Sabtu, 07 Juli 2012

Sejarah Penulisan Alkitab Bahasa Indonesia

Part 1

    Setiap orang percaya pasti tahu kalau ditanya apa itu Alkitab? Sebab Alkitab adalah sumber kebenaran firman Allah yang dijilid dalam satu buku, terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu Perjanjian Lama serta Perjanjian Baru dan memiliki 66 kitab didalamnya.
   Pada zaman modern sekarang ini, Alkitab tidak hanya berupa buku, namun sudah berupa aplikasi (software), sehingga dalam dibaca pada hampir semua perangkat elektronik, mulai dari komputer sampai ponsel.
    Namun demikian pernahkan kita bertanya dalam diri kita, bagaimana sampai Alkitab dalam terjemahan Indonesia mulai tersusun? Kapan mulai ada Alkitab berbahasa Indonesia? Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, tidak banyak orang yang bisa menjawabnya, sebab memang jarang sekali orang mau menyelidiki sejarah penterjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia.
   Tahun ini (2012), jika dihitung dari pertamakalinya Alkitab diterjemahkan dalam bahasa Indonesia (Melayu), maka usia Alkitab terjemahan bahasa Indonesia (Melayu) sudah lebih dari 300 tahun. Namun demikian memang Alkitab kita tidak langsung secara penuh dan sempurna secara keseluruhan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk menjadi seperti sekarang ini, Alkitab kita melewati perjalanan yang cukup panjang serta banyak berbaikan dalam penterjemahannya, sehingga makna dan arti yang didapatkan dari hasil penterjemahan tersebut sebisa mungkin sesuai dengan bahasa aslinya.


albert c
evangeliaTahap 1
Dimulainya penerjemahan Alkitab oleh orang biasa yaitu Albert Cornelisson Ruyl tahun 1629 yang menterjemahkan Injil Matius dan Markus dalam dua bahasa (Melayu dan Belanda). Kemudian Jan van Hasel (VOC) menterjemahkan Injil Lukas dan Yohanes dan pendeta Batavia (Jakarta) Justus Heurnius menterjemahkan Kisah Para Rasul.

Tahap 2
Pada tahun 1668 ada seorang pendeta yang datang dan melayani di Indonesia. Nama pendeta tersebut adalah Daniel Brouwerious. Pada awalnya dia tertarik untuk menterjemahkan kitab Kejadian namun pada akhirnya mengalihkan perhatiannya pada penterjemahan seluruh kitab dalam Perjanjian Baru dan selesai. Namun demikian kita terjemahannya masih sulit untuk dipahami karena masih mengandung banyak unsur bahasa Portugis.

Tahap 3
Tahun 1677 ada seorang pendeta yang bernama Valentyn yang menterjemahkan Alkitab dalam bahasa Melayu Maluku namun tidak diterbitkan karena ternyata bukan hasil terjemahannya sendiri tetapi hasil terjemahan dari pendeta Simon de lange yang meninggal di Banda tahun 1677. Selain itu juga terjemahannya sulit dimengerti oleh daerah lainnya.


pieter van der vorm
jahjaTahap 4
Orang pertama yang menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Melayu dengan benar-benar melihat ke dalam bahasa asli Alkitab dan sabat menerjemahkan dengan kata-kata yang sesuai adalah Melchior Leijdecker, namun pekerjaannya tidak terselesaiakan dan baru mencapai 90 % (sampai Efesus 6:6) karena meninggal dunia pada tanggal 16 Maret 1701. Namun perjuangannya tidak sia-sia sebab ada seorang pendeta (Pieter van der Vorm) yang melanjutkan pekerjaannya dan menyelesaikan penterjemahan tersebut sampai selesai dan baru diterbitkan pada tahun 1733 (Alkitab bahasa Melayu lengkap pertama kalinya).
Penyempurnaan demi penyempurnaan dalam penterjemahan terus dilakukan oleh William Robinson, Robert Hutchings dan McGinnis.

bersambung ...

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer