Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 16 Maret 2012

Upah Takut akan Allah
Ester 10:1-3; Matius 5:13-16
“Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya. " (Ezra 1:3)

Siapa sih yang tidak kenal Ratu Ester yang luar biasa, tetapi siapakah Mordekhai yang ada dalam kitab Ester, apakah jasanya sehingga ia tercatat pada bagian penutup dalam kitab ini dan sangat dihormati.
Namun dibalik Ratu Ester yang luar biasa ada orang biasa yang membuat dia diangkat sebagai ratu. Orang sederhana tersebut adalah Mordekhai paman dari Ester. Karena nasehat dari Mordekhailah Ester bisa diangkat menjadi menjadi Ratu dari Ahasyweros.
Suatu hari salah seorang pejabat dari Raja Ahasyweros, yaitu Haman beriktiar (memiliki rencana) untuk memusnahkan bangsa Yahudi dan Mordekhai memberitahukan hal tersebut kepada Ester dan seluruh bangsa Yahudi bersepakat untuk berdoa akan hal tersebut. Dan akhirnya rencana Haman untuk memusnahkan orang Yahudi dan menggantung Mordekhai gagal total dan justru dia yang digantung di tiang gantungannya sendiri.
Melalui kisah Mordekhai ini biarlah menjadi teladan bagi setiap anak-anak Tuhan, bahwa kita sebagai orang percaya tidak perlu takut untuk berbuat benar. Memang hal tersebut akan membuat orang disekeliling kita akan menjauh bahkan memusuhi kita. Tetapi percayalah pembelaan Allah itu selalu nyata.
Kita tidak perlu kuatir can cemas untuk berjalan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Allah pasti menyertai kita dan meluputkan kita dari setiap orang yang mau berbuat jahat kepada kita.
Sebagai mana Allah melepaskan Mordekhai dari tangan dan rencana jahat Haman, demikian juga Allah pastilah melepaskan setiap kita dari tangan-tangan orang yang ingin berbuat jahat kepada kita.

Renungan :
Jika saat ini saudara masih ragu dan takut untuk berbuat benar, segeralah ambil keputusan untuk berani berbuat benar. Perlindungan dan penyertaan Allah pastilah senantiasa bersama dengan saudara, menghindarkan saudara dari rencana jahat orang yang ada di sekitar saudara
Tetaplah berbuat benar, maka pembelaan-Nya nyata sempurna!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...

Renungan Harian, 8 Pebruari 2012

Tidak Memandang Muka 1 Tawarikh 8:1- 40; 1 Timotius 4:12 “Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin." (1 Tawarikh 8:40) Kita sebagai manusia seringkali ketika berteman atau pun membantu seseorang selalu memandang rupa. Dan hal tersebut juga berlaku ketika kita menilai seseorang. Namun seringkali karena kita salah dalam hal ini. Kita sebagai manusia patutnya mengucap syukur karena ketika Allah memilih kita, Ia bukanlah Allah yang memandang muka. Bagi Dia siapa saja layak untuk jadi umat-Nya dan melayani Dia. Saat kita membaca Firman Tuhan hari ini, semuanya menunjukkan pada keturunan bani Benyamin. Benyamin adalah anak bungsu dari Yakub (Israel). Namun demikian, melalui pembacaan firman Tuhan hari ini kita tahu, bahwa walaupun bani Benyamin merupakan bani yang paling muda, tetapi Allah memakai mereka dengan luar...