Sabtu, 07 Juli 2012

Sejarah Penulisan Alkitab Bahasa Indonesia

Part 3


Tahap 11
perjanjian bharu
shellabearSelanjutnya pada kisaran tahun 1907, karena banyaknya penduduk etnis Cina maka seorang misionaris wanita dari gereja Presbiterian bernama Mc Mahone menterjemahkan Injil Matius dalam bahasa Melayu Bapa (bahasa campuran antara bahasa Cina dan bahasa Indonesia/Melayu). William Shellabear pun bersama beberapa rekannya menterjemahkan Alkitab dalam bahasa Melayu Baba.






Tahap 12
perdjandjian beharoue
Pada tahun 1938 seorang guru Teologi bernama W.A. Bode dibantu tiga lembaga Alkitab yaitu :
a.       Lembaga Alkitab Belanda (NBG),
b.      Inggris (BFBS) dan
c.       Skotlandia (NBSS)
Memeriksa dan membenahi beberapa bagian Alkitab terjemahan Leijdecker, Klinkert dan Shellabear. Akhirnya pada tahun itu (1938) Alkitab Perjanjian Baru versi Bode diterbitkan.



Tahap 13
Alkitab
Setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka terbentuklah Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Lembaga ini menggabungkan Alkitab Perjanjian Lama versi Klinkert dan Alkitab Perjanjian Baru versi Bode. Akhirnya pada tahun 1958 diterbitkanlah Alkitab lengkap Perjanjian Lama dan Baru yang dipakai oleh gereja-gereja pada masa itu. Alkitab itu juga dikenal dengan sebutan Alkitab terjemahan Lama.





Tahap 14
kudus kitab
kitab kudusUmat Katolik juga rindu memiliki Alkitab terjemahannya sendiri yang diterjemahkan menurut naskah Alkitab dalam bahasa Yunani. Akhirnya Pastor J. Bourma, SVD menterjemahkan Perjanjian Baru dan diterbitkan oleh Penerbit Arnoldus Ende, Flores pada tahun 1964 dan direvisi pada tahun 1968. Alkitab itu diberi judul “Indjil – Kabar Gembira Jesus Kristus”.
Alkitab Perjanjian Lama penterjemahannya ditangani oleh Pater Cletus Groenen dan kawan-kawan, namun dihentikan pada tahun 1968 atas perintah Gereja Roma Katolik. Hal itu disebabkan pihak Gereja Roma Katolik mengusahakan penterjemahan melalui Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), sebagai lembaga yang resmi.

Tahan 15
alkitab abineno
abinenoMenanggapi keinginan dari Gereja Roma Katolik untuk bisa memiliki kitab terjemahan dari Lembaga Alkitab Indonesia, maka dibentuklah tim penerjemahan bersama yang diketuai oleh Dr. J.L. Abineno. Pada akhirnya Alkitab Perjanjian Baru berhasil diselesaikan pada tahun 1971 dan diterbitkan pada tahun itu juga. Alkitab secara lengkap (Perjanjian Lama dan Baru) baru selesai dan diterbitkan pada tahun 1974. Alkitab inilah yang dipakai oleh semua kalangan gereja hingga pada saat ini. Alkitab ini dikenal dengan sebutan Alkitab terjemahan baru.
Karena dianggap masih ada kekurangtepatan dalam penterjemahan maka revisi terhadap Alkitab mulai dikerjakan dan pada tahun 1997, revisi terhadap Alkitab Perjanjian baru telah selesai dan diterbitkan. Hasil revisi tersebut dikenal dengan Alkitab terjemahan baru revisi (TB2). Sedangankan untuk revisi Alkitab Perjanjian Lama sedang dikerjakan dan segera dicetak.

bersambung ...

Learn The Truth of Christian Values Headline Animator

Entri Populer