Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 23 Maret 2012

Menunaikan Tugas Panggilan

Ezra 7:1-28; Titus 3:1
“Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku.”  (Ezra 7:28b)

Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani Dia dan menjadi berkat bagi orang disekelilingnya dan memuliakan nama Allah dalam segala aspek kehidupan orang percaya. Termasuk juga kita harus juga menjadi berkat bagi negera kita.
Seringkali kita lebih mudah mengkritik kesalahan dari bangsa kita daripada ambil bagian dalam pemulihan negara kita. Kita sering kali menempatkan diri kita sebagai seorang komentator sebuah pertandingan sepak bola. Kita begitu gencar dan semangat ketika mengomentari setiap pemain sepak bola ketika mereka menendang bola, mengumpan, memasukkan goal, bahkan ketika mereka melakukan sebuah kesalahan.
Kita bahkan menyalahkan pemain tersebut, dan mengatakan bahwa seharusnya tidak demikian harusnya memakai pola tertentu dan komentar-komentar yang mengkriktik lainnya. Padahal jika kita ditempatkan pada lapangan sesungguhnya, pastilah kita tidak bisa berbuat lebih baik, bahkan menendang bola dengan benar pun kita tidak bisa.
Biarlah kita mengikuti teladan Ezra yang perduli akan bangsanya. Ia menguatkan hatinya dan memimpin rakyat Israel untuk kembali ke negerinya dan membangun kembali negerinya tersebut.
Saat ini pun Tuhan tantang setiap kita untuk berbuat sesuatu bagi negeri kita. Sehingga kita bukan hanya bertindak sebagai seseorang yang pandai bicara dan mengritik negara kita saja, tetapi berbuat sesuatu untuk kedamaian negeri kita tercinta ini. Jika saudara kerja di pemerintahan, berikan yang terbaik dan bekerjalah secara jujur, dengan demikian saudara bisa jadi berkat.Banyak hal yang bisa kita lakukan bagi negeri kita sebagai warga negara yang baik. Sudah selayaknya kita berdoa bagi negeri kita.

Renungan :
Melalui firman Tuhan hari ini, biarlah kita diingatkan akan panggilan kita, bukan hanya melayani Allah saja, tetapi juga berbuat yang terbaik bagi negara kita. Berdoalah bagi kesejahteraan negeri.

Allah memanggil setiap orang percaya sebagai terang bagi negerinya !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...