Jumat, 24 Februari 2012

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud

1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17
“Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15)

Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.
 Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting.
Hal itupun juga berlaku bagi pembacaan firman Tuhan yang kita baca hari ini. Jika kita melihat dari silsilah keturunan Yehuda, dimana dari suku tersebut Daud dilahirkan, dan dari suku tersebut pula nantinya Yesus diperanakkan. Kita akan dapatkan suatu hal yang sangat menarik.
Ketika Allah memilih orang-orang “kepercayaan-Nya” yang dipakai oleh Allah (Daud). Allah tidak pernah melihat garis keturunannya itu baik atau buruk. Bibit, bebet dan bobot tidak pernah Allah lihat ketika Allah memilih orang-orang pilihan-Nya. Di dalam silsilah tersebut ada nama Tamar menantu dari Yehuda yang akhirnya menjadi istrinya.
Sama halnya ketika Allah memilih Daud, bukan karena dia keturunan orang yang baik-baik, demikian juga dengan kita. Ketika Allah memanggil dan memilih kita sebagai umat-Nya, Dia tidak melihat apakah kita keturunan orang benar, orang kaya atau tidak. Sebab Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk menyelamatkan orang benar, tetapi orang berdosa (Luk 5:32). Ia memilih kita, karena Ia memang mengasihi kita dan itu adalah suatu kasih karunia dari Allah.

Renungan :
Biarlah melalui renungan hari ini, kita diingatkan bahwa kita bisa menerima keselamatan kita, bukan karena hebat dan gagah kita. Keselamatan itu semata-mata kita terima karena kasih dan karunia Allah kepada kita. Itu sebabnya jangan pernah sia-siakan keselamatan yang saudara terima

Biarlah kita sadar bahwa keselamatan adalah kasih karunia dari Allah

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer