Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 7 Juni 2013

Waspada Terhadap Nabi Palsu

Bacaan : Mikha 3 : 1 - 12
"Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang."
(Mikha 3:5)

Jika kita perhatikan, hari-hari ini banyak sekali bermunculan pengajaran yang aneh-aneh, yang sebelumnya belum ada, tetapi kemudian muncul, parahnya lagi semua mengatasnamakan Tuhan. Lalu bagaimana seharus sikap anak-anak Tuhan terhadap fenomena yang terjadi hari-hari ini?
Pertama, jangan heran! Sebab Alkitab sendiri dengan jelas dan tegas memperingatkan akan kehadiran berbagai macam ajaran palsu yang menyesatkan serta mengatasnamakan Tuhan. Namun demikian jika, kita tidak peka, maka kita pun akan ikut terjerumus kedalamnya.
Itulah sebabnya sering kali Alkitab baik dalam Perjanjian Lama, terlebih lagi dalam Perjanjian Baru, untuk senantiasa berjaga-jaga dan waspada terhadap setiap pengajaran yang datang dan kita dengarkan. Tuhan menghendaki agar setiap anak-Nya menguji kebenaran dari setiap yang diajarkan orang. Caranya? Ya tentunya menguji dengan firman Tuhan.
Siapa sih yang tidak suka jika seorang hamba Tuhan datang kemudian berbicara secara khusus tentang kita (bernubuat), apa lagi kalau nubuatannya adalah sesuatu yang bersifat menyenangkan hati kita, kita pasti akan berbunga-bunga dan bergembira.
Tetapi, sekali lagi firman Tuhan memperingatkan setiap kita agar menguji segala sesuatu, bukan berarti kita tidak menaruh hormat kepada ALLAH, justru dengan menguji dengan kebenaran firman-Nya kita sedang menaruh hormat kepada ALLAH, karena kita bersikap hati-hati, sehingga tidak mudah terjebak dalam sesuatu yang kelihatannya rohani, tetapi sebenarnya palsu.
Sangatlah penting setiap anak Tuhan untuk selalu dan senantiasa membaca, memahami, serta mengerti kebenaran Firman Tuhan, sehingga ketika diperhadapkan pada situasi yang aneh, bisa menimbang bukan dengan akal manusia, tetapi dengan tuntunan Roh membedakan pengajaran yang sehat dan tidak sehat.
Setiap anak Tuhan harusnya tidak memfokuskan dirinya pada sesuatu yang spektakuler dan nubuatan, tetapi fokuslah pada sesuatu yang sederhana yang bisa dikerjakan untuk memuliakan ALLAH dan membawa jiwa-jiwa kepada-Nya. (ap)

Renungan :
Janganlah mudah dibuat bimbang, ragu, dan cemas oleh berbagai pengajaran yang membingungkan, tetaplah berdiri teguh di atas kebenaran firman Tuhan, dan lakukan apa yang berkenan dan menyenangkan hati-Nya.
Berdirilah teguh di atas kebenaran firman TUHAN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...

Renungan Harian, 8 Pebruari 2012

Tidak Memandang Muka 1 Tawarikh 8:1- 40; 1 Timotius 4:12 “Anak-anak Ulam itu adalah orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani Benyamin." (1 Tawarikh 8:40) Kita sebagai manusia seringkali ketika berteman atau pun membantu seseorang selalu memandang rupa. Dan hal tersebut juga berlaku ketika kita menilai seseorang. Namun seringkali karena kita salah dalam hal ini. Kita sebagai manusia patutnya mengucap syukur karena ketika Allah memilih kita, Ia bukanlah Allah yang memandang muka. Bagi Dia siapa saja layak untuk jadi umat-Nya dan melayani Dia. Saat kita membaca Firman Tuhan hari ini, semuanya menunjukkan pada keturunan bani Benyamin. Benyamin adalah anak bungsu dari Yakub (Israel). Namun demikian, melalui pembacaan firman Tuhan hari ini kita tahu, bahwa walaupun bani Benyamin merupakan bani yang paling muda, tetapi Allah memakai mereka dengan luar...