Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 6 Juni 2013

Bersorak karena TUHAN

Bacaan : Zefanya 3:9 - 20
"TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,"
(Zefanya 3:17)

Kemarin kita telah belajar bagaimana kita harus berbalik dan bertobat dari dosa dan kesalahan, serta dengan setiap mengiring Kristus. Di dalam berbalik pasti ada pengampunan dan ada pemulihan, walaupun mungkin terkadang manusia masing menghitung kesalahan kita, tetapi di mata TUHAN kita sudah bersih.
Olokan, ejekan, dan cemoohan bisa saja datang dalam hidup kita. Manusia di sekeliling kita hanya bisa mengungkit kesalahan dan selalu melihat kegagalan. Manusia selalu melihat latar belakang seseorang, tetapi TUHAN memandang masa depan.
Jika hidup kita hanya menuruti apa kata orang, maka kita akan selalu menjadi orang yang kalah. Sama halnya dengan seorang atlit, dia harus fokus pada sasaran, pada tujuan akhir. Bagaimana jadinya jika orang tersebut hanya mendengar kata orang?
Ada sepasang orang tua dan anak yang memiliki semangat yang luar biasa, mereka adalah Rick dan Dick Hoyt. Jika melihat kondisi sang anak, maka mereka tidak akan bisa berbuat banyak, tetapi karena semangat yang luar biasa mereka bisa mengikuti Triatlon dan menyelesaikan perlombaan tersebut. Mereka hidup bukan dari kata orang, mereka bertindak di luar kemampuan mereka yang seharusnya, lalu apa yang mendorong mereka berbuat demikian? SEMANGAT HIDUP.
Semangat Hidup adalah kunci. Kita bersemangat bukan karena kita mampu, tetapi ada Kristus yang bersama dan beserta kita. Paulus berkata dalam Roma 8:31 "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?".
Bukan oleh kuat dan gagah kita, tetapi karena ada Kristus yang bersama dengan kita sehingga kita bisa berhasil dan melalui segala permasalahan kita.
Jangan ada lagi ada keraguan dalam hidup, jangan ada lagi kecemasan, jangan menoleh kebelakang, atas setiap kegagalan atau kesalahan masa lampau, jangan pula melihat keterbatasan yang kita miliki, tetapi maju terus, milikilah semangat hidup, sebab di dalam Kristus ada kemenagan, di dalam Kristus kita bisa, bukan hanya meraih potensi puncak kita, tetapi hidup kita menjadi berkat dan kesaksian yang hidup bagi banyak orang, bahwa TUHAN sanggup mengubahkan hidup seseorang, asalkan orang tersebut mau sadar, bertobat dan mengikuti kehendak TUHAN. (ap)

Renungan :
Jangan biarkan iblis terus menuduk kita dengan kesalahan masa lalu atau dengan ketidakmampuan kita, saat kita bertobat Kristus tidak lagi memperhitungkan semuanya itu. Berjalanlah bersama-Nya, ikuti kehendak-Nya, maka DIA, TUHAN yang adil menjadi pembela dan memulihkan hidup kita.

Bersoraklah karena TUHAN, s'bab dalam DIA ada sukacita dan pemulihan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...