Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 11 Maret 2012

Matematika Allah

2 Tawarikh 13:1- 22; Matius 14: 13-21
“dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang, Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israel oleh Abia dan Yehuda." (2 Tawarikh 13:15)

Kita sebagai manusia senantiasa memperhitungkan segala sesuatunya. Besar – kecil, banyak – sedikit tidak pernah lepas dari pengamatan kita sebagai manusia. Bagi kita sesuatu yang besar pasti lebih kuat dan yang lebih kecil jumlahnya tidak mungkin menang dalam melawan jumlah yang lebih besar. Bagi kita itu adalah sesuatu yang mustahil.
Tetapi tahukan saudara bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bagi Dia segala sesuatunya mungkin dan bisa terjadi. Bacaan firman Tuhan kita hari ini sekali lagi menunjukkan hal tersebut.
Pada waktu Abia menjadi raja atas Yehuda ia hanya memimpin empat ratus ribu orang pasukan sedangkan Yerobeam memimpin delapan ratus ribu orang – jumlah tersebut dua kali lipat dari pasukan yang dimiliki oleh raja Abia. Secara perhitungan matematika, yang menang pastilah pasukan dari Yerobeam raja Israel.
Ketika orang Yehuda memekik perang, saat itu Tuhan mendengarkan seruan mereka dan memukul kalau Yerobeam beserta pasukannya dan di pihak Yerobeam gugur lima ratus ribu pasukan.
Bagi Allah jumlah yang besar ataupun kecil bukanlah masalah. Roma 8 :31 mengatakan : “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”. Itu sebabnya jangan pernah mengukur kekuatan saudara berdasarkan matematika dan logika kita sebagai manusia, sebab jika hal itu yang kita lakukan, kita akan kecewa dan jadi kuatir.
Pegang janji firman Tuhan, dan serahkan segala perkara pada Dia, ikuti saja matematika Allah, maka perkara mujizat pasti terjadi. Ketika Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan (Mat 14:17). Yesus membuat perkara yang mustahil bisa terjadi. Percaya saja pada Dia.

Renungan :
Hari ini jadikan kisah dari Raja Abiab semakin menguatkan iman saudara. Jangan lagi berfikir dengan logika dan matematika manusia, percayalah Tuhan ada dipihak saudara dan bersama dengan Dia saudara dapat melakukan perkara-perkara yang besar.

Bagi Allah dua ditambah lima sama dengan lima ribu orang kenyang!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...