Minggu, 02 Juni 2013

Renungan Harian, 3 Juni 2013

Sikap yang Benar

Bacaan hari ini : Maleakhi 3:13 - 18
"Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.""
(Maleakhi 3:16)

Diakui atau tidak, disadari atau tidak, mau atau tidak mau, manusia hidup ada aturannya. Saat aturan itu dilanggar, maka pasti terjadi masalah. Memang Allah telah memberikan kepada manusia suatu kehendak bebas (free will), namun hal itu bukan berarti manusia bisa berbuat apa saja tanpa harus bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambilkan.
Sebab akibat, dan hukum tabur tuai itu berjalan dan berlaku bagi setiap manusia. Apa pun yang diperbuat oleh manusia selalu ada konsekuensi yang harus dihadapi dan diterima.
Hari ini kita belajar suatu kebenaran firman Tuhan tentang bagaimana seharusnya sikap setiap orang percaya kepada Allah. Memang benar saat kita menjadi orang percaya kita adalah milik Kristus, bukan lagi hamba dosa, bahkan lebih dari itu kita diangkat sebagai anak.
Namun terkadang, tidak sedikit dari orang yang mengaku dirinya sebagai manusia yang percaya kepada Allah, lupa bahwa Kristuslah yang membuat dirinya dilayakkan, sehingga memiliki sikap hidup, gaya hidup, dan gaya bicara yang sembarangan dan sama sekali tidak menghormati Allah.
Ingat tidak saat Kristus menyembuhkan sekumpulan orang yang sakit kusta, berapa orang yang kembali kepada Yesus? Hanya satu, yang lain kemana? Itu adalah suatu gambaran dari kehidupan seseorang ada yang berorientasi benar-benar pada Allah dan yang lain berorientasi pada dirinya sendiri, sehingga ketika sesuatu yang dibutuhkan telah terpenuhi, ya sudah selesai, tidak perlu diingat kembali.
Saat seseorang dipanggil oleh Allah, menjadi seorang percaya, maka orang tersebut juga terpanggil untuk hidup seturut dengan kehendak Allah. Sama seperti yang Paulus katakan, bahwa "hidupku bukanya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku". Saat kita memahami dengan benar akan posisi kita dihadapan Allah, maka seharusnya kita tidak akan berani untuk bersikap secara sembarangan dihadapan Allah.
Setiap orang percaya terpanggil untuk hidup sebagai orang-orang yang hidup dalam kebenaran Allah, hidup senantiasa takut akan Allah, dan menghormati nama-Nya. Salah satu bukti bahwa orang percaya hidup dalam kebenaran Allah adalah dengan senantiasa hidup sesuai dengan kebenaran firman-Nya dan terlebih lagi menjadi sikap hati dan tutur katanya.
Sering kali orang percaya kurang memperhatikan cara berbicara dengan dalih hanya sekedar bercanda. Namun dalam ayat 13, Allah berbicara dengan tegas agar setiap anak-anaknya berhati-hati dalam setiap perkataan, bahkan surat Yakobus secara khusus membahas tentang masalah ini (Yakobus 3:1-12).
Mulai hari ini jaga hidup kita, jaga hati kita, dan jaga lidah kita jangan sampai keluar kata sia-sia yang tidak berarti, kata-kata kosong tidak bermakna, kata-kata yang melemahkan iman, dan kata-kata sembarangan yang tanpa disadari tidak menyenangkan hati TUHAN.
Dalam segala kondisi dan keadaan, selalu perkatakan firman TUHAN dan lakukan. Sebab dengan demikian, kita membuat diri kita berkenan kepada-Nya. (ap)

Renungan
Mulai saat ini perhatikanlah bagaimana kita hidup, bagaimana sikap hati kita, bagaimana perbuatan kita, bagaimana pola pikir kita, dan bagaimana tutur kata kita, sudahkan semuanya itu memuliakan Allah? Jika masih ada hal yang belum berkenan pada Allah, jangan tunda, sekaranglah waktunya untuk merubah sikap kita, hiduplah sebagai orang yang hidup dalam kebenaran Allah.

Orang benar akan selalu hidup oleh dan dalam firman Allah

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer