Langsung ke konten utama

Potret anak Berprestasi

Menorehkan Prestasi di Usia Dini

artavdwi sentosaSepintas tak ada yang istimewa pada siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung ini. Dia terlihat layaknya anak-anak seusianya yang doyan main game dan internetan. Ternyata di balik itu, Arrival Dwi Sentosa (13) menyimpan potensi yang luar biasa di bidang teknologi anti virus.
“Nama Artav adalah singkatan dari Arrival Taufik Anti Virus. Nama saya Arrival Dwi Sentosa dan kakak saya Taufik Aditya Utama. Itu saya singkat jadi Artav biar keren,” tutur bocah yang akrab dipanggil Ival ini di rumahnya di Gang Adiwinata No 9, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Kemampuan Arrival  dalam membuat anti virus ternyata bukan dari pendidikan formal atau kursus programing. Tanpa guru tanpa pembimbing. Hanya buku dan internet yang menjadi gurunya. “Saya belajar dari buku dan internet,” katanya polos.
Desain tampilan muka yang simpel serta dukungan database virus yang terus diperbarui membuat Artav dinobatkan sebagai antivirus terbaik dari 5 antivirus lokal terbaru di salah satu forum online dalam satu acara pameran komputer di Bandung. Bahkan dalam sebuah review di situs forum, Artav menjadi rekomendasi utama.
(sumber : http://indonesiaproud.wordpress.com/2011/01/28/arrival-dwi-sentosa-siswa-smp-pembuat-anti-virus-artav/)

Di dunia yang modern ini semuanya serba digital dan menggunakan alat elektronik. Tidak heran jaman sekarang bisa didapati mulai akan kecil sudah mulai bisa menggunakan perangkat elektronik, sebab perangkat elektronik bukan lagi sebuah barang mewah, beberapa jenis diantaranya sudah menjadi kebutuhan pokok, seperti alat telekomukasi. Semua alat elektronik itu dapat berfungsi dengan baik karena ada orang-orang yang mendedikasikan dirinya untuk memprogram alat tersebut sehingga berfungsi dengan baik dan sempurna.
Perangkat komputer sudah dikenal oleh banyak orang, supaya komputer dapat berjalan dengan lancar dan tidak mudah terserang virus dan rusak, maka dibutuhkan sebuah program yang disebut dengan antivirus. Siapa yang menyangka ada seorang anak Indonesia yang mampu membuat program yang serumit itu. Anak tersebut tidak hanya sekedar membuat antivirus, sebab ternyata antivirus buatannya menjadi salah satu yang terbaik dari antivirus lokal Indonesia.
Bukanlah suatu alasan bagi anak Tuhan untuk tidak berprestasi, 1 Timotius 4:12 menuliskan :
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”
Walaupun usia kita masih muda, Allah menghendaki kita tetap bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang berada disekeliling kita melalui sikap, perbuatan dan segala prestasi yang kita raih. Kita harus membuktikan diri kita, bahwa sebagai anak muda kita juga bisa melakukan sesuatu yang berguna dan menjadi berkat bagi orang lain.(Anton Pramono)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...