"Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal."
— Roma 6:22
Pendahuluan
Adik-adik, saat merayakan HUT RI ke-81, kita melihat bendera merah putih berkibar bebas. Di pinggir-pinggir jalan, di depan setiap rumah, dan di banyak tempat lainnya dipasangi tiang bendera. Bendera merah putih dikibarkan karena bangsa Indonesia sudah lepas dari penjajah. Tidak ada lagi bangsa lain yang menguasai negeri kita.
Kita sepenuhnya bebas dan dapat hidup dengan tenang, berjalan dengan leluasa, dan pergi ke seluruh penjuru negeri kita tanpa rasa takut akan dihadang musuh dari bangsa lain, karena semua bangsa penjajah sudah keluar dari negeri kita tercinta. Saat ini bangsa kita sepenuhnya berkuasa atas seluruh wilayah kedaulatan Indonesia.
Tahukah kamu, sebelum kenal Tuhan Yesus, kita semua pun sebenarnya punya "penjajah" yang sangat jahat di dalam hati, yaitu dosa. Dosa memperbudak setiap manusia dan membuat manusia tidak berdaya. Sebelum kehadiran Tuhan Yesus Kristus, manusia dipaksa untuk melayani dosa, hidup di bawah hukum dosa, dan tidak ada jaminan keselamatan atas hidupnya.
1. Hidup sebagai Hamba Dosa (Sebelum Menjadi Milik Kristus)
“Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, ….” (Roma 6:17a)
Tahukah adik-adik, dalam bahasa aslinya kata hamba menggunakan kata δοῦλος (doulos), yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa kita memiliki arti budak. Apakah kalian tahu perbedaan budak dengan pembantu?
Kalau kalian punya mbak (pembantu) di rumah, mereka bekerja untuk kalian dan sebagai hasilnya mereka mendapatkan upah berupa gaji bulanan. Kalian juga harus menghormati dan memperlakukan mereka dengan baik, kalau tidak kalian bisa terkena sanksi dan dihukum.
Berbeda dengan budak, kedudukan mereka jauh lebih malang. Seorang budak tidak memiliki hak atas kehidupannya; mereka seumpama barang yang bebas diperjualbelikan. Seorang budak sepenuhnya hak dari majikan mereka. Jadi, apa pun yang majikan mau perbuat, terserah majikan mereka, dan tidak ada hukum yang dapat mempersalahkan tindakan seorang majikan terhadap budaknya. Bagian yang lebih menyedihkan lagi, selain diperlakukan sewenang-wenang, mereka sama sekali tidak memiliki hak untuk mendapat upah atau gaji.
Hidup manusia sebelum mengenal Tuhan Yesus itu seperti budak tadi, adik-adik. Dosa itu seperti tali rantai berat yang mengikat tangan dan kaki kita, membuat kita tidak bisa berbuat baik dan selalu ingin melawan Tuhan. Semua itu terjadi karena tuan yang lama (dosa / iblis) mau setiap budaknya hidup bagi dia. Hidup yang selalu memberontak pada orang tua di rumah, berontak pada guru di sekolah, hidup tidak tertib dan selalu membuat onar.
"Hal buruk apa yang sering kamu lakukan tanpa sadar dan membuat hatimu gelisah?"
2. Tuhan Yesus Hadir Memutuskan Rantai Dosa!
“Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, ….” (Roma 6:22a)
Menurut adik-adik, jadi budak itu enak atau tidak? Sudah barang tentu tidak enak, ya, karena tidak digaji dan hidupnya tidak bebas lagi. Tapi tahukah kalian bahwa Tuhan kita begitu peduli dengan kehidupan setiap kita anak-anak-Nya?
Puji Tuhan! Tuhan Yesus datang menebus kita di kayu salib. Oleh karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib, Dia memutus rantai dosa itu supaya kita benar-benar merdeka menjadi anak-anak Allah. Kita bukan lagi budak dosa! Itu sebabnya kita tidak memiliki kewajiban apa pun untuk hidup dalam dosa. Justru, kita bebas dan berhak untuk hidup benar, berkata benar, bersikap benar, dan melakukan segala sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan Yesus.
Bayangkan seekor burung kecil yang tadinya dikurung dalam sangkar besi yang kotor. Hidupnya bergantung sepenuhnya pada majikannya. Makan, minum, bahkan kebersihannya bergantung pada pemiliknya. Kalau terlambat diberi makan, burung itu bisa kelaparan, sakit, bahkan mati.
Bandingkan dengan burung yang terbang bebas di langit luas. Burung itu bebas makan apa saja yang disukainya, bersarang, dan terbang ke sana kemari. Ketika pintu sangkar dibuka oleh sang pemilik, burung itu bisa terbang bebas ke angkasa bernyanyi riang. Hal itulah yang Yesus buat pada hidup kita!
Jadi, “Apakah kamu sudah bersyukur karena dosamu telah diampuni oleh Yesus?”
Atau kalian masih hidup dalam dosa dengan selalu melawan orang tua, berbohong, berbuat onar, atau mendukakan Tuhan? Ayo adik-adik, mulai hari ini, jika godaan untuk berbohong atau marah datang, katakan "Tidak!" karena kamu sudah merdeka dan bukan hamba dosa lagi. Hormatilah orang tua kalian, kerjakan hal sederhana seperti merapikan mainan, membereskan tempat tidur, atau membantu membersihkan rumah.
Penutup
Hiduplah senantiasa dalam pengucapan syukur, ya adik-adik, karena Kristus telah membebaskan kalian semua dari belenggu dan rantai dosa. Mari terus jaga kemerdekaan ini dengan hidup taat kepada-Nya.
Doa Kita 🙏
"Tuhan Yesus, terima kasih Engkau sudah memerdekakan aku dari dosa. Tolong aku untuk menjaga kemerdekaan ini dengan hidup taat kepada-Mu. Amin."
Ayat Hafalan Minggu Ini
"Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada kekudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal."
— Roma 6:22