Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 14 Pebruari 2012

Kasih setia Allah

2 Raja-raja 13:1-25; 1 Yohanes 4:16-20
“Tetapi TUHAN mengasihani serta menyayangi mereka, dan Ia berpaling kepada mereka oleh karena perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub, jadi Ia tidak mau memusnahkan mereka dan belum membuang mereka pada waktu itu dari hadapan-Nya.” (2 Raja-raja 13:23)

Hari ini kita akan belajar tentang kasih Allah. Kita tahu bahwa Allah adalah Pribadi yang penuh kasih, dan kasih-Nya itu sungguh-sungguh Ia nyatakan di dalam kehidupan setiap umat-Nya. Kasih adalah karakter Allah yang tidak mungkin terpisah dari kepribadian Allah (1 Yoh 4:16). Sebagai Allah yang penuh dengan kasih, Ia selalu memperhatikan dan mengasihi umat-Nya setiap kita orang percaya.
Ketika Allah menjanjikan suatu hal pada umat-Nya Ia sebagai Allah yang setia tidak pernah menarik kembali janji-Nya tersebut, tetapi Dia dengan setia pasti akan memenuhi setiap janji-Nya. Itulah yang Allah kerjakan dalam firman Tuhan yang kita baca hari ini. Kita tahu bahwa Allah pernah berjanji kepada Abraham, bapa leluhur Israel untuk senantiasa memberkati keturunannya dan membuat keturunannya sebanyak pasir di tepi laut dan seperti banyaknya bintang dilangit (Kej 22:17).
Saat Allah melihat umat Israel ditindas oleh bangsa Aram, Allah teringat kembali akan janji-Nya telah diberikan kepada Abraham. Ketika Allah mengingat akan janji-Nya, ia langsung menolong umat-Nya dan membebaskan bangsa Israel dari bangsa Aram.
Janji penyertaan yang Allah berikan kepada Abraham, juga Allah nyatakan dalam kehidupan kita. Saat kita terima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi, detik itulah Ia menjadi tuan dan Tuhan dalam kehidupan kita dan kita menjadi biji mata Allah yang senantiasa dijagai oleh Allah.
Jika saat ini saudara merasa lemah, letih dan lelah dalam menghadapi permasalah dalam kehidupan saudara. Biarlah saudara senantiasa pegang janji firman Tuhan hari ini. Bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang setia yang memperhatikan permasalah umat-Nya. Bukankah Ia berjanji pasti memberikan jalan keluar dalam kehidupan kita (1 Kor 10:13). Jadi percayalah!

Renungan :
Biarlah melalui firman Tuhan hari ini membuat saudara sadar dan dikuatkan kembali iman saudara. Bahwa Allah itu benar-benar Allah yang setia dan penuh anugerah. Yang pasti menolong dan memberikan jalan keluar atas setia permasalah yang saudara hadapi

Allah yang setia pasti menolong dan memberikan jalan keluar umat-Nya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...