah, dia tetaplah manusia yang bisa saja berbuat suatu kesalahan. Hal tersebut bukan berarti berbuat dosa diperbolehkan atau suatu hal yang biasa, tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa jika sesaat saja manusia lepas dari Allah maka iblis sudah siap sedia untuk menjebak dan me...

Renungan Harian, 9 Pebruari 2012

Penyertaan Allah 1 Tawarikh 12:1-40; Roma 8:31 “Lalu Roh menguasai Amasai, kepala ketiga puluh orang itu: Kami ini bagimu, hai Daud, dan pada pihakmu, hai anak Isai! Sejahtera, sejahtera bagimu dan sejahtera bagi penolongmu, sebab yang menolong engkau ialah Allahmu! Kemudian Daud menyambut mereka dan mengangkat mereka menjadi kepala pasukan.” (1 Tawarikh 12:18) Satu lagi contoh penyertaan Allah terhadap umat-Nya. Hari ini kita membaca bagaimana Allah menyertai Daud saat ia berada dalam kejaran Raja Saul. Suatu hal yang luar biasa bagaimana Allah membuktikan firman-Nya bahwa Allah akan senantiasa menyertai umat-Nya. Dan dalam firman Tuhan yang kita baca hari ini hal itu sungguh nyata terbukti. Jika kita membaca keseluruhan cerita dari firman Tuhan di dalam Alkitab, secara garis besar didalamnya banyak sekali dimuat kisah-kisah penyertaan Allah kepada umat-Nya, baik dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru. Hal tersebut semakin membuktikan bahwa Allah yang kita...

Renungan Harian, 8 Pebruari 2012

Tidak Memandang Muka 1 Tawarikh 8:1- 40; 1 Timotius 4:12 “Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin." (1 Tawarikh 8:40) Kita sebagai manusia seringkali ketika berteman atau pun membantu seseorang selalu memandang rupa. Dan hal tersebut juga berlaku ketika kita menilai seseorang. Namun seringkali karena kita salah dalam hal ini. Kita sebagai manusia patutnya mengucap syukur karena ketika Allah memilih kita, Ia bukanlah Allah yang memandang muka. Bagi Dia siapa saja layak untuk jadi umat-Nya dan melayani Dia. Saat kita membaca Firman Tuhan hari ini, semuanya menunjukkan pada keturunan bani Benyamin. Benyamin adalah anak bungsu dari Yakub (Israel). Namun demikian, melalui pembacaan firman Tuhan hari ini kita tahu, bahwa walaupun bani Benyamin merupakan bani yang paling muda, tetapi Allah memakai mereka dengan luar...