Sabtu, 07 Juli 2012

Sejarah Penulisan Alkitab Bahasa Indonesia

Part 2


Tahap 5
Pada tahun 1814 William Milne datang ke Indonesia untuk bertemu guru bahasanya Abdullah bin Abdul Kadir untuk merevisi terjemahan Leijdecker. Pada akhirnya yang mendapat tugas revisi tersebut adalah Claudius Thomsen yang dibantu oleh Robert Burns pada tahun 1821 berhasil merevisi kitab Matius dan seluruh Injil beserta Kisah Para Rasul pada tahun 1832 dan dicetak sebanyak 1500 eksemplar.

Tahap 6
Di Pulau Jawa ada Johannes Emde dkk menerjemahkan kitab dalam bahasa Melayu dialek khas Surabaya dan tahun 1835 diterbitkan di Batavia atas biasa anggota perkumpulan Kristen di Surabaya.

yahya
Tahap 7
benjamin kSeorang bernama Benjamin Keasberry bekerja sama dengan guru bahasanya Munsyi Abdullah melakukan revisi terjemahan Perjanjian Baru dan tahun 1852 berhasil dicetak di Singapura dalam aksara latin sedangkan dalam edisi aksara Arab (Jawi) pada tahun 1856.






Tahap 8
cornelius
johannesSeorang misionaris gereja Mennonit bernama Hillebrandus Cornelius Klinkert bersama rekannya yang pandai berbahasa Melayu berusaha menerjemahkan Alkitab dalam bahasa yang lebih mudah difahami. Tahun 1863 terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Melayu berhasil diterjemahkan. Dan tahun 1879 Alkitab secara lengkap berhasil diterjemahkan.




Tahap 9
Pada tahun 1877 mulai diterjemahkan Alkitab dalam bahasa dialek Ambon yang dipersiapkan oleh B.N.J. Roskot yang pada awalnya dicetak sejumlah 1000 eksemplar sampai pada akhirnya 20.000. Sedangkan revisi Injil Yohanes dicetak ulang pada tahun 1931.

Tahap 10
yahya baru
perjanjian baharuPada tahun 1912 seorang misionaris Metodis William Shellabear menterjemahkan Alkitab dalam bahasa yang sedikit unik. Dia menggunakan kata Isa Almasih untuk menggantikan kata Yesus, hal itu dilakukannya karena menurut dia bahasa tersebut lebih bisa diterima oleh kaum pembacanya.








bersambung ...

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer