Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 14 Januari 2012

Sesuai Instruksi
Keluaran 39:1-43; Matius 24:46
“…, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa….. Dan Musa melihat segala pekerjaan itu, dan sesungguhnyalah, mereka telah melakukannya seperti yang diperintahkan TUHAN, demikianlah mereka melakukannya. Lalu Musa memberkati mereka” (Keluaran 39:1, 43).
Kalimat “seperti yang diperintahkan TUHAN” merupakan pokok yang sangat penting dalam Keluaran 39. Oleh sebab itu, di kedua perokop yang ada dalam pasal ini, kalimat tersebut sering diulang. Pada perikop pertama ada 7 kali kalimat itu disebut dan pada perikop kedua ada 3 kali kalimat itu disebut, sehingga total secara keseluruhan dalam Keluaran 39 ada 10 kali kalimat “seperti yang diperintahkan TUHAN” itu disebutkan.
Suatu kalimat, jika sering diulang-ulang, apalagi sampai 10 kali, pastilah bukan karena iseng atau kekurangan kalimat, tetapi kalimat tersebut mengandung sesuatu yang penting bahkan maha penting, yang perlu mendapat perhatian extra. Dalam hal ini berkaitan dengan “perintah TUHAN”.
Hal yang perlu dipahami dan dimengerti oleh setiap orang percaya, bahwa memang setiap orang percaya adalah anak-anak Allah, tetapi orang percaya juga merupakan hamba-hamba Allah. Tentunya sebagai seorang hamba, setiap orang percaya harus dengar-dengaran dan melaksanakan semua instruksi atau perintah Allah dengan sebaik-baiknya, sehingga kita dapat berkenan kepada Allah sebagai Tuan dan TUHAN kita.
Saat kita bekerja di dunia ini, kita pun memiliki atasan. Sebagai bawahan tentunya kita dituntut untuk mengikuti semua peraturan dan perintah dari atasan kita , dimana kita bekerja. Jika kita coba-coba untuk menghindar atau melanggar peraturan tersebut, pastilah kita mendapatkan SP (Surat Peringatan). Jika kesalahan itu tidak diperbaiki, tentunya pelanggaran tersebut berujung pada pemecatan. Hal itu dilakukan, bukan karena atasan yang kejam, tetapi dilakukan atas dasar ketegasan terhadap kesalahan kita, sehingga menjadi peringatan bagi karyawan yang lain agar mereka mengikuti peraturan perusahaan dan perintah atasan.
TUHAN adalah Allah yang baik, yang penuh dengan kasih. Tetapi Ia juga Pribagi yang tegas yang menghendaki kita, setiap orang percaya menjadi hamba yang baik, yang patuh dan dengar-dengaran akan firman dan perintah-NYa.
Yesus sendir menegaskan hal tersebut. Untuk membuat setiap kita mengerti akan tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang hamba, maka Ia memberikan perumpamaan tentang hamba yang baik dan tentang talenta. Dalam perumpamaan tersebut, Yesus dengan tegas menjelaskan, bahwa hamba yang baik, yang setia dan melakukan tugasnya, disebut sebagai hamba yang “berbahagia”, diberi tanggung jawab yang lebih besar dan berhak masuk dalam kebahagiaan Tuannya (Matius 24:46; 25:21, 23). Sedangkan bagi hamba yang tidak setia dan tidak dengar-dengaran akan perintah Tuannya, pastilah mendapatkan penghukuman (Matius 24:51; 25:30).
Oleh sebab itu, biarlah setiap kita menjadi hamba yang baik, sehingga kita berkenan pada TUHAN. Saat kita menjadi hamba yang baik maka pastilah TUHAN mencuarahkan berkat-Nya atas kita, tanpa menahan-nahannya. Hanya jadilah hamba yang baik, yang setia dan menuruti perintah TUHAN  kita!

Renungan:
Sudahkah kita menjadi hamba yang baik bagi TUHAN Allah kita. sadarlah bahwa yang Allah kehendaki dari kehidupan kita adalah kesetiaan kita dan ketaatan kita dalam menjalani setaip perintah yang Allah berikan melalui firman-Nya.

Hamba yang baik adalah hamba yang melakukan perintah Tuannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...