Menjauhi Perbuatan Gelap (1 Yohanes 1:7)

Menjauhi Perbuatan Gelap (1 Yohanes 1:7)

Bacaan Alkitab: 1 Yohanes 1:7 "Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain..."

Sembunyi-Sembunyi di Tempat Gelap

Pernahkah kamu bermain petak umpet bersama saudara atau teman-temanmu di sore hari?

Bermain petak umpet itu sangat seru, bukan? Ketika penjaga mulai menghitung satu sampai sepuluh, kamu pasti akan berlari cepat mencari tempat bersembunyi yang paling gelap dan paling tersembunyi. Mungkin kamu bersembunyi di balik lemari pakaian yang sempit, di kolong tempat tidur yang berdebu, atau di sudut lorong rumah yang lampunya dimatikan.

Saat bersembunyi di tempat yang gelap itu, kamu menahan napas, berusaha tidak bersuara, dan berharap sang penjaga tidak bisa melihatmu. Kamu merasa aman di tempat yang gelap karena kamu berpikir tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaanmu di sana.

Namun, bayangkan jika kamu terisolasi di tempat bersembunyi yang gelap itu selamanya. Ruangannya sempit, pengap, dingin, dan kamu tidak bisa bermain atau tertawa bersama teman-temanmu lagi. Tentu terasa tidak menyenangkan dan sangat kesepian, kan?

Sama seperti bermain petak umpet, kadang-kadang di dalam kehidupan sehari-hari ada anak-anak yang mencoba "bersembunyi" saat melakukan hal-hal yang tidak baik. Mereka mencari tempat yang sepi atau kesempatan saat orang tua tidak melihat untuk melakukan perbuatan gelap. Tetapi, apakah berpura-pura tidak kelihatan benar-benar membuat kita aman?

Apa Itu "Perbuatan Gelap"?

Di dalam Alkitab, kata "kegelapan" bukan cuma berarti ruangan yang lampunya mati. Kegelapan juga menggambarkan sikap, pikiran, dan perbuatan buruk yang ingin disembunyikan dari orang lain karena kita tahu perbuatan itu salah.

Sesuatu disebut perbuatan gelap jika kita melakukannya dengan rasa takut ketahuan. Coba kita perhatikan beberapa contoh perbuatan gelap yang sering menggoda anak-anak:

  • Berbisik untuk mengejek teman: Ketika ada teman di kelas yang bajunya kotor atau cara bicaranya berbeda, lalu kamu berbisik-bisik bersama temanmu di sudut kelas sambil tertawa kecil.
  • Mengambil barang tanpa izin: Melihat mainan atau uang kembalian tergeletak di atas meja, lalu buru-buru memasukkannya ke dalam saku saat tidak ada orang yang melihat.
  • Menonton atau melihat hal buruk: Membuka handphone atau televisi untuk menonton tayangan yang dilarang oleh Papa dan Mama secara sembunyi-sembunyi saat orang tua sedang tidur.
  • Menyimpan kemarahan dan dendam: Pura-pura tersenyum di depan teman, tetapi di dalam hati merencanakan hal jahat untuk membalas dendam karena merasa kesal.

Saat melakukan hal-hal seperti itu, pernahkah kamu merasa hatimu berdebar kencang, takut, dan merasa tidak tenang? Itu adalah tanda bahwa perbuatan gelap tidak pernah memberikan kedamaian. Perbuatan gelap justru membuat hati kita terasa sempit, pengap, dan terpisah dari kasih Tuhan.

Tuhan Melihat di Dalam Terang

Mungkin kita bisa bersembunyi dari penglihatan Papa, Mama, Guru, atau teman-teman kita. Kita bisa menyembunyikan bungkus permen di bawah tempat tidur atau menyembunyikan mainan yang kita ambil di dalam tas. Tetapi ada satu hal penting yang harus selalu kita ingat: Tuhan Yesus melihat segala sesuatu.

Mata Tuhan tidak seperti mata manusia yang terbatas oleh tembok atau kegelapan malam. Bagi Tuhan, tempat yang paling gelap sekalipun kelihatan terang benderang. Tuhan melihat tidak hanya apa yang dilakukan oleh tangan kita, tetapi Tuhan juga bisa membaca apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita.

Tetapi ingat ya, Tuhan melihat kita bukan seperti polisi yang galak yang siap menangkap dan menghukum kita dengan kejam. Tuhan melihat kita dengan kasih seorang Bapa yang sangat menyayangi anak-anak-Nya.

Tuhan tahu ketika kita tergoda untuk melakukan hal yang buruk. Saat Tuhan melihat kita mulai melangkah ke tempat yang gelap, Tuhan ingin melambaikan tangan-Nya dan memanggil kita: "Ayo nak, keluar dari tempat gelap itu! Berjalanlah kembali di dalam terang-Ku yang hangat."

Indahnya Hidup Berdampingan di Dalam Terang

Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 1:7 berkata: "Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain..."

Apa sih artinya "beroleh persekutuan"? Artinya adalah kita bisa hidup bersahabat, rukun, bahagia, dan saling mengasihi tanpa ada rasa takut atau rahasia yang disembunyikan.

Coba bayangkan bedanya dua suasana ini:

Suasana Pertama (Hidup di Dalam Kegelapan):
Dino mengambil mainan mobil-mobilan milik adiknya secara diam-diam dan menyembunyikannya di dalam lemarinya. Sepanjang hari, Dino merasa gelisah. Setiap kali adiknya mendekat, Dino langsung marah dan berteriak karena takut lemarinya dibuka. Saat makan malam bersama keluarga, Dino tidak bisa menikmati makanannya karena takut Mama menemukan mobil-mobilan itu. Hidup Dino penuh dengan rasa curiga dan ketakutan.

Suasana Kedua (Hidup di Dalam Terang):
Dino ingin bermain mobil-mobilan adiknya. Dia menghampiri adiknya, tersenyum, dan berkata, "Adik, bolehkah Kakak pinjam mobil-mobilannya sebentar? Nanti Kakak kembalikan kalau sudah selesai." Adiknya memberikan mainan itu dengan gembira. Mereka berdua lalu bermain bersama di ruang tamu sambil tertawa. Tidak ada yang disembunyikan, tidak ada rasa takut, dan suasana rumah terasa sangat hangat.

Manakah dari kedua suasana di atas yang lebih menyenangkan? Tentu suasana yang kedua! Itulah indahnya hidup sebagai anak terang. Ketika kita membuang semua perbuatan gelap, kita bisa tersenyum lepas, tidur dengan nyenyak, dan berteman dengan siapa saja tanpa ada beban di hati.

Bagaimana Cara Menjauhi Perbuatan Gelap?

Menjauhi perbuatan gelap memang butuh perjuangan, karena kadang-kadang melakukan hal yang buruk itu kelihatan seru atau mudah. Tetapi jangan khawatir, Roh Kudus selalu siap membantu kita! Inilah 4 langkah mudah untuk menjauhi perbuatan gelap:

1. Ingatlah bahwa Tuhan Selalu Bersamamu
Sebelum kamu melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi, berhenti sejenak dan bisikkan di dalam hatimu: "Tuhan Yesus ada di sini dan melihatku. Aku ingin membuat Tuhan Yesus tersenyum." Pengingat sederhana ini akan memberimu kekuatan untuk membatalkan niat yang buruk.

2. Tinggalkan Tempat dan Situasi yang Berbahaya
Jika teman-temanmu mengajakmu melakukan hal yang tidak baik—seperti mengintip jawaban ujian, mengejek teman lain, atau merusak tanaman—beranilah untuk berkata, "Tidak, aku tidak mau ikut." Lalu berjalanlah menjauh dari tempat itu. Anak terang harus berani tampil beda!

3. Buka Rahasia Ketakutanmu kepada Orang Tua
Jika kamu sudah terlanjur melakukan kesalahan atau menyimpan pikiran buruk yang membuatmu takut, jangan menyimpannya sendiri di dalam kegelapan. Datanglah kepada Papa, Mama, atau Guru Sekolah Minggu. Ceritakan sejujurnya apa yang terjadi. Orang tua yang menyayangimu akan membantumu menyelesaikan masalah itu dan mendoakanmu.

4. Isi Hati dan Pikiranmu dengan Hal-hal yang Terang
Sama seperti ruangan yang terang tidak menyisakan tempat untuk bayangan gelap, hati yang penuh dengan isi Alkitab tidak akan menyisakan tempat untuk pikiran jahat. Rajinlah membaca Alkitab anak, mendengarkan lagu puji-pujian, dan berdoa setiap hari.

Kisah Senter dan Bayangan Hitam Tono

Mari kita dengarkan cerita tentang Tono yang belajar keluar dari kegelapan.

Suatu hari, Tono tidak sengaja menjatuhkan pot bunga kesayangan Ibunya saat bermain bola di halaman rumah. Pot tanah liat itu pecah berkeping-keping dan tanahnya berserakan di atas lantai teras. Karena takut dimarahi, Tono segera menyapu pecahan pot itu dan menyembunyikannya di dalam tong sampah di belakang rumah. Setelah itu, Tono masuk ke kamarnya dan berpura-pura sedang membaca buku.

Saat Ibu pulang dan melihat pot bunganya hilang, Ibu bertanya kepada Tono, "Tono, apakah kamu tahu ke mana pot bunga Ibu di teras?"

Tono menelan ludah dan menjawab dengan pelan, "Tidak tahu, Bu. Mungkin disenggol kucing."

Sejak saat itu, hari-hari Tono terasa sangat tidak menyenangkan. Setiap kali Ibu bersikap manis dan memasakkan makanan kesukaannya, Tono merasa sangat bersalah. Tono merasa ada "bayangan hitam" besar yang selalu mengikutinya ke mana pun dia pergi. Saat berada di kamar yang gelap sebelum tidur, Tono membayangkan pot bunga yang pecah itu dan merasa dadanya sangat sesak.

Setelah tiga hari merasa tidak tenang, Tono tidak tahan lagi. Dengan mata yang berkaca-kaca, Tono mendatangi Ibunya yang sedang menjahit di ruang tamu.

Tono berlutut di samping Ibunya dan menangis, "Ibu, maafkan Tono. Tono sudah berbohong. Sebenarnya Tono yang menjatuhkan pot bunga Ibu tiga hari yang lalu karena main bola. Tono takut Ibu marah, jadi Tono sembunyikan pecahannya."

Ibu menatap Tono, lalu meletakkan jahitannya. Ibu merangkul Tono dengan hangat dan mengusap air matanya.

"Ibu memang sedih karena pot bunga itu pecah," kata Ibu dengan lembut. "Tetapi Ibu jauh lebih sedih jika Tono menyimpan kebohongan di dalam hati Tono selama tiga hari. Terima kasih karena Tono sudah berani keluar dari kegelapan dan berkata jujur. Ibu memaafkan Tono."

Seketika itu juga, perasaan sesak di dada Tono hilang lenyap! Bayangan hitam yang mengganggunya berhari-hari mendadak musnah digantikan oleh kehangatan pelukan Ibunya. Tono belajar bahwa tinggal di dalam terang kasih Tuhan dan orang tua jauh lebih membahagiakan daripada bersembunyi di dalam kegelapan kebohongan.

Ayo Melangkah di Dalam Terang!

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, jangan biarkan dirimu terperangkap di dalam perbuatan-perbuatan gelap. Tidak ada gunanya menyembunyikan kebohongan, kebencian, atau perbuatan buruk dari Tuhan.

Mari kita kibaskan semua hal buruk yang ingin mencuri kedamaian kita. Hiduplah secara terbuka, jujur, dan penuh kasih. Ketika kita memilih untuk tinggal di dalam terang Tuhan Yesus, hidup kita akan dipenuhi dengan tawa, sahabat yang setia, dan rasa aman yang tidak pernah habis.

Doa Hari Ini:

"Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau selalu mengawasiku dengan penuh kasih sayang.

Ampunilah aku, Tuhan, jika selama ini aku pernah melakukan perbuatan gelap—seperti berbohong, mengambil barang yang bukan milikku, atau mengejek temanku secara sembunyi-sembunyi. Aku tidak ingin lagi bersembunyi di dalam kegelapan yang menakutkan.

Peganglah tanganku dan bimbinglah langkahku agar aku selalu berjalan di dalam terang-Mu. Berikan aku keberanian untuk selalu berbuat baik dan jujur di mana pun aku berada. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin."

Aktivitas Kreatif Hari Ini: Pembersih Bayangan Gelap
  1. Ambil selembar kertas bekas dan tuliskan 1 hal buruk atau perbuatan gelap yang pernah kamu lakukan minggu ini dan ingin kamu tinggalkan.
  2. Tunjukkan tulisan itu kepada Papa atau Mama, lalu katakan bahwa kamu memohon maaf dan ingin berubah menjadi anak terang.
  3. Setelah berdoa bersama Papa atau Mama, remas kertas tersebut hingga bergulung kecil, lalu buanglah ke dalam tempat sampah sebagai tanda bahwa kamu telah membuang perbuatan gelap itu dari hidupmu!
Lebih baru Lebih lama