Langsung ke konten utama

Enos

Enos

Setiap orang percaya pasti tahu kalau ditanya siapa itu Adam, dan pasti tahu juga siapa itu Abraham, tetapi bagaimana dengan ENOS? Adakah diantara orang percaya tahu siapa dia, anak siapa, dan mengapa nama ini muncul dan tercatat di dalam Alkitab? Saat ini kita akan belajar dan mempelajari tokoh yang bernama Enos.
Saat Kain membunuh Habel adiknya, maka Allah memberikan penghukuman bagi dia, bukan dibunuh, tetapi diberi tanda dan dibuang, sehingga ketika orang bertemu dengan dia, orang akan mengetahui bahwa Kain telah berbuat suatu kesalahan. Namun demikian, melalui tanda itu juga ada suatu peringatan bahwa seorang pun tidak boleh menjamah Kain bahkan membunuhnya, sebab jika hal tersebut dilakukan orang itu juga akan mendapatkan penghukuman daripada Allah sendiri (Kejadian 4:15).
Setelah Habel meninggal, Allah mengaruniakan kembali anak laki-laki lain kepada Adam, kemudian Adam memberi nama anak tersebut SET yang artinya meletakkan atau menggantikan (menggantikan keberadaan Habel) (Kejadian 5:3). Setelah itu Allah memberikan lagi anak laki-laki dan perempuan lainnya kepada Adam (memang tidak disebutkan nama-nama mereka), sampai pada akhirnya Adam tutup usia pada umur 930 tahun (Kejadian 5:5).
Setelah SET hidup selama 105 tahun, Allah memberikan keturunan seorang anak laki-laki, dan Set menamai anaknya ENOS. Tidak seperti biasanya, jika seseorang diberikan keturunan pasti diberi nama yang baik, tetapi nama Enos ini berbeda. Enos memiliki arti manusia, lemah, tidak berdaya, kelemahan. Mungkin kita bertanya kenapa Set memberi nama anaknya demikian? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan dijelaskan dalam pembahasan ini nantinya.
Selain arti nama yang cukup mengherankan ada suatu bagian ayat yang menarik berkaitan dengan tokoh yang satu ini.

Firman Tuhan mengatakan :
"Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN" (Kejadian 4:26)

Hal yang cukup menarik disini adalah pada bagian akhir dari ayat tersebut yang menyatakan, bahwa pada waktu itu orang mulai memanggil nama TUHAN. Kalau begitu bagaimana sebelumnya? Apakah pada jaman atau keturunan sebelumnya orang tidak memanggil nama TUHAN? Bagaimana dengan Adam, bagaimana dengan Habel, bagaimana dengan Set ayahnya, apakah mereka juga tidak memanggil nama TUHAN?
Pertanyaan demi pertanyaan akan muncul, bahkan mungkin orang akan bertanya, kalau begitu dalam pasal sebelumnya kepada siapakah Habel mempersembahkan korban? Kalau bukan kepada TUHAN, lalu pada siapa?
Jika memang benar bahwa yang dimaksudkan dalam Kejadian 4:26 bahwa sebelum Enos manusia tidak menyembah atau memanggil TUHAN, berarti pastilah ada suatu penyesatan di sini.
Kejadian 4:26, tidak bermaksud menyatakan bahwa sebelum jaman Enos orang tidak mengenal TUHAN dan menyembah DIA. Perlulah dimengerti dan dipahami bahwa  jaman Adam memanggil nama TUHAN dan menyembah TUHAN adalah suatu kegiatan rohani yang sifatnya diturunkan di dalam keluarga. Pada waktu itu saat mereka datang kepada TUHAN, tentunya dalam perkumpulan keluarga masing-masing, ayah, ibu, beserta anak-anak mereka. 
Pada jaman Enos jumlah manusia semakin bertambah banyak, jumlah keluarga pun juga bertambah, maka selain keluarga-keluarga tersebut mengadakan mesbah secara tersendiri, pada waktu itu mulailah ada suatu perkumpulan bersama untuk meninggikan dan menyembah TUHAN, tidak lagi hanya dalam ruang lingkup per-keluarga, tetapi dalam suatu kelompok yang terdiri dari banyak keluarga.

Jikalau demikian, muncul satu lagi pertanyaan yang menarik, mengapa pada jaman Enos? kok tidak pada jaman Ayahnya Set atau jaman anaknya Kenan?

