Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 4 Juni 2013

Kristus Sang Pembela

Bacaan hari ini : Roma 8:31-39
"Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?"   (Roma 8:34)

Setiap orang pasti pernah merasakan saat-saat dimana merasa tidak berdaya, tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang perduli, dan tidak ada yang mau menolong. Saat-saat yang demikian bisa membuat seseorang habis akal, frustasi, bimbang, dan mengalami kelemahan iman.
Bisa dibayangkan saat dalam suatu pekerjaan kita telah berusaha untuk melakukan yang terbaik, orang tidak menghargai justru memfitnah kita dan menuduh kita melakukan pekerjaan yang tidak benar. Pastilah yang muncul dalam diri kita adalah perasaan jengkel, marah, ingin membela diri, dan parahnya juga ingin membalas perbuatan orang tersebut.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada setiap kita, bahwa ketika kita menjadi orang percaya bukan berarti hidup kita akan senantiasa musuh dan tidak akan pernah menghadapi permasalahan hidup. Masalah hidup akan tetap ada dan harus kita hadapi. Bedaya, saat kita telah mengenal Kristus dan percaya kepada-Nya maka setiap masalah yang kita hadapi tidak lagi hanya menjadi urusan kita, tetapi menjadi urusan Kristus.
Paulus mengatakan saat orang percaya pada Kristus, orang tersebut diumpamakan sebagai sesuatu yang telah dibeli oleh ALLAH dan harganya telah lunas dibayar (1 Korintus 6:20), bukan dengan uang, perak, emas, atau berlian, tetapi dengan darah Kristus. Itulah sebabnya orang percaya tidak lagi berkuasa atas dirinya sendiri, melainkan Kristus yang berkuasa atas dirinya. Sehingga apa pun yang terjadi dalam kehidupan orang percaya tersebut menjadi urusan Kristus.
Saat masalah datang, apakah itu di pekerjaan, studi, rumah tangga, atau dimana pun kita berada, ingatlah bahwa kita tidak pernah sendiri, Kristus selalu ada dan selalu siap untuk menolong kita (asal kita hidup benar dihadapan ALLAH). Manusia terbatas, itu sebabnya jangan mengandalkan manusia untuk menolong kita dalam menghadapi setiap masalah kita, tetapi andalkanlah Kristus yang tidak terbatas.
Percayalah, saat kita hidup benar dan kita bersandar pada-Nya, Kristus Sang Pembela Agung tidak akan pernah tinggal diam, pertolongannya tidak akan pernah terlambat bagi kita. Dia pasti menolong kita tepat pada waktu-Nya. Bagi manusia mungkin tidak mungkin, bagi manusia mungkin terlambat, tetapi bagi ALLAH segala sesuatunya mungkin dan tidak pernah ada kata terlambat. (ap)

Renungan
Jika saat ini saudara berfikir bahwa masalah saudara sudah mengalami jalan buntu dan tidak ada lagi yang bisa menolong saudara, ingatlah bahwa masih ada Satu Pribadi yang mata-Nya senantiasa tertuju pada saudara dan selalu siap untuk menolong saudara. Datanglah pada-Nya (Kristus) dan serahkan segala kuatirmu pada-Nya, maka DIA pasti memberikan kepadamu kelegaan.
Pada Kristus serahkanlah segala kuatir kita, maka DIA memberi kelegaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...