Langsung ke konten utama

Pribadi di Balik Layar

Pribadi di Balik Layar

Andre Surya
andre surya
Siapakah Andre Surya? Mungkin sedikit sekali yang mengenal nama itu, kalau bukan keluarganya, teman kuliahnya atau bekas pacarnya. Kecuali anda menonton beberapa film box-office tanpa beranjak dari tempat duduk anda sampai credit title benar-benar habis, di mana Andre terlibat di dalam produksinya.
"Kadang-kadang saya mengkhayal bagaimana rasanya mengerjakan visual effects untuk sebuah film besar dan melihat nama kita muncul di credit title film itu". Itu adalah jawaban dari seorang Andre Surya dalam wawancara dengan Yahoo Indonesia. Sebuah khayalan tingkat tinggi yang jadi kenyataan katanya. Sebuah kerendahan hati seorang Andre Surya.
Dia adalah anggota team digital artist dari film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2. Juga film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates, dan Transformers: Revenge of the Fallen. Sangat sedikit orang Indonesia yang bisa masuk dalam team produksi sebesar itu sebagai digital artist.
Berhenti kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual UnTar karena lebih memilih kerja di Polaris 3D, sebuah perusahaan advertising and architectural visualization di Jakarta. Lalu pindah ke Vancouver - Kanada ngambil Diploma Film and Special Effects di Vanarts. Tapi katanya, sebagian besar kemampuannya dalam olah grafis 3D justru dipelajari sendiri. Sekarang bekerja di LucasFilm - Singapura.
Kebanyakan orang berfikir bahwa orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang yang kelihatan menonjol, berdiri di depan dan menjadi terkenal karena keberhasilan yang mereka raih. Tetapi hanya sedikit orang berfikir dan berusaha untuk mencari alasan mengapa orang tersebut bisa berhasil dan sukses.
Dibalik keberhasilan seseorang atau sebuah perusahaan pasti ada orang lain yang bekerja dengan keras sehingga keberhasilan itu tercapai. Memang orang-orang yang demikian tidak terlihat menonjol, bahkan mungkin tidak seorang pun mengenal mereka.
“Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.” (2 Samuel 12:13)
Dibalik keberhasil raja Daud ada nabi Natan yang memiliki peranan penting dalam kehidupannya. Memang nama nabi Natan jarang muncul dalam firman Tuhan, tetapi hal itu bukan berarti orang yang tidak memiliki peranan penting. Justru karena dia dan tegoranyalah Daud sadar akan dosa yang telah diperbuatnya dan bertobat kepada Allah. Natan adalah orang dibalik layar yang membuat Daud dapat mencapai keberhasilannya sebagai raja atas Israel.
Mungkin kita tidak dikenal oleh banyak orang, tetapi bukan berarti kita tidak bekerja dan berusaha secara maksimal. Menjadi pribadi dibalik kesuksesan orang lain bukanlah suatu yang hina, tetapi justru suatu hal yang mulia, sebab dengan demikian hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang yang ada disekeliling kita dan membuat mereka berhasil dan itulah makna hidup kekristenan tidak hanya berpusat pada diri sendiri tetapi pada orang lain. (Anton Pramono)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...