Disinilah letak permasalahan yang sebenarnya, dan menjadi jawaban atas pertanyaan sebelumnya, mengapa Set memberi nama anaknya ENOS?
Saat Kain mendapatkan penghukuman dari TUHAN, nampaknya hal tersebut tidak membuat dia sadar akan kesalahannya, tetapi justru Kain menjadi sakit hati kepada TUHAN dan semakin melakukan banyak hal yang tidak berkenan kepada TUHAN.
Dalam pengembaraannya, pada akhirnya Kain bertemu dengan wanita yang dia kasihi, kemudian dia menikah, memiliki anak dan mendirikan sebuah kota (Kejadian 4:17). Di Alkitab, disinilah pertama kalinya tercatat seseorang mendirikan sebuah kota, lalu apa tujuan dari Kain mendirikan kota, yang pada waktu itu sebuah kota pasti memiliki kubu atau benteng. Padahal tidak ada perselisihan, tidak ada peperangan, dan tidak ada pertikaian. 
Bukan tanpa suatu tujuan Kain membangun sebuah kota, tetapi justru dia memiliki suatu tujuan tersendiri disitu. Saat dia membangun kota, dia berusaha membentengi dirinya sendiri dan keluarganya dari kecaman masyarakat, bukan hanya karena peristiwa saat dia membunuh adiknya Habel, tetapi karena aktifitasnya yang menyimpang dari apa yang telah diajarkan oleh bapanya Adam.
Saat Kain mendapat penghukuman dari Allah, tidak lagi tercatat dalam Alkitab, bahwa Kain berusaha memperbaiki tabiatnya, dan terus memelihara untuk menyembah dan memberikan korban kepada ALLAH. Sebab memang, sejak saat dia dihukum oleh Allah, dia tidak lagi menyembah TUHAN.
Kain menjadi pribadi yang arogan, dia beranggapan bahwa dia tidak lagi memerlukan TUHAN, dan hal tersebut diajarkan kepada keluarga dan anak-anaknya. Sebuah pengajaran yang menyimpang, tidak meninggikan ALLAH, bahkan disinilah untuk pertama kalinya humanisme muncul, manusia mulai hidup bagi dirinya sendiri, memuja dirinya sendiri, dan tidak memperdulikan ALLAH.
Semua kegiatan yang dilakukan oleh Kain dan keluarganya hanyalah untuk kesenangan mereka belaka, memuaskan hasrat dan keangkuhan hidup sebagai manusia.
Sikap Kain dan keluarganya yang demikianlah, yang membuat Set cemas. Itulah sebabnya saat dia diberi keturunan oleh ALLAH, dia menamainya ENOS, yang memiliki arti lemah dan cemas. Bukan berarti supaya anak tersebut bertumbuh sebagai anak yang cemas, tetapi hal tersebut merupakan sebuah doa dari Set kepada ALLAH.
Allah menjawab doa dari Set, dengan menjadikan Enos yang memiliki arti lemah, sebagai seorang pemimpin pada jamannya. Enos memulai suatu gerakan yang luar biasa, dia tidak mau apa yang dilakukan oleh Kain dan keluarganya yang waktu itu sudah mempengaruhi beberapa orang, semakin meluas. 
Enos menyerukan suatu tindakan penyembahan kembali kepada TUHAN yang benar. Pada waktu itulah dia mengumpulkan keluarga demi keluarga, dan mengajarkan kembali apa yang benar, apa yang telah diajarkan oleh bapa mereka Adam, bahwa hidup manusia tidaklah berpusat pada dirinya sendiri, kesenangan, dan nafsunya. Tetapi kehidupa seseorang haruslah berpusat pada TUHAN.
Apa yang dikerjakan oleh Enos tidaklah sia-sia, melalui idenya, orang yang tadinya enggan datang kepada TUHAN, kembali lagi menyembah TUHAN yang hidup dan satu-satunya Pribadi yang layak untuk disembah.
Jadi, jika kita mau melihat, ternyata ENOS bukanlah tokoh biasa, dia merupakan penginjil dan pembaharu pertama yang tercatat dalam Alkitab, yang membawa orang kembali lagi untuk menyembah kepada ALLAH yang benar dan hidup. (ap)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...