Langsung ke konten utama

Renungan Harian, 12 Juli 2013

Kasih Kristus

Bacaan : Efesus 3:14 - 21
"Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,"
(Efesus 3:18)

Dalamnya lautan masih bisa diukur oleh manusia, tingginya gunung masih bisa dihitung, dan lebar keliling bumi juga masih bisa diketahui oleh manusia, tetapi kasih Kristus, siapakah yang dapat dan mengukurnya? Kasih-Nya melebihi segala kasih yang kita kenal, itulah sebabnya sampai DIA rela mati untuk menebus setiap orang yang mau percaya kepada-Nya.
Ada beberapa orang yang mengundurkan diri dari kekristenan dengan alasan bahwa mereka tidak merasakan kasih Kristus, tetapi apakah alasan itu memang benar dan dapat diterima?
Orang-orang yang demikian adalah orang yang tidak mengenal dan memahami kasih Kristus dalam kehidupan orang percaya. Kebanyakan dari mereka hanya melihat kasih Kristus dari berkat jasmani yang mereka dapatkan, dan ketika berkat yang diharapkan tersebut tidak mereka terima, mereka mulai mundur dan meninggalkan Kristus.  

Bagaimana dengan kehidupan kekristenan kita?

Jika kita hanya melihat dan mengukur kasih Kristus dari segi materi, sungguh kasihan diri kita, sebab kita belum benar-benar mengenal siapa Kristus sebenarnya.
Berkat yang paling besar yang manusia butuhkan telah IA karuniakan bagi setiap orang yang mau percaya kepada-Nya, apa itu? Berkat itu namanya adalah KESELAMATAN. Manusia sehebat apa pun dia, tidak dengan usahanya sendiri tidak akan pernah bisa mendapatkannya. Manusia bisa mendapatkan kekayaan yang berlimpah, bahkan bisa menjadi orang yang paling kaya di dunia, tetapi tentang KESELAMATAN, hanya bisa di dapat dalam Kristus.
Kristus tidak pernah menjanjikan umat-Nya tidak pernah menghadapi persoalan, justru IA mengijinkan setiap persoalan mewarnai kehidupan orang percaya untuk mendewasakan umat-Nya dan membuat mereka semakin terkagum akan pertolongan perlindungan, dan campur tangan Allah dalam kehidupan orang percaya.
Jangan pernah lagi meragukan kasih Kristus atau mengukur kasih-Nya sebatas materi yang kita terima, percayalah bahwa kasih-Nya jauh melebihi semuanya itu. Saat badai dan persoalan datang tetaplah percaya akan DIA, dan ketahuilah DIA tidak pernah meninggalkan kita. (ap)

Renungan
Jika kita sempat meragukan dan mempertanyakan kasih Kristus dalam kehidupan kita, inilah saatnya bagi kita untuk merubah pola pikir dan cara pandang kita tersebut. Sadarilah bahwa kasih-Nya tidak terukur bagi setiap kita umat yang percaya kepada-Nya.

Orang bisa menyelami samudera luas, tetapi kasih Kristus hanya bisa dipahami saat DIA sendiri menyatakannya bagi setiap kita 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kain dan Habel

Kain dan Habel Jika Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri, sedangkan Kain dan Habel merupakan keturunan pertama dari manusia. Walaupun mereka bersaudara, mereka memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Kain sang kakak memiliki ketertarikan pada dunia pertanian, sehingga di dalam pekerjaan dia lebih memilih untuk menjadi seorang petani. Berbeda halnya dengan Habel, dia memiliki ketertarikan pada dunia peternakan, sehingga dalam pekerjaan dia memiliki sebagai gembala domba. Pada awalnya diantara kakak beradik ini tidak nampak sama sekali adanya persaingan, permasalahan ataupun perselisihan, hingga suatu ketika tiba waktunya bagi mereka untuk mempersembahkan korban bagi ALLAH (Kejadian 4:3-5). Dalam ayat 3 dikatakan "setelah beberapa waktu lamanya" , jika dilihat dari bahasa aslinya kata ini menggunakan kata miskkets yamim , yang diartikan sebagai at the end of days . Kata tersebut dapat diartikan pertama, mengacu pa...

Renungan Harian, 16 Pebruari 2012

Belajar dari Silsilah Daud 1 Tawarikh 2:1-55; Matius 1:1-17 “Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, dan Abinadab, anak yang kedua, Simea, anak yang ketiga, Netaneel, anak yang keempat, Radai, anak yang kelima, Ozem, anak yang keenam, dan Daud, anak yang ketujuh;” (1 Tawarikh 2:13-15) Saat kita membaca pasal hari ini kita mungkin merasa binggung, apa maksudnya satu pasal penuh hanya berisi nama-nama orang dan daftar silsilah. Bahkan mungkin kita sempat berfikir bahwa hal tersebut tidaklah penting.  Tetapi jika kita mau belajar kebenaran firman Tuhan dan sesuai apa yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa selama bumi masih ada maka satu iota pun tidak akan dihapuskan dari firman Tuhan (Mat 5:18). Satu iota adalah sama dengan satu titik. Hal itu berarti, setiap firman yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sekedar ditulis untuk memenuhi Alkitab, tetapi setiap kata itu memiliki makna dan maksud tersendiri, yang pastinya sangatlah penting. Hal itupun juga berlaku bagi pembaca...

Renungan Harian, 21 Mei 2012

Ketaatan Mutlak Bilangan 15:1-41; Roma 2:6-8 “Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN” (Bilangan 15:39). Taat dan ketaatan adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk dikatakan, tetapi sukar untuk dilakukan. Ada beberapa kata dalam bahasa Yunani yang dapat diartikan dengan kata “taat”. Salah satu dari kata tersebut adalah “pistis”, kata yang sama dengan kata yang berarti “iman”. Dengan demikian, kita kita berbicara masalah ketaatan, maka hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari iman, sebab dua-duanya berasal dari akar kata yang sama. Bilangan 15 sangatlah menekankan pentingnya mendengarkan perintah TUHAN dan taat menjalankannya. Ayat 1 sampai 21 menghubungkan ketaatan terhadap perintah Allah dengan korban yang berkenan kepada Tuhan. Ayat 22 sampai 29 membahas bagaimana ketika se...