Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 21 Pebruari 2012

Memuliakan Allah

1 Raja-raja 10:1-29; Yohanes 15:8
“Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.” (2 Samuel 4:8)

Hari ini, kita belajar lagi dari pribadi raja Salomo, seorang raja yang memiliki hikmat yang luar biasa yang diberikan oleh Allah. Oleh karena hikmat yang ia miliki bahkan Alkitab mencatat bahwa Salomo melebihi segala raja di bumi dalam hal hikmat dan kekayaan (1 Rj 10:23). Hal yang luar biasa.
Berkaitan dengan pertumbuhan rohani seseorang maka sikap dan karakternya semakin lama semakin bertumbuh dan itu semakin nampak dari sikap dan tingkah laku dan hal itu dapat dilihat dan memberkati semua orang yang ada disekelingnya.
Sama halnya dengan Salomo yang bisa menjadi berkat bagi Ratu Syeba yang datang ke kerajaannya dan akhirnya Ratu itu bisa melihat begitu berhikmatnya Salomo yang pada akhirnya ratu tersebut memuliakan Allah yang disembah oleh Salomo.
Kita sebagai orang percaya harus menjadi berkat bagi orang lain. Sebagai seorang kristen yang bertumbuh, sudahlah selayaknya pertumbuhan itu nampak dari sikap, perbuatan dan karakter kita. Sama seperti seorang anak yang bertumbuh itu kelihatan, mulai dari tidak bisa berjalan sampai bisa berlari.
Berkaitan dengan hal tersebut, Yakobus dalam suratnya mengingatkan setiap kita orang percaya agar iman kita itu menjadi nyata dalam setiap perbuatan kita (Yak 2:14-26). Bagian firman Tuhan tersebut mengingatkan setiap kita, bahwa jika kita berkata memiliki iman tetapi tidak menyatakannya dalam perbuatan kita, maka iman yang kita miliki patut untuk ditanyakan.
Biarlah kehidupan setiap kita menjadi suratan yang terbuka, yang dibaca oleh semua orang. Ketika orang tersebut membaca kehidupan kita, bukannya mereka malah menghujat Allah kita, tetapi biarlah mereka boleh diberkati oleh kehidupan kita, bahkan lebih dalam lagi mereka mau mengenal Allah yang kita sembah.

Renungan :
Biarlah melalui firman Tuhan hari ini kita sadar bahwa kehidupan kita adalah transparan dan terlihat oleh semua orang. Biarlah setiap kita menunjukkan pertumbuhan iman kita melalui sikap, tingkah laku dan karakter yang kita miliki.

Tindakan berbicara lebih tegas dari perkataan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...

Renungan Harian, 8 Pebruari 2012

Tidak Memandang Muka 1 Tawarikh 8:1- 40; 1 Timotius 4:12 “Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin." (1 Tawarikh 8:40) Kita sebagai manusia seringkali ketika berteman atau pun membantu seseorang selalu memandang rupa. Dan hal tersebut juga berlaku ketika kita menilai seseorang. Namun seringkali karena kita salah dalam hal ini. Kita sebagai manusia patutnya mengucap syukur karena ketika Allah memilih kita, Ia bukanlah Allah yang memandang muka. Bagi Dia siapa saja layak untuk jadi umat-Nya dan melayani Dia. Saat kita membaca Firman Tuhan hari ini, semuanya menunjukkan pada keturunan bani Benyamin. Benyamin adalah anak bungsu dari Yakub (Israel). Namun demikian, melalui pembacaan firman Tuhan hari ini kita tahu, bahwa walaupun bani Benyamin merupakan bani yang paling muda, tetapi Allah memakai mereka dengan luar...