Minggu, 02 Juni 2013

Adam

Adam dan Hawa

Sudah sejak lama, bahkan sampai saat ini manusia terus berusaha untuk mencari dan membuktikan dari mana sebenarnya asal-usul keberadaan manusia. Berbagai macam teori yang manusia susun selalu mencapai suatu batas dan jalan buntu. Mulai dari Teori terjadinya alam semesta yang terkenal yaitu "Teori Big Bang" dan teori konspirasi yang bahkan sampai saat ini dipelajari dan diajarkan di sekolah-sekolah, yaitu "Teori Evolosi" yang dicetuskan oleh Charles Darwin.
Kedua teori di atas sampai saat ini belum bisa dibuktikan kebenarannya, bahkan dalam teori yang dicetuskan oleh Darwin ada bagian rantai yang hilang, sehingga tidak bisa dibuktikan kebenarannya bahwa manusia berasal dari manusia purba yang bentuk dan penampakkannya lebih mirip primata (monyet).
Seharusnya orang percaya tidak terjebak dan ikut-ikutan untuk berusaha mencari tahu dari mana asal manusia dan bagaimana cara manusia ada, sebab Alkitab sudah dengan jelas sekali menceritakan keberadaan dan proses terjadinya manusia di muka bumi ini.



Firman Tuhan mengatakan :

"Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." 
 (Kejadian 1:26-27)

Dari ayat tersebut, harusnya setiap orang percaya sudah mengerti dan memahami, bahwa keberadaan dan proses terjadinya manusia, tidaklah terjadi dengan sendirinya, tetapi ada Pribadi yang menciptakan manusia, Pribadi tersebut adalah TUHAN sendiri.
Proses terjadinya manusia tidaklah membutuhkan waktu yang lama, tetapi dalam sekejap Allah menjadikan manusia sesuai dengan gambar dan rupa-Nya (karakter Ilahi).
Tentang proses bagaimana TUHAN menciptakan manusia dijelaskan di :

"ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup."
(Kejadian 2:7)

Berdasarkan penjelasan ayat tersebut manusia dibentuk oleh TUHAN dari debu tanah, dan setelah selesai TUHAN menghembuskan nafas kehidupan ke dalam hidung manusia, dan seketika itu juga manusia menjadi makhluk hidup.

Namun demikian ada beberapa hal yang menarik saat TUHAN menciptakan manusia, pertama, mengapa manusia diciptakan pada hari keenam, bukan hari lainnya? Kedua, kenapa manusia pertama kok diberi nama Adam dan Hawa, bukanya nama yang lain?

Berkaitan dengan pertanyaan PERTAMA
Mengapa manusia diciptakan pada hari keenam, bukan pada hari lainnya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebu coba perhatikan, jika seandainya manusia diciptakan pada hari pertama (Kej 1:3-5), apa yang akan terjadi pada manusia? Pada waktu itu bumi belum belum berbentuk (menjadi tidak berbentuk)   belum ada apa-apa, sebab TUHAN baru menciptakan terang, bisa dibayangkan kalau seandainya manusia butuh makanan atau minuman kira-kira bagaimana manusia bisa memenuhi kebutuhan tersebut?
Seandainya hari kedua, ketiga, dan seterusnya, TUHAN masih menciptakan beberapa hal lagi dan masih ada yang harus dikerjakan. Itulah sebabnya mengapa TUHAN menciptakan manusia pada hari terakhir pada proses penciptaan. TUHAN menciptakan manusia sebagai pribadi yang istimewa, itu jugalah yang membuat TUHAN menciptakan manusia pada hari terakhir saat semua dan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia sudah tersedia dan bumi sudah tertata dengan rapi, sehingga nantinya tugas manusia hanya mengelola dan memeliharanya saja.
Bukti bahwa TUHAN memandang manusia sebagai pribadi yang istimewa adalah saat TUHAN menciptakan segala sesuatu DIA hanya berfirman dalam hal ini menggunakan kata BARA (yang memiliki arti creato ex nihilo atau dalam bahasa Indonesianya dapat diartikan sebagai menciptakan dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada). Setelah TUHAN selesai menciptakan selalu ada kata "Allah memandang itu baik".
Coba perhatikan dan amati, berdasarkan Kejadian 2:7, ada suatu prilaku yang berbeda saat TUHAN menciptakan manusia, DIA tidak hanya berfirman, tetapi TUHAN membentuk manusia dari debu tanah dengan tangan-Nya sendiri. Hal tersebut memperlihatkan bahwa manusia begitu berharga dimata TUHAN, sampai-sampai DIA membentuk manusia dengan tangan-Nya sendiri.
Saat DIA membentuk manusia, DIA memperlihatkan secara detail bentuk manusia, bagian demi bagian dibentuk-Nya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dalam hal ini kata yang digunakan adalah YATSAR (yang memiliki arti menekan, membentuk, mendandani, sebagaimana dilakukan oleh seorang ahli tanah liat saat membuat sebuah kerajinan). Dengan ketelitian yang sangat tinggi manusia dibentuk-Nya.
Saat TUHAN selesai membentuk manusia, DIA lalu nâphach (menghembuskan, melepaskan kehidupan), yaitu menghembuskan nafas kehidupan (neshâmâh chay) kepada manusia sehingga manusia itu hidup.
Itulah istimewanya manusia, jika ciptaan yang lain hanya dengan berfirman dengan kata BARA, maka tidak demikian halnya dengan manusia, secara langsung DIA membentuk dan menghembusi manusia dengan kehidupan. Itulah sebabnya dalam pasal sebelumnya disebutkan bahwa manusia diciptakan serupa dengan gambar dan rupa ALLAH.

Berkaitan dengan pertanyaan KEDUA
Mengapa manusia pertama diberi nama ADAM dan HAWA?
Sebenarnya kalau kita mau jeli dan memperhatikan, kata ADAM sebenarnya diambil dari bahasa asli penulisan Alkitab Perjanjian Lama. Kata ADAM sendiri memiliki arti manusia dengan gender maskulin, sedangkan gender feminimnya adalah ADAMA'H.
Jadi dengan demikian dapatlah diketahui bahwa sebenarnya ADAM bukanlah nama, tetapi sebutan manusia laki-laki, sedangkan HAWA atau ADAMA'H adaalh sebutan atau memiliki arti manusia perempuan.
Sehingga saat kita menyebut Adam, sama halnya saat kita berkata manusia laki-laki demikian juga saat kita menyebut Hawa kita berarti sedang menyebutkan manusia perempuan. (ap)

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer