Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 22 Pebruari 2012

Tetap Stabil

1 Raja-raja 14:1-31; 1 Timotius 4:7-10
“Tetapi orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka menimbulkan cemburu-Nya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka.” (2 Samuel 9:7)

Jika kita memiliki komputer dirumah, tentunya kita mau agar komputer kita tersebut tidak pernah mengalami permasalahan. Kita mau agar komputer kita tersebut memiliki performa yang baik dan selalu stabil ketika kita pakai untuk bekerja.
Coba, bayangkan jika komputer yang kita miliki itu memang memiliki performa yang baik, tetapi berjalan secara tidak stabil, terkadang berjalan dengan baik, tetapi terkadang seringkali ngadat dan tidak bisa digunakan. Kita pasti sebagai pemiliknya pastilah jengkel.
Allah kita, juga menginginkan hal yang sama dari kehidupan kita orang percaya. Allah mau kehidupan kekristenan kita menjadi stabil dan terus bertumbuh. Bukannya kadang-kadang baik, kadang-kadang buruk. Kita saja sebagai orang tua jika memiliki anak yang kondisinya kadang sehat kadang sakit (sakit-sakitan) pastilah sangat sedih dan mau anak kita memiliki kondisi yang senantiasa sehat.
Janganlah kehidupan rohani kita naik turun, tetapi terus naik. Sering kali orang berfikir, mana mungkin hal tersebut bisa, roda saja berputar terkadang di atas terkadang dibawah, sering kali itu yang dikatakan oleh kebanyakan orang.
Kehidupan kita harus terus meningkat, seiring dengan pertumbuhan kerohanian kita. Apa yang ditunjukkan dalam cerita yang kita baca hari ini adalah sebuah contoh dari kemunduran kerohanian, bahkan bukan hanya mundur tapi terjun payung, dan hal tersebut sangat menyakitkan hati Allah. Dan Tuhan memandang apa yang dilakukan baik Yerobeam maupun Rehabeam adalah suatu kejahatan, sebagai akibatnya ada suatu penghukuman yang harus mereka alami.
Setiap kita tentunya tidak mau mendapatkan murka Allah. Oleh sebab itu, hendaklah kita senantiasa menjaga kehidupan kita, supaya senantiasa berkenan kepada Allah. Jangan sampai apa yang dialami oleh kedua raja tersebut terjadi pada kehidupan kita. 

Renungan :
Biarlah melalui renungan hari ini, kita diingatkan pentingnya menjaga diri dan menjadi stabil di dalam Kristus. Janganlah lagi kehidupan kita naik-turun, tetapi secara bertahap terus bertumbuh dan mempermuliakan Kristus.

Biarlah hidup kita terus bertumbuh dan memuliakan Allah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...

Renungan Harian, 8 Pebruari 2012

Tidak Memandang Muka 1 Tawarikh 8:1- 40; 1 Timotius 4:12 “Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin." (1 Tawarikh 8:40) Kita sebagai manusia seringkali ketika berteman atau pun membantu seseorang selalu memandang rupa. Dan hal tersebut juga berlaku ketika kita menilai seseorang. Namun seringkali karena kita salah dalam hal ini. Kita sebagai manusia patutnya mengucap syukur karena ketika Allah memilih kita, Ia bukanlah Allah yang memandang muka. Bagi Dia siapa saja layak untuk jadi umat-Nya dan melayani Dia. Saat kita membaca Firman Tuhan hari ini, semuanya menunjukkan pada keturunan bani Benyamin. Benyamin adalah anak bungsu dari Yakub (Israel). Namun demikian, melalui pembacaan firman Tuhan hari ini kita tahu, bahwa walaupun bani Benyamin merupakan bani yang paling muda, tetapi Allah memakai mereka dengan luar...